Pemkot Surabaya Siapkan Rp5 Juta untuk Program Pemuda, Ini Syarat Mencairkannya
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 16 Feb 2026 13:22 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan anggaran Rp5 juta per bulan untuk setiap RW khusus bagi generasi muda atau Gen Z melalui program Kampung Pancasila.
Namun, dana tersebut tidak bisa dicairkan tanpa proposal dan dilarang digunakan untuk kegiatan seremonial.
Baca Juga: Luapan Air Rendam Rel di Grobogan, Sejumlah KA Jarak Jauh Terlambat dan Dialihkan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan, skema bantuan ini dirancang untuk melatih kemandirian dan membangun visi kewirausahaan anak muda di tingkat kampung, bukan sekadar membiayai kegiatan seremonial.
“Proposalnya itu adalah kegiatan yang ada manfaatnya untuk Karang Taruna dan Gen Z di setiap RW. Kalau ada manfaatnya yang bisa dirasakan langsung, uangnya langsung dicairkan. Tapi kalau hanya untuk kegiatan seremonial yang tidak ada manfaatnya, tidak akan kita kasih,” jelasnya, Senin (16/2/2026).
Eri menjelaskan, setiap Karang Taruna atau kelompok Gen Z wajib menyusun proposal kegiatan berdampak jangka panjang. Seleksi dilakukan di tingkat kecamatan sebelum anggaran dicairkan.
Mekanisme ini sekaligus menjadi proses pembelajaran bagi anak muda agar terbiasa menyusun perencanaan usaha dan program kerja yang terukur.
“Saya ingin Gen Z ini punya pandangan, punya visi, punya rencana. Jangan sampai dikasih duit lalu habis begitu saja tanpa manfaat. Kita latih mereka menata rencana agar bisa menjadi wiraswasta,” tegas Eri.
Baca Juga: Pecah Ban, Mobil Pikap Muatan Durian Terguling di Tol Surabaya Mojokerto
Program tersebut telah berjalan sejak Januari 2026. RW yang belum mengajukan proposal pada bulan sebelumnya dipastikan tidak kehilangan alokasi anggaran karena dana dapat diakumulasi pada bulan berikutnya.
“Kalau Januari belum diambil, bisa digabung Februari. Jadi misalnya Rp5 juta Januari dan Rp5 juta Februari, bisa jadi Rp10 juta untuk satu kegiatan yang lebih besar,” katanya.
Eri menyebut, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Surabaya menekan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan, khususnya di kalangan anak muda.
Sebagai dukungan pasar, Pemkot Surabaya juga menggandeng 38 pelaku industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka) untuk menyerap produk perkampungan, mulai dari bahan pangan seperti ayam dan sayuran hingga kebutuhan penunjang seperti sandal hotel.
Baca Juga: Wali Kota Eri Minta Warga Mampu Tak Gunakan UHC di Tengah Keluhan Penonaktifan PBI JK
Pemkot bersama stakeholder terkait juga akan melakukan pendampingan agar usaha yang dirintis Gen Z dapat berkelanjutan.
Eri berharap, Kampung Pancasila tidak hanya menjadi ruang penguatan nilai kebersamaan, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat inkubasi ekonomi kreatif berbasis RW yang mampu meningkatkan pendapatan warga.
“Belajarlah mulai sekarang agar terbiasa menjadi penggerak kegiatan yang bermanfaat untuk kampung,” tegas Eri.
Editor : Zein Muhammad