Jumat, 23 Okt 2026 20:01 WIB

Sejumlah Kader Mengundurkan Diri Serentak Buntut Polemik Buser Surabaya Hebat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 10:38 WIB
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Buntut polemik kader Surabaya Hebat yang diusulkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi membuat sejumlah kader di Surabaya mengundurkan diri secara serentak. Mereka mengaku resah dan berat atas kebijakan baru yang diterapkan tersebut.

"Semua mengundurkan diri mulai hari ini, teman-teman (Kader) semua yang sudah mengabdikan dirinya untuk masyrakat," kata salah satu koordinator Kelurahan Keputih, Ninik Ria Kusuma Wati, saat dihubungi selalu.id, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Ninik menyampaikan bahwa peraturan baru tersebut memberatkan para kader, terutama yang mengabdi puluhan tahun. Ninik mengaku persyaratan baru itu harus lulusan SMP dan batasan usia 60 tahun.

"Kasian yang sudah sepuh dan puluhan tahun jadi kader. Kalau lulusan SD SMP masih semangat. Kita kasian, misalnya karena pengisiannya harus pakai link pake android, banyak yang ngutang pakai hape yang sudah puluhan tahun punya ijasah SD yang ingin mengabdi kepada masyarakat," ungkap Ninik.

Lebih lanjut Ninik mengungkapkan, terkait kenaikan insentif Rp 400 ribu untuk kader pun juga terlalu banyak persyaratan. Apalagi tidak adanya keterangan gaji tersebut.

"Iya naik, tapi banyak persyaratan. Langsung kasih cash kaya dulu jadikan enak. Setiap ada kegiatan langsung dikasih," jelasnya.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Oleh karena itu, Ninik menyampaikan bahwa per tanggal 1 Maret 2022 ini kader serentak berhenti. Kegiatan Peyuluhan Masyarakat (PKM) juga otomatis ditiadakan. Mereka menuntut tidak diberlakukan kebijakan baru.

"Mau kader kesehatan semuanya tak akan kerja," ungkapnya.

salah satu Koordinator Kader Kelurahan Morokrembangan, Tukul Bintaro mengatakan bahwa kader adalah relawan yang siap membantu dimana bidangnya tidak mengharapkan uang atau insentif.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

"Kalau nantinya program baru per RT ada tiga kader malah lebih bagus lagi, namun kalau nantinya kader yang baru itu belum ada bidangnya menjadikan tanda tanya,"jelas Tukul.

Selain itu, lanjut Tukul, nantinya kader-kader baru tersebut mendapatkan insentif, hal tersebut membuat kecemburuan untuk kader-kader yang tidak mendapatkan insentif.

"Usulan saya mohon diperjelas untuk kader yang bidangnya apa saja yang dibentuk oleh RT nantinya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.

Pemkab Mojokerto Gelontorkan Rp812 Juta Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dan Berprestasi

Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.