Minggu, 01 Feb 2026 15:20 WIB

261 Orang Keracunan MBG di Mojokerto, DPRD Jatim Minta Evaluasi SOP

Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa 261 orang di Kabupaten Mojokerto.

Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Golkar Sumardi meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur atau SOP program tersebut. Peristiwa keracunan terjadi pada Jumat (9/1/2026) setelah penerima manfaat, yang mayoritas pelajar dan santri, mengonsumsi menu soto ayam dari Satuan Pemasakan Penyedia Gizi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi.

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Para korban mengalami gejala mual, muntah, demam, hingga diare. Sebagian di antaranya harus menjalani perawatan di posko kesehatan dan rumah sakit rujukan.

Sumardi menilai jumlah korban yang besar menjadi peringatan serius terhadap tata kelola program MBG. Menurutnya, dampak kejadian tersebut tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma psikologis pada siswa serta kekhawatiran orang tua.

“Korban cukup banyak. Ini harus dievaluasi total, karena dampaknya bukan hanya kesehatan, tapi juga psikologis siswa dan orang tua,” ujar Sumardi saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan evaluasi harus mencakup seluruh rantai pelaksanaan MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Baca Juga: Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

“Kalau SOP tidak dijalankan dengan disiplin, risikonya besar. Ini harus ditelusuri dari hulu ke hilir,” katanya.

Sumardi juga menyoroti potensi risiko pada menu makanan basah apabila terdapat jeda waktu terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu pertumbuhan bakteri yang membahayakan kesehatan.

“Jarak waktu masak dan konsumsi yang terlalu lama harus benar-benar dikontrol,” tegasnya.

Baca Juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

Ia mendorong agar SOP MBG ditinjau ulang dan dipastikan dijalankan secara konsisten di lapangan. Menurutnya, SOP yang telah disusun melalui kajian tidak boleh diabaikan meski program dijalankan dalam skala besar.

“Program ini sebenarnya baik. Jangan sampai karena kelalaian teknis, kepercayaan masyarakat justru menurun,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Jika kalian ingin performa motor tetap bandel atau tahan lama meski diterjang hujan maupun banjir, mungkin cara ini bisa jadi rekomendasi.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.

Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Selain pembangunan baru, pemkot juga melakukan normalisasi saluran dengan pengerukan sedimentasi menggunakan alat berat serta tenaga satuan tugas (Satgas).

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.

Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Pada 2026, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada di Surabaya.