Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Tiga Wisatawan dan Tujuh Motor Tercebur ke Telaga Sarangan Magetan, Begini Kronologinya

Lokasi amblas di Telaga Sarangan. Terlihat satu motor yang terguling dan hampir tercebur
Lokasi amblas di Telaga Sarangan. Terlihat satu motor yang terguling dan hampir tercebur

selalu.id - Sebanyak tujuh sepeda motor serta beberapa pengunjung tercebur ke Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan setelah tanah longsor terjadi di bibir telaga, Sabtu (17/1/2026).

Untungnya, pengunjung yang tercebur langsung dievakuasi ke atas Telaga Sarangan. Namun, untuk sepeda motor harus menunggu tim BPBD Kabupaten Magetan.

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Salah Satu korban Rico Ardana mengatakan, kejadian berawal ketika ia bersama rombongan berhenti untuk beristirahat dan mengambil foto.

"Kami menepi karena lokasinya pemandangannya menarik. Tapi dalam sekejap, tidak sampai 5 menit, terjadi Tanah Longsor. Hanya beberapa menit usai kami menepi," kata Rico.

Wisatawan asal Boyolali, Jawa Tengah tersebut menambahkan, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Bahkan saat kejadian kawasan sekitar cukup ramai dan banyak pengendara sepeda motor juga berhenti untuk beristirahat.

"Tidak sedikit sepeda motor yang terkena dampaknya. Ada 4 unit Yamaha Aerox, 1 unit Yamaha NMAX, sepeda motor lain milik pengunjung berbeda, seperti Honda GL dan satu unit motor merk Astra,” imbuhnya.

Menurutnya, satu sepeda motor sudah berhasil dievakuasi. Sedangkan lainnya masih tertimbun dan belum bisa diangkat. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini

"Total sekitar tiga orang terseret, tapi alhamdulillah selamat. Tidak ada tanda-tanda longsor, tidak ada peringatan atau larangan untuk beristirahat di sini. Kejadiannya benar-benar mendadak," jelasnya.

Baca Juga: Baru Tiga Bulan Menjabat, Kajari Magetan Dezi Septipermana Dicopot

Sementara, Plt Kalaksa BPBD Magetan Cahaya Wijaya mengatakan, dari 6 sepeda motor milik wisatawan, 3 diantaranya berhasil dievakuasi dari Telaga Sarangan.

"Evakuasi beberapa unit sepeda motor terus berjalan. Dari bencana ini tidak ada korban jiwa,” ujar Cahaya.

Menurutnya, penanganan melibatkan petugas gabungan dari Lifeguard Dinas Pariwisata dan BPBD Kabupaten Magetan, juga dihadiri kepolisian, relawan, dan BBWS

Agar tidak terulang kejadian serupa, dalam waktu dekat Pemkab Magetan akan mengadakan pertemuan, terkait keselamatan yang ada di Telaga Sarangan.

Baca Juga: Ringkus Komplotan Pembobol Toko Perhiasan, Polres Magetan Kembalikan Emas Senilai Rp 1 Miliar

"Beberapa titik-titik tertentu ada yang harus dievaluasi karena kondisinya rawan," jelasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada para wisatawan untuk berhati-hati, dan meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih lagi sebelumnya di tempat yang sama, juga terjadi Tanah Longsor dengan membawa material tanah dan batu besar dari tebing.

"Kejadian longsor ini di bibir telaga, dengan panjang sekitar 70 meteran, tinggi sekitar 3 atau 4 meter," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.