Rabu, 22 Jul 2026 04:16 WIB

Wali Kota Surabaya Angkat Bicara Soal Pemecatan Kader: Sing Ngomong Sopo?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 12:30 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara HUT PMK di  Balai Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara HUT PMK di Balai Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi akhirnya angkat bicara terkait polemik kader di Surabaya yang diinformasikan di pecat atau tidak diperpanjang yang membuat keresahan dan berujung pengunduran diri, Eri menegaskan tidak ada kader yang dipecat.

"Makane onok sing ngomong oh kader dipecat, Sing Ngomong sopo? (Makanya ada yang bilang, kader dipecat, yang bilang siapa?)," tegas Eri usai Launching Kader Madagaskar di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Eri menerangkan bahwa programnya adalah meleburkan nama kader menjadi satu bagian besar yakni Kader Surabaya Hebat. Eri mengatakan bahwa kader-kader tersebut menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan untuk kepentingan umat kekeluargaan dan gotong royong dengan pemerintah.

"Tapi kalau kader mempertahankan kelompoknya (bagian kader) silakan keluar dari kader. Saya yakin kader yang hadir hari ini kader Posyandu kader bumantik, kader madagaskar, kader lingkungan itu bekerjanya dari hati," tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa dirinya yakin kader-kader yang baik tidak mau dimanfaatkan oleh orang lain. Sehingga Pemkot membangun kekuatan gotong-royong dan kekeluargaan di Kota Surabaya.

"Saya pastikan pemerintah tidak akan tutup mata untuk kehebatan orang-orang seperti kader-kader di Kota Surabaya,"ungkapnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Tak hanya itu, Eri mengungkapkan bahwa semua kader ini adalah pemimpin sejati. Tidak hanya salah satu kader saja, akan tetapi seluruh kader Surabaya.

"Jika kekuatan hati ini jadi satu dengan kekeluargaan dan gotong royong selesai masalah Surabaya. Tidak ada org miskin, bayi stunting tidak ada gizi buruk. Karena ini jadi kekuatan besar. Tapi saya cuma tersenyum saja ketika kader ini A B C, jare aku gak digae (bilangnya aku tidak dipakai) di pecat," tegasnya.

Oleh karena itu, Eri mengaku bangga terhadap Kader Surabaya. Dirinya juga menegaskan jika ada orang yang 'bermain', Eri mempersilakan keluar dari Kader Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kalau dia masuk kampung jadi kader Surabaya hebat. Lepas bajunya, sama di pemkot ada dinas sosial, Dinas cipta karya, tapi menyelesaikan kemiskinan semua atas nama Pemkot Surabaya," tegasnya.

Eri menambahkan bahwa jangan sampai Kota Surabaya menjadi Kota kapitalis serta muncul kelompok-kelompok yang mementingkan dan membesarkan nama-nama kelompok tersebut.

"Tidak boleh di Surabaya, jaman saya memimpin hanya ada satu di sini. Hanya untuk kepentingan umat, kita bekerja untuk kepentingan umat bukan untuk kepentingan kelompok," tegasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.