Kamis, 17 Sep 2026 23:39 WIB

Parkir Non Tunai Gagal Berlaku Menyeluruh 2026, Pemkot Surabaya Berdalih Masih Masa Transisi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 11 Jan 2026 12:23 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemberlakuan aturan parkir non-tunai di Surabaya gagal berlaku memyeluruh pada 2026. Padahal aturan ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya nomor 36 tahun 2019, yang merupakan perubahan dari Perwali sebelumnya.

Perwali 36, 2019 mengatur tata cara pembayaran retribusi parkir non-tunai menggunakan uang elektronik, mobile banking, atau QRIS. 

Baca Juga: Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

Aturan ini sejatinya akan diterapkan secara penuh di awal 2026 untuk mewujudkan sistem parkir digital di Kota Surabaya. Namun hingga kini belum keseluruhan pelaku usaha melengkapi gerai mereka dengan sistem parkir meter atau sejenisnya.

Selain telah menerbitkan Perwali tujuh tahun lalu, survey di tengah warga Surabaya mengindikasikan pola pembayaran parkir non-tunai lebih diminati.

“Polling kami menunjukkan seluruh warga Surabaya menginginkan parkir non-tunai. Maka mulai hari ini saya mengimbau agar itu kita jalankan bersama,” ujar Eri Cahyadi, pada Jumat (9/1/2026).

Ia mengakui, penerapan sistem non-tunai masih dalam masa transisi. Namun, pengusaha yang memiliki lahan parkir di dalam area usahanya diminta menjadi pionir perubahan dengan mulai meninggalkan transaksi tunai.

Menurut Eri, sistem parkir non-tunai dapat diterapkan dengan berbagai cara, menyesuaikan kondisi tempat usaha. Bagi usaha berskala besar, penggunaan gate system dinilai efektif. 

Baca Juga: Temukan Indikasi Pungli Setoran Tunai, Wali Kota Eri Siap Sapu Bersih Jukir hingga Pejabat Dishub

Sementara bagi usaha yang lebih kecil, Pemkot telah menyiapkan perangkat EDC yang mendukung pembayaran QRIS hingga seluruh kartu uang elektronik.

“Alatnya bisa pakai QRIS, bisa pakai semua e-toll yang ada. Jadi tidak ada alasan lagi,” tegasnya.

Lebih jauh, Eri menilai parkir tunai kerap memicu kecurigaan dan konflik, baik antara pengelola dan petugas parkir maupun antara pengusaha dan pemerintah. Digitalisasi, kata dia, menjadi solusi untuk memutus persoalan klasik tersebut.

Baca Juga: Atasi Kebocoran PAD, DPRD Surabaya Gagas Retribusi Parkir Dihapus dan Digabung Pajak Kendaraan

“Tidak ada lagi saling menuduh. Harusnya parkir 10 kok tercatat 5. Dari situlah muncul engkel-engkelan. Non-tunai ini menghadirkan kejujuran,” ucapnya.

Eri menekankan, transparansi yang lahir dari sistem non-tunai akan menciptakan rasa saling percaya. Kepercayaan itulah yang diyakini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Kota Surabaya ke depan.

“Kapan kita berubah kalau tidak dimulai sekarang? Dengan non-tunai, ada trust, ada transparansi, dan itu yang akan menguatkan pembangunan Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Penyelenggaraan SRC merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya bersama KONI untuk memastikan atlet tetap memiliki ruang bertanding dan kembangkan prestasi.

Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Dinkopumdag Surabaya meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera melapor jika memiliki bukti transaksi jual beli maupun sewa-menyewa lapak.

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.