Senin, 19 Okt 2026 05:17 WIB

181.867 KK di Surabaya Belum Terverifikasi DTSEN, DPRD Minta Pemkot Ambil Langkah Serius

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Feb 2026 18:00 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Dok. Istimewa).
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sebanyak 181.867 kepala keluarga (KK) di Surabaya hingga kini belum terverifikasi dalam Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN).

Angka tersebut terus menurun setelah dilakukan koordinasi dan tindak lanjut bersama dinas terkait.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, mengatakan awalnya terdapat 250.185 KK yang tidak ditemukan dalam pendataan.

Setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) pada 20 Januari 2026, jumlah tersebut turun menjadi 197.594 KK dan kini menyisakan 181.867 KK.

“Kalau dihitung, setiap hari ditemukan rata-rata 524 KK baru yang terverifikasi,” jelas Cak Yebe, Kamis (19/2/2026).

Ia mengatakan, proses verifikasi dilakukan melalui survei lapangan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN).

Para petugas mendapatkan pembekalan sebelum diterjunkan untuk memastikan data warga sesuai kondisi riil.

Menurut dia, kendala terbesar berasal dari migrasi penduduk, baik lintas kelurahan dalam satu kecamatan, antar kecamatan, maupun ke luar kota yang belum terkonfirmasi.

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya dan RLD Gelar Pelatihan Jurnalistik, Asah Nalar Kritis Hadapi Hoaks

Selain itu, terdapat warga di kawasan perumahan menengah ke atas dan apartemen yang menolak dilakukan survei.

“Yang terbanyak karena migrasi yang tidak terkonfirmasi. Ada juga yang menolak survei di wilayah klaster premium dan apartemen,” papar Cak Yebe.

Ia menyebut warga yang tidak terkonfirmasi dalam DTSEN berpotensi dilakukan penertiban sementara Nomor Induk Kependudukan (NIK) guna mendorong respons untuk melakukan validasi.

Langkah tersebut, penting agar data benar-benar akurat.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Dalam kegiatan reses, Cak Yebe juga menemukan sebagian besar ketua RT dan RW belum memahami secara utuh program DTSEN.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh RT dan RW agar informasi tersampaikan kepada warga.

Saat ini, total data yang ditargetkan tervalidasi di Surabaya mencapai 1.026.192 KK. Ia menargetkan proses validasi dapat rampung sebelum 31 Maret 2026 dengan jumlah data yang tidak ditemukan ditekan seminimal mungkin.

Warga juga diimbau melakukan pengecekan mandiri melalui laman cekin.surabaya.go.id untuk memastikan status pendataan mereka dalam DTSEN.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.