Rabu, 12 Agu 2026 07:06 WIB

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Feb 2026 17:12 WIB
Kantor DPRD Surabaya. (Dok. Istimewa).
Kantor DPRD Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kasus dugaan korupsi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) anggota DPRD Kota Surabaya tahun 2011 kini telah masuk ke ranah penyidikan. Kasus itu ditangani Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasus yang lebih dari satu dekade ini bersumber dari penggunaan anggaran APBD periode 2009–2014.

Baca Juga: Penanganan Banjir di Surabaya Masih Setengah Hati, DPRD Bongkar Penyebabnya

Data yang dihimpun selalu.id, kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya.

Saat itu, kegiatan peningkatan kapasitas dewan disebut menyedot anggaran miliaran rupiah.

Dalam berbagai temuan awal, pelaksanaan bimtek diduga tidak sepenuhnya sesuai jadwal dan substansi kegiatan.

Sejumlah agenda yang direncanakan berlangsung beberapa hari disebut hanya efektif dijalankan sebagian waktu. Selebihnya diduga diisi kegiatan di luar materi inti, bahkan muncul dugaan praktik “titip absen” dalam keikutsertaan peserta.

Akibatnya, pertanggungjawaban anggaran kegiatan dipertanyakan karena tidak sepenuhnya mencerminkan pelaksanaan riil di lapangan. Dugaan inilah yang kini kembali ditelusuri penyidik.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto sebelumnya memastikan perkara tersebut telah masuk tahap penyidikan lanjutan.

Menurut dia, penyidik telah memeriksa lebih dari 20 saksi dan menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kegiatan bimtek tahun 2011.

“Perkara tipikor bimtek tahun 2011, saat ini sudah dalam tahap penyidikan dan sedang kami lanjutkan,” jelas Edy, Kamis (5/2/2025).

Penyidik juga membuka kemungkinan adanya audit kerugian negara untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian keuangan daerah dalam kegiatan tersebut.

Hasil pemeriksaan saksi dan dokumen, kata Edy, akan menjadi dasar gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Informasi yang dihimpun, data penelusuran dokumen dan pemberitaan lama saat kasus ini pertama kali mencuat sekitar tahun 2011–2013.

Baca Juga: Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Suramadu

Sejumlah nama anggota DPRD Surabaya periode 2009–2014 pernah disebut dalam konteks klarifikasi maupun pemeriksaan awal.

Beberapa di antaranya adalah pimpinan DPRD saat itu, seperti Wisnu Wardhana (Ketua DPRD Surabaya periode 2009–2014) dan almarhum Wisnu Sakti Buana (Wakil Ketua DPRD).

Selain itu, nama-nama anggota dewan lain juga pernah muncul dalam pemberitaan lama terkait penelusuran penggunaan anggaran bimtek 2011, antara lain: Masduki Toha, Muhammad Mahmud (Ketua Komisi B saat itu), Sachiroel Alim Anwar (Ketua Komisi C saat itu), Baktiono, Herlina Harsono Njoto, Mazlan Mansur, Eddie Budi Prabowo, serta Djunaedi.

Beberapa nama tersebut saat itu menjabat sebagai ketua komisi maupun anggota aktif DPRD Surabaya periode 2009–2014.

Kemudian, selain dua nama yang kini menduduki jabatan strategis juga sempat disebut dalam konteks pemeriksaan saksi, yakni Armuji yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya, serta Musyafak Rouf, yang kini menjabat Ketua DPRD Jawa Timur.

Meski banyak nama pernah muncul dalam pemberitaan lama, polisi menegaskan hingga kini belum mengumumkan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan terbaru.

“Ada beberapa orang yang saat ini masih menjadi anggota dewan. Tentunya semua yang terlibat akan kami lakukan pemanggilan,” tegas Edy.

Baca Juga: Bukan Sekedar Kompetisi, Midtown Indonesia Satukan Perhotelan Surabaya Lewat Bulu Tangkis

Namun ia belum merinci identitas maupun fraksi anggota DPRD aktif yang dimaksud.

Sementara itu, seorang anggota DPRD Surabaya periode 2024–2029 membenarkan bahwa ada rekan sesama legislator yang telah dipanggil penyidik terkait kasus lama tersebut.

“Iya, ada beberapa teman yang dipanggil. Kalau saya belum,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Anggota DPRD Surabaya dari partai berlambang bintang segitiga merah putih berlatar biru, itu tidak merinci siapa saja yang sudah diperiksa, namun membenarkan bahwa pemanggilan anggota dewan terkait kasus bimtek 2011 memang sedang berlangsung.

Polrestabes Surabaya menegaskan pemanggilan akan dilakukan terhadap semua pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan bimtek saat itu, termasuk mereka yang kini masih berstatus anggota DPRD.

Penyidik menyatakan dalam waktu dekat akan menggelar perkara untuk menentukan ada tidaknya tersangka. Hingga saat ini, proses masih berfokus pada pendalaman keterangan saksi dan kelengkapan alat bukti.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polisi Buru Pelaku Pembakar dan Perusak Mobil Patroli dalam Bentrokan di Pasuruan

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan terus bergerak mengumpulkan alat bukti guna mengidentifikasi seluruh oknum yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Bentrok Oknum Suporter dengan Warga di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Dibakar

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan secara intensif dengan mengumpulkan alat bukti dan mengidentifikasi pihak yang terlibat.

Konsisten Bangun Citra Positif, SIER Raih Penghargaan Indonesia PR Award 2026

Ahmad Fahrudin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya SIER dalam membangun komunikasi dan reputasi perusahaan secara konsisten.

Jember Pecahkan Dua Rekor MURI dalam Peringatan HAN 2026

Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen Jember dalam membangun ruang kegiatan yang inklusif, dengan memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak.

Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Data Kementerian Pertanian mencatat, 229,9 hektar lahan pertanian di Jawa Timur terdampak kekeringan. Dari angka itu, ada 19,2 hektar yang berada di Gresik.

Mayat Pria Misterius Ditemukan Mengapung di Bawah Jembatan Suramadu

Saat ini,jenazah pria misterius itu tengah dilakukan visum maupun otopsi di RSUD dr Soetomo Surabaya, untuk mengungkap identitasnya maupun penyebab kematiannya.