Senin, 02 Nov 2026 08:38 WIB

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Feb 2026 16:50 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat diperiksa dalam kasus bimtek di Polrestabes Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat diperiksa dalam kasus bimtek di Polrestabes Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Kasus dugaan korupsi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) anggota DPRD Kota Surabaya tahun 2011 kini telah masuk ke ranah penyidikan. Kasus itu ditangani Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasus yang lebih dari satu dekade ini bersumber dari penggunaan anggaran APBD periode 2009–2014.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Data yang dihimpun selalu.id, kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya.

Saat itu, kegiatan peningkatan kapasitas dewan disebut menyedot anggaran miliaran rupiah.

Dalam berbagai temuan awal, pelaksanaan bimtek diduga tidak sepenuhnya sesuai jadwal dan substansi kegiatan.

Sejumlah agenda yang direncanakan berlangsung beberapa hari disebut hanya efektif dijalankan sebagian waktu. Selebihnya diduga diisi kegiatan di luar materi inti, bahkan muncul dugaan praktik “titip absen” dalam keikutsertaan peserta.

Akibatnya, pertanggungjawaban anggaran kegiatan dipertanyakan karena tidak sepenuhnya mencerminkan pelaksanaan riil di lapangan. Dugaan inilah yang kini kembali ditelusuri penyidik.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto sebelumnya memastikan perkara tersebut telah masuk tahap penyidikan lanjutan.

Menurut dia, penyidik telah memeriksa lebih dari 20 saksi dan menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kegiatan bimtek tahun 2011.

“Perkara tipikor bimtek tahun 2011, saat ini sudah dalam tahap penyidikan dan sedang kami lanjutkan,” jelas Edy, Kamis (5/2/2025).

Penyidik juga membuka kemungkinan adanya audit kerugian negara untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian keuangan daerah dalam kegiatan tersebut.

Hasil pemeriksaan saksi dan dokumen, kata Edy, akan menjadi dasar gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Informasi yang dihimpun, data penelusuran dokumen dan pemberitaan lama saat kasus ini pertama kali mencuat sekitar tahun 2011–2013.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Sejumlah nama anggota DPRD Surabaya periode 2009–2014 pernah disebut dalam konteks klarifikasi maupun pemeriksaan awal.

Beberapa di antaranya adalah pimpinan DPRD saat itu, seperti Wisnu Wardhana (Ketua DPRD Surabaya periode 2009–2014) dan almarhum Wisnu Sakti Buana (Wakil Ketua DPRD).

Selain itu, nama-nama anggota dewan lain juga pernah muncul dalam pemberitaan lama terkait penelusuran penggunaan anggaran bimtek 2011, antara lain: Masduki Toha, Muhammad Mahmud (Ketua Komisi B saat itu), Sachiroel Alim Anwar (Ketua Komisi C saat itu), Baktiono, Herlina Harsono Njoto, Mazlan Mansur, Eddie Budi Prabowo, serta Djunaedi.

Beberapa nama tersebut saat itu menjabat sebagai ketua komisi maupun anggota aktif DPRD Surabaya periode 2009–2014.

Kemudian, selain dua nama yang kini menduduki jabatan strategis juga sempat disebut dalam konteks pemeriksaan saksi, yakni Armuji yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya, serta Musyafak Rouf, yang kini menjabat Ketua DPRD Jawa Timur.

Meski banyak nama pernah muncul dalam pemberitaan lama, polisi menegaskan hingga kini belum mengumumkan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan terbaru.

“Ada beberapa orang yang saat ini masih menjadi anggota dewan. Tentunya semua yang terlibat akan kami lakukan pemanggilan,” tegas Edy.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Namun ia belum merinci identitas maupun fraksi anggota DPRD aktif yang dimaksud.

Sementara itu, seorang anggota DPRD Surabaya periode 2024–2029 membenarkan bahwa ada rekan sesama legislator yang telah dipanggil penyidik terkait kasus lama tersebut.

“Iya, ada beberapa teman yang dipanggil. Kalau saya belum,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Anggota DPRD Surabaya dari partai berlambang bintang segitiga merah putih berlatar biru, itu tidak merinci siapa saja yang sudah diperiksa, namun membenarkan bahwa pemanggilan anggota dewan terkait kasus bimtek 2011 memang sedang berlangsung.

Polrestabes Surabaya menegaskan pemanggilan akan dilakukan terhadap semua pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan bimtek saat itu, termasuk mereka yang kini masih berstatus anggota DPRD.

Penyidik menyatakan dalam waktu dekat akan menggelar perkara untuk menentukan ada tidaknya tersangka. Hingga saat ini, proses masih berfokus pada pendalaman keterangan saksi dan kelengkapan alat bukti.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Pembaca pemberitaan peristiwa, olahraga hingga harga emas antam.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.