Minggu, 01 Feb 2026 03:36 WIB

Marching Music Sport Dunia 2027 Perdana Digelar di Jember

Foto: Penunjukan Jember sebagai tuan rumah disampaikan dalam kunjungan Vice President Asian Marching Band Confederation (AMBC) di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Minggu (25/1/2026).
Foto: Penunjukan Jember sebagai tuan rumah disampaikan dalam kunjungan Vice President Asian Marching Band Confederation (AMBC) di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Minggu (25/1/2026).

selalu.id – Kabupaten Jember ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan perdana Marching Music Sport Dunia 2027. Ajang olahraga dan seni marching band bertaraf global tersebut dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2027.

Penunjukan Jember sebagai tuan rumah disampaikan dalam kunjungan Vice President Asian Marching Band Confederation (AMBC) di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Minggu (25/1/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., didampingi Pj Sekda, Kepala Dinas Pariwisata, serta Ketua KORMI Jember.

Marching Music Sport merupakan ajang yang diinisiasi AMBC, organisasi marching band tingkat Asia yang menaungi 22 negara anggota. Hingga saat ini, sebanyak 12 negara telah menyatakan kesiapan mengikuti kejuaraan perdana tersebut.

Presiden AMBC, Sehat Kurniawan Saiman, mengatakan Marching Music Sport dirancang untuk mendorong marching band tidak hanya sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai cabang olahraga yang diakui secara internasional dan diarahkan menuju Olimpiade.

“Ini adalah kejuaraan Marching Music Sport pertama di dunia, dan Jember terpilih sebagai tuan rumah. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan besar,” ujar Sehat Kurniawan.

Ia menjelaskan, kejuaraan ini akan mempertandingkan berbagai nomor lomba dengan total 17 medali yang diperebutkan. Nomor tersebut meliputi marching music track putra dan putri dengan jarak 400 meter dan 800 meter, street parade, marching music battle, serta kategori color guard.

Salah satu konsep yang direncanakan adalah pelaksanaan marching music battle di kawasan pantai. Gagasan tersebut berasal dari Bupati Jember dan dinilai inovatif karena pertandingan hanya membutuhkan area sekitar 25 x 25 meter tanpa lintasan panjang.

“Konsep lomba di pantai ini sangat menarik dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Jika sukses, bisa menjadi rujukan bagi negara-negara lain,” kata Sehat Kurniawan.

Untuk menjaga kualitas penilaian, AMBC akan menghadirkan juri internasional dari Jepang, China, Thailand, Filipina, serta Indonesia. Seluruh aspek teknis, termasuk pengamanan dan pengaturan penonton, akan dikoordinasikan bersama panitia lokal.

Sehat Kurniawan berharap penyelenggaraan Marching Music Sport Dunia 2027 dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga dan seni marching band, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jember.

Selain menjadi tuan rumah, Jember Marching Band juga ditunjuk sebagai wakil Indonesia dalam ajang tersebut. Di bawah kepemimpinan H. Tri Basuki, Jember Marching Band telah melakukan persiapan melalui seleksi dan pemusatan latihan selama sembilan bulan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.

Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Setelah hasil penyelidikan maksimal diperoleh, proses gelar perkara akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.