Kamis, 03 Sep 2026 16:57 WIB

181.867 KK di Surabaya Belum Terverifikasi DTSEN, DPRD Minta Pemkot Ambil Langkah Serius

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Feb 2026 18:00 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Dok. Istimewa).
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sebanyak 181.867 kepala keluarga (KK) di Surabaya hingga kini belum terverifikasi dalam Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN).

Angka tersebut terus menurun setelah dilakukan koordinasi dan tindak lanjut bersama dinas terkait.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, mengatakan awalnya terdapat 250.185 KK yang tidak ditemukan dalam pendataan.

Setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) pada 20 Januari 2026, jumlah tersebut turun menjadi 197.594 KK dan kini menyisakan 181.867 KK.

“Kalau dihitung, setiap hari ditemukan rata-rata 524 KK baru yang terverifikasi,” jelas Cak Yebe, Kamis (19/2/2026).

Ia mengatakan, proses verifikasi dilakukan melalui survei lapangan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN).

Para petugas mendapatkan pembekalan sebelum diterjunkan untuk memastikan data warga sesuai kondisi riil.

Menurut dia, kendala terbesar berasal dari migrasi penduduk, baik lintas kelurahan dalam satu kecamatan, antar kecamatan, maupun ke luar kota yang belum terkonfirmasi.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Selain itu, terdapat warga di kawasan perumahan menengah ke atas dan apartemen yang menolak dilakukan survei.

“Yang terbanyak karena migrasi yang tidak terkonfirmasi. Ada juga yang menolak survei di wilayah klaster premium dan apartemen,” papar Cak Yebe.

Ia menyebut warga yang tidak terkonfirmasi dalam DTSEN berpotensi dilakukan penertiban sementara Nomor Induk Kependudukan (NIK) guna mendorong respons untuk melakukan validasi.

Langkah tersebut, penting agar data benar-benar akurat.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Dalam kegiatan reses, Cak Yebe juga menemukan sebagian besar ketua RT dan RW belum memahami secara utuh program DTSEN.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh RT dan RW agar informasi tersampaikan kepada warga.

Saat ini, total data yang ditargetkan tervalidasi di Surabaya mencapai 1.026.192 KK. Ia menargetkan proses validasi dapat rampung sebelum 31 Maret 2026 dengan jumlah data yang tidak ditemukan ditekan seminimal mungkin.

Warga juga diimbau melakukan pengecekan mandiri melalui laman cekin.surabaya.go.id untuk memastikan status pendataan mereka dalam DTSEN.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.