Selasa, 07 Jul 2026 06:00 WIB

Kisah Ratna Sari Dewi, Istri Kelima Presiden Soekarno: Cinta Abadi sang Poklamator

Ratna Sari Dewi bersama Presiden Soekarno. (Dok. Istimewa).
Ratna Sari Dewi bersama Presiden Soekarno. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Dulu dikenal sebagai istri kelima Presiden Soekarno, kini Ratna Sari Dewi bersiap mengambil peran baru di dunia politik Jepang. 

Ia melepas status WNI dan resmi menjadi WN Jepang agar bisa mendirikan partai politik bernama Heiwa 12. 

Baca Juga: Digadang Jadi Unggulan Daerah, Galeri Soekarno Kecil Mojokerto Dibuka untuk Umum

Partai itu berupaya mengadvokasi isu kesejahteraan anjing dan kucing. Dari partai itu pula, Ratna Dewi disebut bakal mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Tinggi Parlemen Jepang pada Pemilu mendatang.

Dewi Soekarno sejatinya lahir dengan nama Naoko Nemoto. Ia adalah perempuan asal Jepang yang menjadi istri kelima Presiden Soekarno. 

Kisah cinta mereka bermula pada 16 Juni 1959, ketika Soekarno berkunjung ke Jepang dan bertemu Naoko di Imperial Hotel, Tokyo. Kala itu Naoko masih berusia 19 tahun dan menjadi pengisi hiburan dalam acara makan malam resmi.

Tiga bulan setelah pertemuan itu, Soekarno mengundang Naoko ke Jakarta dan akhirnya menikahinya pada 3 Maret 1962. 

Naoko pun memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Ratna Sari Dewi. Dari pernikahan itu, lahirlah anak mereka, Kartika Sari Dewi, pada 11 Maret 1967 di Tokyo. 

Namun hubungan keduanya tak bertahan lama dan resmi bercerai pada 1970.

Baca Juga: Bulan Bung Karno, TMP Gelar Soekarno Trip bagi Anak Kader PDIP Surabaya

Meski berpisah, Soekarno dikenal tetap menyimpan rasa cinta yang mendalam. 

Dalam catatan buku Bung Karno: Perginya Seorang Kekasih, Suami & Kebanggaanku (1978), Soekarno bahkan pernah berpesan agar jika Dewi meninggal, ia dikuburkan di samping makamnya.

"Kalau aku mati, kuburlah aku di bawah pohon yang rindang. Aku mempunyai istri yang aku cintai dengan segenap jiwaku. Namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal, kuburlah ia dalam kuburku. Aku menghendaki ia selalu bersama aku," kata Soekarno, dikutip dari Bung Karno: Perginya Seorang Kekasih, Suami & Kebanggaanku (1978).

Setelah perceraiannya, Dewi menjalani hidup berpindah-pindah dari Prancis, Swiss, Amerika Serikat, hingga akhirnya menetap kembali di Jepang sejak 2008. 

Ia dikenal dengan gaya hidup mewah dan jaringan pertemanan elite. Dewi menyebut dirinya akrab dengan nama-nama besar seperti Raja Minyak Adnan Khashoggi.

Gaya hidup ini dibiayai dari bisnis di bidang konstruksi dan peralatan berat. 

Putrinya, Kartika, juga tumbuh besar dan menikah dengan Presiden Citibank Eropa, Fritz Frederic. Dari pernikahan itu, Dewi memiliki cucu bernama Frederik Kiran Soekarno.

Kini, setelah 63 tahun memegang paspor Indonesia, Dewi Soekarno pada 2025 resmi menjadi warga negara Jepang demi ambisinya berpolitik di negara asalnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Usut Dugaan Penyimpangan Dana dan Aset, Warga Desa Rowo Melapor ke Kejari Jember

Laporan tersebut diajukan sebagai pengaduan masyarakat dan kini menunggu proses verifikasi oleh aparat penegak hukum.

DPRD Surabaya Desak Pemkot Bongkar Dugaan Pungutan RT-RW di Sememi

DPRD Surabaya menegaskan legalitas kebijakan hingga dasar hukum pungutan harus dipastikan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Densus 88 AT Polri Ajak Masyarakat Tolak Radikalisme dan Bullying

Agung menyatakan bahwa ruang publik seperti Car Free Day menjadi sarana yang efektif untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Wali Kota Eri Pastikan Kawal Perawatan Korban Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyelenggaraan konser yang berujung ricuh tersebut. 

Truk Trailer Tabrak Rumah dan Pelajar di Surabaya Hingga Patah Tulang

Pelajar yang tertabrak mengalami patah tulang tangan bagian kanan dan luka di bagian kaki sebelah kiri. Saat ini, korban tengah dirawat intensif di rumah sakit.

Ahmad Dhani Tewas Kecelakaan di Bangil Pasuruan

Saat ini, polisi masih melengkapi penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan maut tersebut.