Minggu, 08 Feb 2026 14:54 WIB

Di Tengah Proses Hukum, KBS Nyatakan Perawatan Satwa Masih Prioritas Utama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Feb 2026 13:03 WIB
Direktur Operasional KBS,  Nurika Widyasanti .
Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti .

selalu.id - Manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) memastikan kesejahteraan satwa tetap terjaga di tengah proses hukum yang sedang berlangsung. Pihak pengelola menegaskan, perawatan dan pemeliharaan satwa tidak terdampak dan tetap menjadi prioritas utama.

Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti menyatakan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan normal, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kesehatan satwa.

Baca Juga: KBS Diproses Kejati, DPRD Surabaya Ingatkan Perawatan Satwa

“Perawatan dan pemeliharaan satwa tetap menjadi prioritas utama kami. Seluruh kegiatan operasional dilaksanakan sesuai standar yang berlaku dan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya saat konfrensi pers di KBD, Minggu (8/2/2026).

Nurika menjelaskan bahwa manajemen, pemenuhan pakan, pemantauan kesehatan rutin, hingga pengelolaan kandang tetap dilakukan secara berkelanjutan. Proses hukum yang berjalan juga disebut tidak mengganggu pelayanan terhadap pengunjung.

Sebagai lembaga konservasi, Nurika menyebut kesejahteraan satwa menjadi tanggung jawab utama. Upaya tersebut dilakukan melalui perawatan berkelanjutan, penyediaan pakan sesuai kebutuhan nutrisi, serta pengelolaan lingkungan kandang yang mendukung perilaku alami satwa.

Nurika juga menegaskan bahwa kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama yang tidak boleh terdampak situasi apa pun, termasuk proses hukum.

Baca Juga: Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

“Kami menegaskan bahwa di tengah proses hukum yang berjalan, perawatan dan pemeliharaan satwa tetap menjadi prioritas utama. Pakan satwa tetap terpenuhi sebagaimana biasanya,” ujarnya.

Manajemen menyebut anggaran pakan satwa mencapai sekitar Rp700 juta dalam periode operasional rutin dan hingga kini tidak mengalami gangguan.

"Kalau kita bilangnya rata-rata (Rp 700 juta) Paling tidak cukup lapar, masih bisa. Tidak akan mengganggu, Paling tidak pakan terpenuhi secara rutin,"kata Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, kepada selalu.id, saat konferensi pers itu.

Baca Juga: DPRD Surabaya Turut Sesalkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

Lebih lanjut Nurika menyampaikan KBS juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terhadap keberlangsungan perawatan satwa.

"Kita tetap bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan," jelasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Usai 14 Bulan Misi Perdamaian di Lebanon, KRI Sultan Iskandar Muda-367 Kembali ke Surabaya 

Selama bertugas di Laut Mediterania, kapal ini melaksanakan 33 kali operasi.

2026, PGN Perkuat Kompetensi SDM dan Soliditas Ekosistem Kerja 

Kepercayaan pekerja pada keberlanjutan perusahaan juga terlihat dari tingkat perputaran pekerja (turn over) kurang dari 3%.

Izin Belum Lengkap, Outlet HWG23 di Kota Mojokerto Ditutup

Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 mengatur jarak minimal 400 meter dari sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

KORMI Jember optimistis FORPROV III Jawa Timur 2026 akan berjalan sukses serta menjadi salah satu festival olahraga rekreasi terbaik di tingkat provinsi.