Selasa, 03 Feb 2026 09:48 WIB

Sejumlah Kader Mengundurkan Diri Serentak Buntut Polemik Buser Surabaya Hebat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 10:38 WIB
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Buntut polemik kader Surabaya Hebat yang diusulkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi membuat sejumlah kader di Surabaya mengundurkan diri secara serentak. Mereka mengaku resah dan berat atas kebijakan baru yang diterapkan tersebut.

"Semua mengundurkan diri mulai hari ini, teman-teman (Kader) semua yang sudah mengabdikan dirinya untuk masyrakat," kata salah satu koordinator Kelurahan Keputih, Ninik Ria Kusuma Wati, saat dihubungi selalu.id, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Ninik menyampaikan bahwa peraturan baru tersebut memberatkan para kader, terutama yang mengabdi puluhan tahun. Ninik mengaku persyaratan baru itu harus lulusan SMP dan batasan usia 60 tahun.

"Kasian yang sudah sepuh dan puluhan tahun jadi kader. Kalau lulusan SD SMP masih semangat. Kita kasian, misalnya karena pengisiannya harus pakai link pake android, banyak yang ngutang pakai hape yang sudah puluhan tahun punya ijasah SD yang ingin mengabdi kepada masyarakat," ungkap Ninik.

Lebih lanjut Ninik mengungkapkan, terkait kenaikan insentif Rp 400 ribu untuk kader pun juga terlalu banyak persyaratan. Apalagi tidak adanya keterangan gaji tersebut.

"Iya naik, tapi banyak persyaratan. Langsung kasih cash kaya dulu jadikan enak. Setiap ada kegiatan langsung dikasih," jelasnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Oleh karena itu, Ninik menyampaikan bahwa per tanggal 1 Maret 2022 ini kader serentak berhenti. Kegiatan Peyuluhan Masyarakat (PKM) juga otomatis ditiadakan. Mereka menuntut tidak diberlakukan kebijakan baru.

"Mau kader kesehatan semuanya tak akan kerja," ungkapnya.

salah satu Koordinator Kader Kelurahan Morokrembangan, Tukul Bintaro mengatakan bahwa kader adalah relawan yang siap membantu dimana bidangnya tidak mengharapkan uang atau insentif.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Kalau nantinya program baru per RT ada tiga kader malah lebih bagus lagi, namun kalau nantinya kader yang baru itu belum ada bidangnya menjadikan tanda tanya,"jelas Tukul.

Selain itu, lanjut Tukul, nantinya kader-kader baru tersebut mendapatkan insentif, hal tersebut membuat kecemburuan untuk kader-kader yang tidak mendapatkan insentif.

"Usulan saya mohon diperjelas untuk kader yang bidangnya apa saja yang dibentuk oleh RT nantinya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.