Kamis, 04 Jun 2026 04:46 WIB

Wali Kota Madiun Digiring Keluar dari Mapolres dengan Wajah Tertutup Masker

Foto: Wali Kota Madiun saat keluar dari ruang pemeriksaan.
Foto: Wali Kota Madiun saat keluar dari ruang pemeriksaan.

selalu.id - Komisi Pemberantasan Korupsi membawa Wali Kota Madiun, Maidi, ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan di Polres Madiun, Senin (19/1/2026).

Maidi terlihat keluar dari ruang pemeriksaan Polres Madiun mengenakan masker, topi, dan jaket. Ia hanya melambaikan tangan kepada awak media tanpa memberikan keterangan sebelum masuk ke dalam mobil hitam yang telah menunggu.

Baca Juga: Ipong Muchilissoni Disebut Terlibat dalam Korupsi Eks Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Sejumlah wartawan sempat mencoba mengajukan pertanyaan, namun orang nomor satu di Kota Madiun tersebut memilih bungkam dan langsung meninggalkan lokasi.

Kapolres Madiun AKBP Kemas Indranatanegara membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK sejak pagi hari.

“Betul, sekitar pukul 08.30 WIB KPK mendatangi Polres Madiun melakukan pemeriksaan,” kata AKBP Kemas.

Ia menjelaskan, pihak Polres Madiun memfasilitasi empat ruangan untuk keperluan pemeriksaan yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.

“Tempat kami fasilitasi di ruangan reskrim Polres Madiun ada empat ruangan kami fasilitasi,” ujarnya.

Baca Juga: Kantor Petrogas Jatim Utama Didemo, Diduga Ada Praktik Korupsi Dana CSR

Namun demikian, AKBP Kemas mengaku tidak mengetahui detail teknis pemeriksaan karena sepenuhnya menjadi kewenangan KPK.

Sebelumnya, KPK dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan di wilayah Kota Madiun. Salah satu pihak yang diamankan adalah Wali Kota Madiun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya kegiatan penyelidikan tertutup tersebut.

“Benar, hari ini Senin 19 Januari, tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur,” ujar Budi saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Kesaksian Mantan Tim Sukses Sugiri Sancoko dalam Pusaran Kasus Korupsi Fee Proyek

Ia menambahkan, dari jumlah tersebut, sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Salah satunya Wali Kota Madiun. Selain itu tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” terangnya.

Menurut Budi, peristiwa tangkap tangan tersebut diduga berkaitan dengan fee proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR di wilayah Kota Madiun.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.