Selasa, 10 Feb 2026 13:38 WIB

261 Orang Keracunan MBG di Mojokerto, DPRD Jatim Minta Evaluasi SOP

Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa 261 orang di Kabupaten Mojokerto.

Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Golkar Sumardi meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur atau SOP program tersebut. Peristiwa keracunan terjadi pada Jumat (9/1/2026) setelah penerima manfaat, yang mayoritas pelajar dan santri, mengonsumsi menu soto ayam dari Satuan Pemasakan Penyedia Gizi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi.

Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Para korban mengalami gejala mual, muntah, demam, hingga diare. Sebagian di antaranya harus menjalani perawatan di posko kesehatan dan rumah sakit rujukan.

Sumardi menilai jumlah korban yang besar menjadi peringatan serius terhadap tata kelola program MBG. Menurutnya, dampak kejadian tersebut tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma psikologis pada siswa serta kekhawatiran orang tua.

“Korban cukup banyak. Ini harus dievaluasi total, karena dampaknya bukan hanya kesehatan, tapi juga psikologis siswa dan orang tua,” ujar Sumardi saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan evaluasi harus mencakup seluruh rantai pelaksanaan MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

“Kalau SOP tidak dijalankan dengan disiplin, risikonya besar. Ini harus ditelusuri dari hulu ke hilir,” katanya.

Sumardi juga menyoroti potensi risiko pada menu makanan basah apabila terdapat jeda waktu terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu pertumbuhan bakteri yang membahayakan kesehatan.

“Jarak waktu masak dan konsumsi yang terlalu lama harus benar-benar dikontrol,” tegasnya.

Baca Juga: Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkot Mojokerto Gelar Kerja Bakti Massal

Ia mendorong agar SOP MBG ditinjau ulang dan dipastikan dijalankan secara konsisten di lapangan. Menurutnya, SOP yang telah disusun melalui kajian tidak boleh diabaikan meski program dijalankan dalam skala besar.

“Program ini sebenarnya baik. Jangan sampai karena kelalaian teknis, kepercayaan masyarakat justru menurun,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.