Sabtu, 06 Jun 2026 05:49 WIB

Surabaya Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Feb 2026 11:00 WIB
Surabaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang. (Dok. Istimewa).
Surabaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Surabaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang pada 4–6 Februari 2026.

Forum internasional yang diselenggarakan Pemerintah Metropolitan Tokyo tersebut mempertemukan 20 kota dunia anggota jejaring UNICEF Child Friendly Cities Initiative (CFCI) untuk berbagi kebijakan, praktik baik, dan inovasi pemenuhan hak anak serta remaja.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan Surabaya mendapat kesempatan mempresentasikan kebijakan dan model pembangunan kota ramah anak di hadapan kota-kota dunia seperti London, New York, Berlin, Toronto, dan sejumlah kota lainnya.

“Kehadiran Surabaya menempatkan kota ini sejajar dengan kota-kota dunia yang menjadi rujukan global dalam kebijakan anak dan remaja,” kata Irvan, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, Surabaya memaparkan pendekatan layanan anak yang bersifat holistik dan integratif, dimulai sejak usia dini hingga remaja, dengan melibatkan peran orang tua, termasuk ayah, sebagai bagian dari ekosistem pengasuhan.

“Pendekatan ini menegaskan bahwa kebijakan ramah anak di Surabaya tidak bersifat sektoral, melainkan terintegrasi lintas usia dan lintas peran dalam keluarga maupun masyarakat,” jelas Irvan.

Paparan teknis disampaikan Ketua Tim Kerja Pembangunan Manusia Bappeda Surabaya, Puspita Ayuningtyas Prawesti, yang mewakili Pemerintah Kota Surabaya dalam forum tersebut.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Ia menyebut Surabaya menghadirkan layanan anak melalui pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kesehatan mental, pengembangan karakter, serta penguatan kapasitas keluarga dan komunitas melalui Balai RW.

“Surabaya memastikan pemerintah hadir sejak anak usia dini, mendampingi fase remaja yang krusial, serta memperkuat peran orang tua dan ayah dalam pengasuhan. Anak tidak hanya dilindungi, tetapi juga didengar aspirasinya,” papar Puspita.

Menurutnya, model pembangunan anak yang dipresentasikan Surabaya mendapat apresiasi dari Pemerintah Metropolitan Tokyo dan peserta forum dari berbagai negara.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menerjemahkan konsep Child-Friendly City ke dalam praktik nyata yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas, termasuk dalam menjawab tantangan global terkait kesejahteraan dan kesehatan mental anak serta remaja.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Partisipasi Surabaya juga didukung rekam jejak sebagai kota yang tujuh kali berturut-turut meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional, serta menjadi kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam jejaring CFCI UNICEF.

Forum ini turut menghadirkan partisipasi anak melalui keikutsertaan Revalina Fernanda, siswi SMPN 1 Surabaya yang tergabung dalam Forum Anak Surabaya dan Organisasi Pelajar (Orpes) Kota Surabaya. Ia juga tercatat sebagai Eco Student (Junior) of the Year 2025 dan Putri V Lingkungan Hidup 2024.

Dalam forum tersebut, Revalina menyampaikan pengalaman tumbuh di Surabaya sebagai kota ramah anak, termasuk akses terhadap ruang aman, pendidikan lingkungan, partisipasi anak dalam pengambilan keputusan, serta dukungan kota terhadap berbagai inisiatif anak muda.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.