Selasa, 03 Feb 2026 09:07 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan Tak Ada Pemecatan Kader di Surabaya, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Mar 2022 08:31 WIB
Wali Kota Surabaya, eri Cahyadi saat pertemuan kader
Wali Kota Surabaya, eri Cahyadi saat pertemuan kader

selalu.id- Pemerintah Kota Surabaya menggelar pertemuan seluruh Kader Surabaya di Convention Hall kemarin, Rabu (2/3/2022). Pertemuan tersebut untuk mensosialisasikan kembali tentang kebijakan Kader Surabaya Hebat yang menjadi polemik.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa sejak awal dirinya menyampaikan para kader-kader tersebut adalah orang-orang hebat.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Tadi ada yang bilang soal haknya, jangan ungkapkan soal hak itu. Karena kader itu dari hati, harus kembali ke fitrahnya, tetapi pemerintah yang memberikan apresiasi," Kata Eri.

Eri menegaskan bahwa tidak ada istilah pemecatan Kader. Ia mengaku kader akan dites kemampuannya itu akan diambil untuk menjadi koordinator.

"Tapi kalau kader sudah masuk Surat Keputusan (SK) yang kemarin, maka dia menjadi anggotanya. Kenapa seperti itu, biar kita koordinasinya gampang, kalau semua minta bertemu kan tidak mungkin," jelasnya.

Oleh karena itu, Eri menjelaskan bahwa nantinya ada 3 koordinator yang akan memimpin. Sehingga kader-kader yang lain yang menjadi anggotanya

"Tapi karena ini kader sama-sama hebatnya, maka inilah apresiasinya," ujarnya.

Lebih lanjut, Eri menerangkan bahwa kader ini merupakan program dari Wali Kota Sebelumnya, mulai Bambang hingga Tri Rismaharini. Menurut Eri kader-kader tersebut hebatnya dari hati.

"Tapi karena apresiasi pemerintah mulai naik Rp 25 ribu. Saya waktu jadi kepala Bappeko tak naikkan jadi Rp 50 ribu, ada yang Rp 100 ribu tapi sendiri-sendiri," ucap Eri

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Keputusan kader ini, kata Eri, diatur dalam SK yang dikeluarkan setiap dinas yang menaungi, seperti kader kesehatan yang mendapat SK dari dinas kesehatan, kader lingkungan dari Dinas lingkungan dan seterusnya.

"Seperti tadi, ada yang ngaku tidak di SK karena di bidang kesehatan, nah sekarang tidak, SK nya per RT, nanti ada koordinatornya,"jelasnya.

Dengan adanya regulasi dari masing-masing Dinas tersebut, Eri pun berinisiatif untuk membentuk Kader Surabaya Hebat, dimana didalamnya semua kader menjadi satu. Kader Surabaya Hebat sendiri nantinya akan diatur dalam Perwali.

"Makanya saya jadikan satu agar menjadi Kader Surabaya Hebat," ungkap Eri.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Eri menambahkan, syarat-syarat kader seperti harus berpendidikan minimal SMP dan harus berusia maksimal 65 tahun adalah syarat untuk menjadi koordinator kader. Sementara kader yang telah mengabdi puluhan tahun namun pendidikannya dibawah SMP dan usianya melebihi 65 tahun masih tetap menjadi kader. Akan tetapi mereka hanya sebagai anggota.

"Kalau sudah kader, tidak lihat lulusan SD SMP atau semuanya. Saat dia bekerja, menjadi kader maka dia jadi anggotanya. Tadi udah saya jelasin baru ngerti orang-orang (Kader),"terangnya.

Saat ditanya soal insentif kader bulan Januari dan Februari yang belum turun, ia pun mengatakan bahwa insentif kader akan turun bulan ini tepatnya 10 Maret 2022.

"Kalau awal tahun kan biasa seperti ini, nanti setelah dua bulan baru lancar. Kedepannya insentif tetap Rp 400 ribu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.