Kamis, 19 Feb 2026 19:38 WIB

181.867 KK di Surabaya Belum Terverifikasi DTSEN, DPRD Minta Pemkot Ambil Langkah Serius

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Feb 2026 18:00 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Dok. Istimewa).
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sebanyak 181.867 kepala keluarga (KK) di Surabaya hingga kini belum terverifikasi dalam Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN).

Angka tersebut terus menurun setelah dilakukan koordinasi dan tindak lanjut bersama dinas terkait.

Baca Juga: PDIP Mulai Urus Legalisir Suara Dapil 3 ke KPU untuk PAW Ketua DPRD Surabaya

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, mengatakan awalnya terdapat 250.185 KK yang tidak ditemukan dalam pendataan.

Setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) pada 20 Januari 2026, jumlah tersebut turun menjadi 197.594 KK dan kini menyisakan 181.867 KK.

“Kalau dihitung, setiap hari ditemukan rata-rata 524 KK baru yang terverifikasi,” jelas Cak Yebe, Kamis (19/2/2026).

Ia mengatakan, proses verifikasi dilakukan melalui survei lapangan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN).

Para petugas mendapatkan pembekalan sebelum diterjunkan untuk memastikan data warga sesuai kondisi riil.

Menurut dia, kendala terbesar berasal dari migrasi penduduk, baik lintas kelurahan dalam satu kecamatan, antar kecamatan, maupun ke luar kota yang belum terkonfirmasi.

Baca Juga: Cari Bubur, Rawon hingga Nasi Pecel di Surabaya untuk Bukber, Tempat Ini Bisa Jadi Rekomendasi

Selain itu, terdapat warga di kawasan perumahan menengah ke atas dan apartemen yang menolak dilakukan survei.

“Yang terbanyak karena migrasi yang tidak terkonfirmasi. Ada juga yang menolak survei di wilayah klaster premium dan apartemen,” papar Cak Yebe.

Ia menyebut warga yang tidak terkonfirmasi dalam DTSEN berpotensi dilakukan penertiban sementara Nomor Induk Kependudukan (NIK) guna mendorong respons untuk melakukan validasi.

Langkah tersebut, penting agar data benar-benar akurat.

Baca Juga: Catat! PMI Surabaya Gelar Donor Darah Spesial Ramadan, Ini Lokasinya

Dalam kegiatan reses, Cak Yebe juga menemukan sebagian besar ketua RT dan RW belum memahami secara utuh program DTSEN.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh RT dan RW agar informasi tersampaikan kepada warga.

Saat ini, total data yang ditargetkan tervalidasi di Surabaya mencapai 1.026.192 KK. Ia menargetkan proses validasi dapat rampung sebelum 31 Maret 2026 dengan jumlah data yang tidak ditemukan ditekan seminimal mungkin.

Warga juga diimbau melakukan pengecekan mandiri melalui laman cekin.surabaya.go.id untuk memastikan status pendataan mereka dalam DTSEN.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Ungkap Kasus TPPU Narkoba, Sita Aset hingga Rp55 Miliar

Kasus ini diungkap pada Februari 2026 dan melibatkan dua tersangka yang menyamarkan dana hasil kejahatan narkoba menjadi aset bergerak maupun tidak bergerak.

Keluh Pemdes Medali Mojokerto soal Pembangunan Desa Tertunda Imbas Pemotongan DD dan AD

Tahun 2026 ini, DD dipotong sebesar 65 persen. Sementara, ADD dipotong sebesar 20 persen.

Polisi Gelar Perkara Kasus Siswa SMPK Angelus Custos Surabaya Tewas Kesetrum

Tjandra menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan belajar mengajar adalah prioritas utama saat ini. Ia berharap polemik segera berakhir.

Detik-detik Kecelakaan Beruntun 3 Truk dan Satu Motor di Mojokerto Terekam CCTV

Kerasnya benturan membuat satu truk bermuatan sayur terguling dan dua truk lainnya mengalami ringsek parah.

Viral Pentas Sound Horeg hingga Subuh di Mojokerto: Awalnya Ruwat Desa, Jadi Karnaval

Sejatinya, sound horeg tersebut digelar untuk ruwat desa. Namun, diselingi dengan karnaval budaya dan sejarah dengan menggunakan sound horeg.

Bantuan untuk Bencana Aceh Tertahan di Bea Cukai, Ternyata Gara-gara Ini

Bantuan ini dikirim dari Port Klang, Kuala Lumpur. Tito pun meminta bantuan DPR untuk menyelesaikan masalah ini.