Senin, 09 Feb 2026 15:36 WIB

Temuan Mengejutkan Menteri LH saat Sidak Kebersihan di Surabaya, Langsung Beri Catatan Khusus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Feb 2026 13:29 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq saat sidak kebersihan di Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq saat sidak kebersihan di Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia, justru mendapat catatan serius dari Menteri Lingkungan Hidup saat inspeksi lapangan penilaian Adipura, Minggu (9/2/2026).

Dalam kunjungannya ke sejumlah titik di Surabaya, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyebut nilai tinggi yang sebelumnya diperoleh Kota Pahlawan berpotensi dikoreksi setelah ditemukan persoalan kebersihan di lapangan, terutama di kawasan pinggiran kota.

Baca Juga: Surabaya Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026

“Nilai sementara Surabaya memang paling tinggi. Tapi hasil kunjungan lapangan sepertinya harus dikoreksi. Harus benar-benar digenjot dulu untuk menjadi kota bersih,” tegas Hanif.

Ia menjelaskan, saat ini hanya ada empat daerah yang berpotensi menerima Adipura, terdiri dari tiga kota dan satu kabupaten. Surabaya menjadi lokasi terakhir yang dikunjungi dalam rangka verifikasi langsung sebelum penilaian akhir ditetapkan.

Menurut Hanif, meski jalan protokol terlihat bersih dan sejumlah warga sudah memiliki praktik pengelolaan sampah yang baik, kondisi di luar pusat kota masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Sungainya tidak terlalu bersahabat, selokannya juga tidak baik-baik saja. Di pinggiran masih kita jumpai banyak TPS liar,” jelasnya.

Hanif menegaskan, dalam kriteria Adipura tidak boleh ada satu pun tempat pembuangan sampah liar (TPS liar). Temuan tersebut dinilai bisa memengaruhi hasil akhir penilaian Surabaya.

“Kalau masih seperti itu, maka agak susah untuk kita tingkatkan nilainya,” tegasnya.

Baca Juga: Sidak ke Pasar Wonokromo, Menteri LH: Adipura Surabaya Perlu Dikoreksi 

Kunjungan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah serius “berperang melawan sampah”.

Karena itu, Kementerian LH memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan penghargaan tidak diberikan hanya berdasarkan laporan administratif.

“Jangan sampai kita memberikan penghargaan, tapi sebenarnya belum waktunya dia mendapat penghargaan,” kata Hanif.

Meski memberi catatan keras, Hanif tetap mengapresiasi upaya Surabaya yang selama ini masuk kategori kota dengan nilai pengelolaan sampah tinggi secara nasional.

Baca Juga: Di Tengah Proses Hukum, KBS Nyatakan Perawatan Satwa Masih Prioritas Utama

Namun ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas fokus penanganan hingga wilayah pinggiran, tidak hanya kawasan utama kota.

“Kami harap wali kota mampu mendorong terus penanganan sampah sampai di pinggir-pinggir, tidak hanya di jalan protokol saja,” tandas Hanif.

Hasil penilaian akhir Adipura, masih bisa berubah setelah seluruh verifikasi lapangan selesai dilakukan.

“Kalau ketinggian kami turunkan, kalau kerendahan kami naikkan. Hari ini sudah bagus, ke depan harus lebih bagus lagi,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.

Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Ning Ita mengatakan di tengah berbagai tantangan nasional dan global, pers di daerah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan.

Kisah Ratna Sari Dewi, Istri Kelima Presiden Soekarno: Cinta Abadi sang Poklamator

Dewi Soekarno sejatinya lahir dengan nama Naoko Nemoto. Ia adalah perempuan asal Jepang yang menjadi istri kelima Presiden Soekarno.

Mengenal Upacara Mulang Pekelem: Persembahan untuk Gunung Rinjani

Mulang Pekelem sudah dilakukan selama berabad-abad dan hingga kini tetap menjadi tradisi yang penting bagi masyarakat setempat.

Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi 7 Hari ke Depan, Berikut Wilayah yang Harus Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan akan bahaya cauca ekstrem hingga potensi bencana. Masyarakat diimbau waspada.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Aquarius Teruslah Konsisten, Cancer Ada Kejutan Tak Terduga

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Cek ramalan zodiakmu di sini dibahas lengkap.