Selasa, 03 Feb 2026 22:17 WIB

Sejumlah Kader Mengundurkan Diri Serentak Buntut Polemik Buser Surabaya Hebat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 10:38 WIB
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Buntut polemik kader Surabaya Hebat yang diusulkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi membuat sejumlah kader di Surabaya mengundurkan diri secara serentak. Mereka mengaku resah dan berat atas kebijakan baru yang diterapkan tersebut.

"Semua mengundurkan diri mulai hari ini, teman-teman (Kader) semua yang sudah mengabdikan dirinya untuk masyrakat," kata salah satu koordinator Kelurahan Keputih, Ninik Ria Kusuma Wati, saat dihubungi selalu.id, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

Ninik menyampaikan bahwa peraturan baru tersebut memberatkan para kader, terutama yang mengabdi puluhan tahun. Ninik mengaku persyaratan baru itu harus lulusan SMP dan batasan usia 60 tahun.

"Kasian yang sudah sepuh dan puluhan tahun jadi kader. Kalau lulusan SD SMP masih semangat. Kita kasian, misalnya karena pengisiannya harus pakai link pake android, banyak yang ngutang pakai hape yang sudah puluhan tahun punya ijasah SD yang ingin mengabdi kepada masyarakat," ungkap Ninik.

Lebih lanjut Ninik mengungkapkan, terkait kenaikan insentif Rp 400 ribu untuk kader pun juga terlalu banyak persyaratan. Apalagi tidak adanya keterangan gaji tersebut.

"Iya naik, tapi banyak persyaratan. Langsung kasih cash kaya dulu jadikan enak. Setiap ada kegiatan langsung dikasih," jelasnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Oleh karena itu, Ninik menyampaikan bahwa per tanggal 1 Maret 2022 ini kader serentak berhenti. Kegiatan Peyuluhan Masyarakat (PKM) juga otomatis ditiadakan. Mereka menuntut tidak diberlakukan kebijakan baru.

"Mau kader kesehatan semuanya tak akan kerja," ungkapnya.

salah satu Koordinator Kader Kelurahan Morokrembangan, Tukul Bintaro mengatakan bahwa kader adalah relawan yang siap membantu dimana bidangnya tidak mengharapkan uang atau insentif.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

"Kalau nantinya program baru per RT ada tiga kader malah lebih bagus lagi, namun kalau nantinya kader yang baru itu belum ada bidangnya menjadikan tanda tanya,"jelas Tukul.

Selain itu, lanjut Tukul, nantinya kader-kader baru tersebut mendapatkan insentif, hal tersebut membuat kecemburuan untuk kader-kader yang tidak mendapatkan insentif.

"Usulan saya mohon diperjelas untuk kader yang bidangnya apa saja yang dibentuk oleh RT nantinya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.