Kamis, 04 Jun 2026 21:37 WIB

Tuding JTV, Wawali Armuji Ceritakan Penyebab Viralnya Kasus Nenek Elina

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Jan 2026 16:18 WIB

selalu.id - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengaku bahwa dirinya bukan pihak yang pertama kali memviralkan peristiwa kasus rumah Nenek Elina  melainkan media televisi yang lebih dahulu meliput kejadian tersebut.

Hal itu disampaikan Armuji di konferensi mediasi dan Dialog Terbuka bersama ormas Ketum DPP Madas Muhammad Taufik, di Universitas Unitomo (Unitomo), Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Singkat cerita, saat saya melakukan sidak ke rumah Nenek Elina karena ada laporan yang masuk, yang pertama kali memviralkan itu bukan saya. Tapi televisi JTV. Karena itu untuk kepentingan pemberitaan,” ujar Armuji, saat konpres.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke lokasi murni karena adanya laporan masyarakat yang masuk secara berulang. Dalam pertemuan tersebut, Armuji menekankan agar Nenek Elina dan keluarganya diposisikan sebagai korban.

“Saya datang ke sana dan saya sampaikan, harus dikatakan bahwa Nenek Elina dan keluarganya adalah korban,” tegasnya.

Dalam proses dialog di lokasi, Armuji mengaku baru mengetahui nama seseorang bernama Samuel saat diskusi berlangsung antara pihak keluarga korban dan RT/RW setempat. Seluruh dialog tersebut, menurutnya, direkam secara utuh tanpa pemotongan.

“Video yang beredar di YouTube itu durasinya panjang dan tidak pernah saya putus, supaya jelas dan gamblang,” katanya.

Terkait polemik penyebutan atribut organisasi, Armuji menegaskan bahwa sejak awal ia berkali-kali menyebut istilah “oknum”, bukan organisasi tertentu atau Madas.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

“Berulang kali, sekitar 10 kali, saya menyebut ‘oknum’. Tapi saya akui, mungkin ada kekhilafan saya satu kali menyebut nama Madas,” ucapnya.

Armuji menjelaskan, kekeliruan tersebut muncul saat terjadi dialog lanjutan dengan beberapa pihak di lokasi yang mempertanyakan oknum dimaksud. Ia menyebut, tulisan pada atribut yang dikenakan seseorang sempat disalahartikan.

“Ternyata itu bukan atribut Madas, melainkan atribut Gong xi fa cai atas kekhilafan itu, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Armuji.

Ia menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk menstigma organisasi tertentu. Menurutnya, kekeliruan tersebut murni kesalahan pribadi yang terjadi di tengah situasi dialog yang dinamis.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

“Tidak ada niatan apa pun ke arah sana. Hati kecil saya tidak pernah berniat menuduh Madas. Sekali lagi, saya mohon maaf,” katanya.

Armuji juga menyampaikan apresiasi atas sikap Ketua Umum Madas, Mohammad Taufik, yang telah lebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya dan warga Madura secara luas.

Ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama agar ke depan tidak terjadi kesalahpahaman serupa.

“Ini menjadi bahan introspeksi, koreksi, dan pembelajaran bagi kita semua. Tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Gugat MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.