Senin, 19 Okt 2026 22:18 WIB

261 Orang Keracunan MBG di Mojokerto, DPRD Jatim Minta Evaluasi SOP

Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa 261 orang di Kabupaten Mojokerto.

Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Golkar Sumardi meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur atau SOP program tersebut. Peristiwa keracunan terjadi pada Jumat (9/1/2026) setelah penerima manfaat, yang mayoritas pelajar dan santri, mengonsumsi menu soto ayam dari Satuan Pemasakan Penyedia Gizi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Para korban mengalami gejala mual, muntah, demam, hingga diare. Sebagian di antaranya harus menjalani perawatan di posko kesehatan dan rumah sakit rujukan.

Sumardi menilai jumlah korban yang besar menjadi peringatan serius terhadap tata kelola program MBG. Menurutnya, dampak kejadian tersebut tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma psikologis pada siswa serta kekhawatiran orang tua.

“Korban cukup banyak. Ini harus dievaluasi total, karena dampaknya bukan hanya kesehatan, tapi juga psikologis siswa dan orang tua,” ujar Sumardi saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan evaluasi harus mencakup seluruh rantai pelaksanaan MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

“Kalau SOP tidak dijalankan dengan disiplin, risikonya besar. Ini harus ditelusuri dari hulu ke hilir,” katanya.

Sumardi juga menyoroti potensi risiko pada menu makanan basah apabila terdapat jeda waktu terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu pertumbuhan bakteri yang membahayakan kesehatan.

“Jarak waktu masak dan konsumsi yang terlalu lama harus benar-benar dikontrol,” tegasnya.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Ia mendorong agar SOP MBG ditinjau ulang dan dipastikan dijalankan secara konsisten di lapangan. Menurutnya, SOP yang telah disusun melalui kajian tidak boleh diabaikan meski program dijalankan dalam skala besar.

“Program ini sebenarnya baik. Jangan sampai karena kelalaian teknis, kepercayaan masyarakat justru menurun,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).