Selasa, 08 Sep 2026 05:49 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan Tak Ada Pemecatan Kader di Surabaya, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Mar 2022 08:31 WIB
Wali Kota Surabaya, eri Cahyadi saat pertemuan kader
Wali Kota Surabaya, eri Cahyadi saat pertemuan kader

selalu.id- Pemerintah Kota Surabaya menggelar pertemuan seluruh Kader Surabaya di Convention Hall kemarin, Rabu (2/3/2022). Pertemuan tersebut untuk mensosialisasikan kembali tentang kebijakan Kader Surabaya Hebat yang menjadi polemik.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa sejak awal dirinya menyampaikan para kader-kader tersebut adalah orang-orang hebat.

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

"Tadi ada yang bilang soal haknya, jangan ungkapkan soal hak itu. Karena kader itu dari hati, harus kembali ke fitrahnya, tetapi pemerintah yang memberikan apresiasi," Kata Eri.

Eri menegaskan bahwa tidak ada istilah pemecatan Kader. Ia mengaku kader akan dites kemampuannya itu akan diambil untuk menjadi koordinator.

"Tapi kalau kader sudah masuk Surat Keputusan (SK) yang kemarin, maka dia menjadi anggotanya. Kenapa seperti itu, biar kita koordinasinya gampang, kalau semua minta bertemu kan tidak mungkin," jelasnya.

Oleh karena itu, Eri menjelaskan bahwa nantinya ada 3 koordinator yang akan memimpin. Sehingga kader-kader yang lain yang menjadi anggotanya

"Tapi karena ini kader sama-sama hebatnya, maka inilah apresiasinya," ujarnya.

Lebih lanjut, Eri menerangkan bahwa kader ini merupakan program dari Wali Kota Sebelumnya, mulai Bambang hingga Tri Rismaharini. Menurut Eri kader-kader tersebut hebatnya dari hati.

"Tapi karena apresiasi pemerintah mulai naik Rp 25 ribu. Saya waktu jadi kepala Bappeko tak naikkan jadi Rp 50 ribu, ada yang Rp 100 ribu tapi sendiri-sendiri," ucap Eri

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

Keputusan kader ini, kata Eri, diatur dalam SK yang dikeluarkan setiap dinas yang menaungi, seperti kader kesehatan yang mendapat SK dari dinas kesehatan, kader lingkungan dari Dinas lingkungan dan seterusnya.

"Seperti tadi, ada yang ngaku tidak di SK karena di bidang kesehatan, nah sekarang tidak, SK nya per RT, nanti ada koordinatornya,"jelasnya.

Dengan adanya regulasi dari masing-masing Dinas tersebut, Eri pun berinisiatif untuk membentuk Kader Surabaya Hebat, dimana didalamnya semua kader menjadi satu. Kader Surabaya Hebat sendiri nantinya akan diatur dalam Perwali.

"Makanya saya jadikan satu agar menjadi Kader Surabaya Hebat," ungkap Eri.

Baca Juga: Oknum Satpol PP Surabaya jadi Calo Rekrutmen Pegawai Pemkot, Tarifnya Capai Rp50 Juta

Eri menambahkan, syarat-syarat kader seperti harus berpendidikan minimal SMP dan harus berusia maksimal 65 tahun adalah syarat untuk menjadi koordinator kader. Sementara kader yang telah mengabdi puluhan tahun namun pendidikannya dibawah SMP dan usianya melebihi 65 tahun masih tetap menjadi kader. Akan tetapi mereka hanya sebagai anggota.

"Kalau sudah kader, tidak lihat lulusan SD SMP atau semuanya. Saat dia bekerja, menjadi kader maka dia jadi anggotanya. Tadi udah saya jelasin baru ngerti orang-orang (Kader),"terangnya.

Saat ditanya soal insentif kader bulan Januari dan Februari yang belum turun, ia pun mengatakan bahwa insentif kader akan turun bulan ini tepatnya 10 Maret 2022.

"Kalau awal tahun kan biasa seperti ini, nanti setelah dua bulan baru lancar. Kedepannya insentif tetap Rp 400 ribu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.

Soal Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Jember, Bawaslu Bilang Begini

Persoalan disiplin ASN itu kini masih ditelusuri dari instansi berwenang guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran aturan kepegawaian.