Kamis, 04 Jun 2026 13:21 WIB

Tuding JTV, Wawali Armuji Ceritakan Penyebab Viralnya Kasus Nenek Elina

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Jan 2026 16:18 WIB

selalu.id - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengaku bahwa dirinya bukan pihak yang pertama kali memviralkan peristiwa kasus rumah Nenek Elina  melainkan media televisi yang lebih dahulu meliput kejadian tersebut.

Hal itu disampaikan Armuji di konferensi mediasi dan Dialog Terbuka bersama ormas Ketum DPP Madas Muhammad Taufik, di Universitas Unitomo (Unitomo), Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Singkat cerita, saat saya melakukan sidak ke rumah Nenek Elina karena ada laporan yang masuk, yang pertama kali memviralkan itu bukan saya. Tapi televisi JTV. Karena itu untuk kepentingan pemberitaan,” ujar Armuji, saat konpres.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke lokasi murni karena adanya laporan masyarakat yang masuk secara berulang. Dalam pertemuan tersebut, Armuji menekankan agar Nenek Elina dan keluarganya diposisikan sebagai korban.

“Saya datang ke sana dan saya sampaikan, harus dikatakan bahwa Nenek Elina dan keluarganya adalah korban,” tegasnya.

Dalam proses dialog di lokasi, Armuji mengaku baru mengetahui nama seseorang bernama Samuel saat diskusi berlangsung antara pihak keluarga korban dan RT/RW setempat. Seluruh dialog tersebut, menurutnya, direkam secara utuh tanpa pemotongan.

“Video yang beredar di YouTube itu durasinya panjang dan tidak pernah saya putus, supaya jelas dan gamblang,” katanya.

Terkait polemik penyebutan atribut organisasi, Armuji menegaskan bahwa sejak awal ia berkali-kali menyebut istilah “oknum”, bukan organisasi tertentu atau Madas.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

“Berulang kali, sekitar 10 kali, saya menyebut ‘oknum’. Tapi saya akui, mungkin ada kekhilafan saya satu kali menyebut nama Madas,” ucapnya.

Armuji menjelaskan, kekeliruan tersebut muncul saat terjadi dialog lanjutan dengan beberapa pihak di lokasi yang mempertanyakan oknum dimaksud. Ia menyebut, tulisan pada atribut yang dikenakan seseorang sempat disalahartikan.

“Ternyata itu bukan atribut Madas, melainkan atribut Gong xi fa cai atas kekhilafan itu, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Armuji.

Ia menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk menstigma organisasi tertentu. Menurutnya, kekeliruan tersebut murni kesalahan pribadi yang terjadi di tengah situasi dialog yang dinamis.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

“Tidak ada niatan apa pun ke arah sana. Hati kecil saya tidak pernah berniat menuduh Madas. Sekali lagi, saya mohon maaf,” katanya.

Armuji juga menyampaikan apresiasi atas sikap Ketua Umum Madas, Mohammad Taufik, yang telah lebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya dan warga Madura secara luas.

Ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama agar ke depan tidak terjadi kesalahpahaman serupa.

“Ini menjadi bahan introspeksi, koreksi, dan pembelajaran bagi kita semua. Tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.