Sabtu, 05 Sep 2026 16:58 WIB

Tuding JTV, Wawali Armuji Ceritakan Penyebab Viralnya Kasus Nenek Elina

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Jan 2026 16:18 WIB

selalu.id - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengaku bahwa dirinya bukan pihak yang pertama kali memviralkan peristiwa kasus rumah Nenek Elina  melainkan media televisi yang lebih dahulu meliput kejadian tersebut.

Hal itu disampaikan Armuji di konferensi mediasi dan Dialog Terbuka bersama ormas Ketum DPP Madas Muhammad Taufik, di Universitas Unitomo (Unitomo), Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

“Singkat cerita, saat saya melakukan sidak ke rumah Nenek Elina karena ada laporan yang masuk, yang pertama kali memviralkan itu bukan saya. Tapi televisi JTV. Karena itu untuk kepentingan pemberitaan,” ujar Armuji, saat konpres.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke lokasi murni karena adanya laporan masyarakat yang masuk secara berulang. Dalam pertemuan tersebut, Armuji menekankan agar Nenek Elina dan keluarganya diposisikan sebagai korban.

“Saya datang ke sana dan saya sampaikan, harus dikatakan bahwa Nenek Elina dan keluarganya adalah korban,” tegasnya.

Dalam proses dialog di lokasi, Armuji mengaku baru mengetahui nama seseorang bernama Samuel saat diskusi berlangsung antara pihak keluarga korban dan RT/RW setempat. Seluruh dialog tersebut, menurutnya, direkam secara utuh tanpa pemotongan.

“Video yang beredar di YouTube itu durasinya panjang dan tidak pernah saya putus, supaya jelas dan gamblang,” katanya.

Terkait polemik penyebutan atribut organisasi, Armuji menegaskan bahwa sejak awal ia berkali-kali menyebut istilah “oknum”, bukan organisasi tertentu atau Madas.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

“Berulang kali, sekitar 10 kali, saya menyebut ‘oknum’. Tapi saya akui, mungkin ada kekhilafan saya satu kali menyebut nama Madas,” ucapnya.

Armuji menjelaskan, kekeliruan tersebut muncul saat terjadi dialog lanjutan dengan beberapa pihak di lokasi yang mempertanyakan oknum dimaksud. Ia menyebut, tulisan pada atribut yang dikenakan seseorang sempat disalahartikan.

“Ternyata itu bukan atribut Madas, melainkan atribut Gong xi fa cai atas kekhilafan itu, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Armuji.

Ia menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk menstigma organisasi tertentu. Menurutnya, kekeliruan tersebut murni kesalahan pribadi yang terjadi di tengah situasi dialog yang dinamis.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

“Tidak ada niatan apa pun ke arah sana. Hati kecil saya tidak pernah berniat menuduh Madas. Sekali lagi, saya mohon maaf,” katanya.

Armuji juga menyampaikan apresiasi atas sikap Ketua Umum Madas, Mohammad Taufik, yang telah lebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya dan warga Madura secara luas.

Ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama agar ke depan tidak terjadi kesalahpahaman serupa.

“Ini menjadi bahan introspeksi, koreksi, dan pembelajaran bagi kita semua. Tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.