Jumat, 05 Jun 2026 17:22 WIB

Sejumlah Kader Mengundurkan Diri Serentak Buntut Polemik Buser Surabaya Hebat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 10:38 WIB
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Buntut polemik kader Surabaya Hebat yang diusulkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi membuat sejumlah kader di Surabaya mengundurkan diri secara serentak. Mereka mengaku resah dan berat atas kebijakan baru yang diterapkan tersebut.

"Semua mengundurkan diri mulai hari ini, teman-teman (Kader) semua yang sudah mengabdikan dirinya untuk masyrakat," kata salah satu koordinator Kelurahan Keputih, Ninik Ria Kusuma Wati, saat dihubungi selalu.id, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Ninik menyampaikan bahwa peraturan baru tersebut memberatkan para kader, terutama yang mengabdi puluhan tahun. Ninik mengaku persyaratan baru itu harus lulusan SMP dan batasan usia 60 tahun.

"Kasian yang sudah sepuh dan puluhan tahun jadi kader. Kalau lulusan SD SMP masih semangat. Kita kasian, misalnya karena pengisiannya harus pakai link pake android, banyak yang ngutang pakai hape yang sudah puluhan tahun punya ijasah SD yang ingin mengabdi kepada masyarakat," ungkap Ninik.

Lebih lanjut Ninik mengungkapkan, terkait kenaikan insentif Rp 400 ribu untuk kader pun juga terlalu banyak persyaratan. Apalagi tidak adanya keterangan gaji tersebut.

"Iya naik, tapi banyak persyaratan. Langsung kasih cash kaya dulu jadikan enak. Setiap ada kegiatan langsung dikasih," jelasnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Oleh karena itu, Ninik menyampaikan bahwa per tanggal 1 Maret 2022 ini kader serentak berhenti. Kegiatan Peyuluhan Masyarakat (PKM) juga otomatis ditiadakan. Mereka menuntut tidak diberlakukan kebijakan baru.

"Mau kader kesehatan semuanya tak akan kerja," ungkapnya.

salah satu Koordinator Kader Kelurahan Morokrembangan, Tukul Bintaro mengatakan bahwa kader adalah relawan yang siap membantu dimana bidangnya tidak mengharapkan uang atau insentif.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kalau nantinya program baru per RT ada tiga kader malah lebih bagus lagi, namun kalau nantinya kader yang baru itu belum ada bidangnya menjadikan tanda tanya,"jelas Tukul.

Selain itu, lanjut Tukul, nantinya kader-kader baru tersebut mendapatkan insentif, hal tersebut membuat kecemburuan untuk kader-kader yang tidak mendapatkan insentif.

"Usulan saya mohon diperjelas untuk kader yang bidangnya apa saja yang dibentuk oleh RT nantinya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.