Rabu, 19 Agu 2026 03:13 WIB

Marching Music Sport Dunia 2027 Perdana Digelar di Jember

Foto: Penunjukan Jember sebagai tuan rumah disampaikan dalam kunjungan Vice President Asian Marching Band Confederation (AMBC) di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Minggu (25/1/2026).
Foto: Penunjukan Jember sebagai tuan rumah disampaikan dalam kunjungan Vice President Asian Marching Band Confederation (AMBC) di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Minggu (25/1/2026).

selalu.id – Kabupaten Jember ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan perdana Marching Music Sport Dunia 2027. Ajang olahraga dan seni marching band bertaraf global tersebut dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2027.

Penunjukan Jember sebagai tuan rumah disampaikan dalam kunjungan Vice President Asian Marching Band Confederation (AMBC) di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Minggu (25/1/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., didampingi Pj Sekda, Kepala Dinas Pariwisata, serta Ketua KORMI Jember.

Marching Music Sport merupakan ajang yang diinisiasi AMBC, organisasi marching band tingkat Asia yang menaungi 22 negara anggota. Hingga saat ini, sebanyak 12 negara telah menyatakan kesiapan mengikuti kejuaraan perdana tersebut.

Presiden AMBC, Sehat Kurniawan Saiman, mengatakan Marching Music Sport dirancang untuk mendorong marching band tidak hanya sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai cabang olahraga yang diakui secara internasional dan diarahkan menuju Olimpiade.

“Ini adalah kejuaraan Marching Music Sport pertama di dunia, dan Jember terpilih sebagai tuan rumah. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan besar,” ujar Sehat Kurniawan.

Ia menjelaskan, kejuaraan ini akan mempertandingkan berbagai nomor lomba dengan total 17 medali yang diperebutkan. Nomor tersebut meliputi marching music track putra dan putri dengan jarak 400 meter dan 800 meter, street parade, marching music battle, serta kategori color guard.

Salah satu konsep yang direncanakan adalah pelaksanaan marching music battle di kawasan pantai. Gagasan tersebut berasal dari Bupati Jember dan dinilai inovatif karena pertandingan hanya membutuhkan area sekitar 25 x 25 meter tanpa lintasan panjang.

“Konsep lomba di pantai ini sangat menarik dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Jika sukses, bisa menjadi rujukan bagi negara-negara lain,” kata Sehat Kurniawan.

Untuk menjaga kualitas penilaian, AMBC akan menghadirkan juri internasional dari Jepang, China, Thailand, Filipina, serta Indonesia. Seluruh aspek teknis, termasuk pengamanan dan pengaturan penonton, akan dikoordinasikan bersama panitia lokal.

Sehat Kurniawan berharap penyelenggaraan Marching Music Sport Dunia 2027 dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga dan seni marching band, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jember.

Selain menjadi tuan rumah, Jember Marching Band juga ditunjuk sebagai wakil Indonesia dalam ajang tersebut. Di bawah kepemimpinan H. Tri Basuki, Jember Marching Band telah melakukan persiapan melalui seleksi dan pemusatan latihan selama sembilan bulan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Seorang Ibu Rela jadi Pengantin Iblis Demi Sembuhkan Anaknya yang Cacat

Keputusan Ranti, menyelamatkan nyawa anaknya, Nina, membuahkan keajaiban; sang buah hati sembuh secara misterius setelah melakukan pernikahan dengan iblis.

Pengedar Sabu di Kawasan Rangkah Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan serangkaian penyelidikan, pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dapat Remisi HUT RI, Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Dijadwalkan Bebas Awal 2028

Sebagai informasi, Gus Muhdlor merupakan Bupati Sidoarjo periode 2021–2024 yang dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara pada Desember 2024 lalu.

Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro Kini Masuk Tahap Mediasi

Hasil dari proses perdamaian ini bakal menentukan apakah persidangan berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara atau diselesaikan secara damai.

Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

Alvin menegaskan ingin menggunakan momentum kepemimpinan baru untuk mempercepat pembenahan internal hingga meningkatkan kualitas pelayanan pada warga Surabaya.

Penanganan Karhutla Bromo Selesai, Posko Darurat Ditutup

Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih terhadap semua instansi yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.