Kamis, 17 Sep 2026 01:16 WIB

Mengenal Upacara Mulang Pekelem: Persembahan untuk Gunung Rinjani

Upacara Mulang Pekelem. (Dok. Istimewa).
Upacara Mulang Pekelem. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sebagai bentuk penghormatan kepada kekuatan spiritual yang dipercaya ada di Gunung Rinjani, masyarakat Hindu di Lombok sering mengadakan upacara Mulang Pekelem di Danau Segara Anak.

Dalam upacara ini, biasanya dilakukan persembahan berupa emas atau binatang yang dilepaskan ke dalam danau sebagai simbol permohonan kepada para dewa agar menjaga keseimbangan alam dan memberi keselamatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Beri Kuliah Umum di Unram, Rieke Diah Pitaloka Tekankan Pentingnya Data Desa

Upacara ini juga dianggap sebagai cara untuk menenangkan Dewi Anjani dan makhluk halus lainnya yang dipercaya bersemayam di Gunung Rinjani.

Mulang Pekelem sudah dilakukan selama berabad-abad dan hingga kini tetap menjadi tradisi yang penting bagi masyarakat setempat.

Legenda Gunung Rinjani

Gunung Rinjani memiliki ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut. Gunung yang ada di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini bukan hanya menjadi tujuan bagi para pendaki dan petualang, tetapi juga menyimpan banyak cerita mistis dan legenda yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat lokal.

Bagi suku Sasak, Gunung Rinjani memiliki arti sakral dan erat kaitannya dengan mitos dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Lantas, bagaimana legenda Gunung Rinjani? 

Dalam tradisi masyarakat Sasak, Gunung Rinjani dipercaya sebagai tempat tinggal Dewi Anjani, sosok perempuan yang dianggap sebagai ratu para jin dan roh halus yang menjaga gunung tersebut.

Menurut legenda, Dewi Anjani adalah putri dari seorang raja dan seorang peri yang hidup di wilayah Lombok. Keturunannya yang setengah manusia dan setengah peri memberinya kekuatan magis, yang membuatnya dihormati dan ditakuti.

Dewi Anjani dikenal sebagai pelindung alam Gunung Rinjani dan danau Segara Anak, yang berada di kawah puncak gunung.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Dewi Anjani memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan menjaga keseimbangan alam di sekitar gunung.

Pendaki yang ingin mendaki Rinjani sering diberi peringatan untuk menjaga perilaku dan tidak merusak alam, karena dianggap dapat mengganggu Dewi Anjani dan para makhluk halus lainnya yang tinggal di sana.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Fasilitas milik Pemkot Surabaya yang seharusnya bebas retribusi, itu disinyalir menjadi ajang jual beli hingga sewa-menyewa lapak secara ilegal.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.