Jumat, 05 Jun 2026 02:59 WIB

Wali Kota Surabaya Angkat Bicara Soal Pemecatan Kader: Sing Ngomong Sopo?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 12:30 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara HUT PMK di  Balai Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara HUT PMK di Balai Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi akhirnya angkat bicara terkait polemik kader di Surabaya yang diinformasikan di pecat atau tidak diperpanjang yang membuat keresahan dan berujung pengunduran diri, Eri menegaskan tidak ada kader yang dipecat.

"Makane onok sing ngomong oh kader dipecat, Sing Ngomong sopo? (Makanya ada yang bilang, kader dipecat, yang bilang siapa?)," tegas Eri usai Launching Kader Madagaskar di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Eri menerangkan bahwa programnya adalah meleburkan nama kader menjadi satu bagian besar yakni Kader Surabaya Hebat. Eri mengatakan bahwa kader-kader tersebut menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan untuk kepentingan umat kekeluargaan dan gotong royong dengan pemerintah.

"Tapi kalau kader mempertahankan kelompoknya (bagian kader) silakan keluar dari kader. Saya yakin kader yang hadir hari ini kader Posyandu kader bumantik, kader madagaskar, kader lingkungan itu bekerjanya dari hati," tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa dirinya yakin kader-kader yang baik tidak mau dimanfaatkan oleh orang lain. Sehingga Pemkot membangun kekuatan gotong-royong dan kekeluargaan di Kota Surabaya.

"Saya pastikan pemerintah tidak akan tutup mata untuk kehebatan orang-orang seperti kader-kader di Kota Surabaya,"ungkapnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Tak hanya itu, Eri mengungkapkan bahwa semua kader ini adalah pemimpin sejati. Tidak hanya salah satu kader saja, akan tetapi seluruh kader Surabaya.

"Jika kekuatan hati ini jadi satu dengan kekeluargaan dan gotong royong selesai masalah Surabaya. Tidak ada org miskin, bayi stunting tidak ada gizi buruk. Karena ini jadi kekuatan besar. Tapi saya cuma tersenyum saja ketika kader ini A B C, jare aku gak digae (bilangnya aku tidak dipakai) di pecat," tegasnya.

Oleh karena itu, Eri mengaku bangga terhadap Kader Surabaya. Dirinya juga menegaskan jika ada orang yang 'bermain', Eri mempersilakan keluar dari Kader Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kalau dia masuk kampung jadi kader Surabaya hebat. Lepas bajunya, sama di pemkot ada dinas sosial, Dinas cipta karya, tapi menyelesaikan kemiskinan semua atas nama Pemkot Surabaya," tegasnya.

Eri menambahkan bahwa jangan sampai Kota Surabaya menjadi Kota kapitalis serta muncul kelompok-kelompok yang mementingkan dan membesarkan nama-nama kelompok tersebut.

"Tidak boleh di Surabaya, jaman saya memimpin hanya ada satu di sini. Hanya untuk kepentingan umat, kita bekerja untuk kepentingan umat bukan untuk kepentingan kelompok," tegasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.