Minggu, 19 Jul 2026 19:40 WIB

Di Tengah Proses Hukum, KBS Nyatakan Perawatan Satwa Masih Prioritas Utama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Feb 2026 13:03 WIB
Direktur Operasional KBS,  Nurika Widyasanti .
Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti .

selalu.id - Manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) memastikan kesejahteraan satwa tetap terjaga di tengah proses hukum yang sedang berlangsung. Pihak pengelola menegaskan, perawatan dan pemeliharaan satwa tidak terdampak dan tetap menjadi prioritas utama.

Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti menyatakan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan normal, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kesehatan satwa.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

“Perawatan dan pemeliharaan satwa tetap menjadi prioritas utama kami. Seluruh kegiatan operasional dilaksanakan sesuai standar yang berlaku dan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya saat konfrensi pers di KBD, Minggu (8/2/2026).

Nurika menjelaskan bahwa manajemen, pemenuhan pakan, pemantauan kesehatan rutin, hingga pengelolaan kandang tetap dilakukan secara berkelanjutan. Proses hukum yang berjalan juga disebut tidak mengganggu pelayanan terhadap pengunjung.

Sebagai lembaga konservasi, Nurika menyebut kesejahteraan satwa menjadi tanggung jawab utama. Upaya tersebut dilakukan melalui perawatan berkelanjutan, penyediaan pakan sesuai kebutuhan nutrisi, serta pengelolaan lingkungan kandang yang mendukung perilaku alami satwa.

Nurika juga menegaskan bahwa kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama yang tidak boleh terdampak situasi apa pun, termasuk proses hukum.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Kami menegaskan bahwa di tengah proses hukum yang berjalan, perawatan dan pemeliharaan satwa tetap menjadi prioritas utama. Pakan satwa tetap terpenuhi sebagaimana biasanya,” ujarnya.

Manajemen menyebut anggaran pakan satwa mencapai sekitar Rp700 juta dalam periode operasional rutin dan hingga kini tidak mengalami gangguan.

"Kalau kita bilangnya rata-rata (Rp 700 juta) Paling tidak cukup lapar, masih bisa. Tidak akan mengganggu, Paling tidak pakan terpenuhi secara rutin,"kata Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, kepada selalu.id, saat konferensi pers itu.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Lebih lanjut Nurika menyampaikan KBS juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terhadap keberlangsungan perawatan satwa.

"Kita tetap bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan," jelasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.