Kamis, 03 Sep 2026 13:16 WIB

Di Tengah Proses Hukum, KBS Nyatakan Perawatan Satwa Masih Prioritas Utama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Feb 2026 13:03 WIB
Direktur Operasional KBS,  Nurika Widyasanti .
Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti .

selalu.id - Manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) memastikan kesejahteraan satwa tetap terjaga di tengah proses hukum yang sedang berlangsung. Pihak pengelola menegaskan, perawatan dan pemeliharaan satwa tidak terdampak dan tetap menjadi prioritas utama.

Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti menyatakan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan normal, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kesehatan satwa.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

“Perawatan dan pemeliharaan satwa tetap menjadi prioritas utama kami. Seluruh kegiatan operasional dilaksanakan sesuai standar yang berlaku dan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya saat konfrensi pers di KBD, Minggu (8/2/2026).

Nurika menjelaskan bahwa manajemen, pemenuhan pakan, pemantauan kesehatan rutin, hingga pengelolaan kandang tetap dilakukan secara berkelanjutan. Proses hukum yang berjalan juga disebut tidak mengganggu pelayanan terhadap pengunjung.

Sebagai lembaga konservasi, Nurika menyebut kesejahteraan satwa menjadi tanggung jawab utama. Upaya tersebut dilakukan melalui perawatan berkelanjutan, penyediaan pakan sesuai kebutuhan nutrisi, serta pengelolaan lingkungan kandang yang mendukung perilaku alami satwa.

Nurika juga menegaskan bahwa kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama yang tidak boleh terdampak situasi apa pun, termasuk proses hukum.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

“Kami menegaskan bahwa di tengah proses hukum yang berjalan, perawatan dan pemeliharaan satwa tetap menjadi prioritas utama. Pakan satwa tetap terpenuhi sebagaimana biasanya,” ujarnya.

Manajemen menyebut anggaran pakan satwa mencapai sekitar Rp700 juta dalam periode operasional rutin dan hingga kini tidak mengalami gangguan.

"Kalau kita bilangnya rata-rata (Rp 700 juta) Paling tidak cukup lapar, masih bisa. Tidak akan mengganggu, Paling tidak pakan terpenuhi secara rutin,"kata Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, kepada selalu.id, saat konferensi pers itu.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Lebih lanjut Nurika menyampaikan KBS juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terhadap keberlangsungan perawatan satwa.

"Kita tetap bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan," jelasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.