Senin, 02 Nov 2026 08:41 WIB

Temuan Mengejutkan Menteri LH saat Sidak Kebersihan di Surabaya, Langsung Beri Catatan Khusus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Feb 2026 13:29 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq saat sidak kebersihan di Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq saat sidak kebersihan di Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia, justru mendapat catatan serius dari Menteri Lingkungan Hidup saat inspeksi lapangan penilaian Adipura, Minggu (9/2/2026).

Dalam kunjungannya ke sejumlah titik di Surabaya, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyebut nilai tinggi yang sebelumnya diperoleh Kota Pahlawan berpotensi dikoreksi setelah ditemukan persoalan kebersihan di lapangan, terutama di kawasan pinggiran kota.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

“Nilai sementara Surabaya memang paling tinggi. Tapi hasil kunjungan lapangan sepertinya harus dikoreksi. Harus benar-benar digenjot dulu untuk menjadi kota bersih,” tegas Hanif.

Ia menjelaskan, saat ini hanya ada empat daerah yang berpotensi menerima Adipura, terdiri dari tiga kota dan satu kabupaten. Surabaya menjadi lokasi terakhir yang dikunjungi dalam rangka verifikasi langsung sebelum penilaian akhir ditetapkan.

Menurut Hanif, meski jalan protokol terlihat bersih dan sejumlah warga sudah memiliki praktik pengelolaan sampah yang baik, kondisi di luar pusat kota masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Sungainya tidak terlalu bersahabat, selokannya juga tidak baik-baik saja. Di pinggiran masih kita jumpai banyak TPS liar,” jelasnya.

Hanif menegaskan, dalam kriteria Adipura tidak boleh ada satu pun tempat pembuangan sampah liar (TPS liar). Temuan tersebut dinilai bisa memengaruhi hasil akhir penilaian Surabaya.

“Kalau masih seperti itu, maka agak susah untuk kita tingkatkan nilainya,” tegasnya.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Kunjungan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah serius “berperang melawan sampah”.

Karena itu, Kementerian LH memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan penghargaan tidak diberikan hanya berdasarkan laporan administratif.

“Jangan sampai kita memberikan penghargaan, tapi sebenarnya belum waktunya dia mendapat penghargaan,” kata Hanif.

Meski memberi catatan keras, Hanif tetap mengapresiasi upaya Surabaya yang selama ini masuk kategori kota dengan nilai pengelolaan sampah tinggi secara nasional.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Namun ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas fokus penanganan hingga wilayah pinggiran, tidak hanya kawasan utama kota.

“Kami harap wali kota mampu mendorong terus penanganan sampah sampai di pinggir-pinggir, tidak hanya di jalan protokol saja,” tandas Hanif.

Hasil penilaian akhir Adipura, masih bisa berubah setelah seluruh verifikasi lapangan selesai dilakukan.

“Kalau ketinggian kami turunkan, kalau kerendahan kami naikkan. Hari ini sudah bagus, ke depan harus lebih bagus lagi,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Pembaca pemberitaan peristiwa, olahraga hingga harga emas antam.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.