Selasa, 29 Sep 2026 21:34 WIB

Warga Peneleh Surabaya Usulkan Kampungnya Jadi Kawasan Wisata Sejarah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Feb 2022 18:27 WIB
Salah satu rumah di Kampung Peneleh, Surabaya
Salah satu rumah di Kampung Peneleh, Surabaya

selalu.id - Warga Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya mengusulkan kampungnya menjadi tempat wisata karena memilki tempat sejarah panjang bagi Surabaya, bahkan Indonesia.

Kampung Peneleh adalah tempat masa kecil Presiden Republik Indonesia pertama Ir Soekarno tepatnya di Jalan Pandean IV nomor 50, Kelurahan Peneleh. Saat ini,rumah yang ditinggali itu telah menjadi cagar budaya nasional.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Warga Setempat, H Jupri mengatakan bahwa kawasan peneleh bukan kampung biasa. Kampung ini cikal bakalnya pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia.

"Bung Karno besar disini, Tjokroaminoto tinggal disini, nuansa sejarah kenegaraannya sangat kental. Jadi bukan hanya Tunjungan Romansa saja, Peneleh lebih kental jejak sejarahnya," ujar Jupri, Kamis (24/4/2022).

Jupri menjelaskan, Kampung ini menjadi kampung tertua di Surabaya, karena salah satu ciri kampung kuno adalah banyaknya makam di permukiman warga

"Meskipun sekarang sudah padat, beberapa jejak makam itu masih bisa kita jumpai. Dulu satu rumah itu bisa punya makam empat sampai lima disekitaran rumah," jelas Jupri.

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengatakan bahwa warga kampung tersebut menginginkan ada UMKM warga Peneleh sama seperti di Tunjungan Romansa.

Baca Juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Sehingga ketika Kampung Peneleh menjadi kampung wisata, warga pun bisa berjualan di Kampung Peneleh.

Budi juga akan mencoba melakukan komunikasi dan kajian sejarah lanjutan untuk membangun Kampung Peneleh menjadi wisata sejarah di Surabaya

"Kita akan coba kaji, saya nanti akan mencoba komunikasi dengan Dinas terkait. Secara pribadi memiliki pandangan jika Peneleh layak menjadi lokasi wisata sejarah. Bahkan sudah lama saya menginginkan itu," ucap Bulek sapaan akrabnya.

Baca Juga: SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum

Lebih lanjut Bulek menambahkan, kampung Peneleh bisa menjadi tempat wisata, tak hanya Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang bisa berjualan, kegiatan pengelolaan parkir hingga kesenian juga bisa dilakukan di sana

"Dari situ kita bisa memulai kebangkitan ekonomi. Dimana sumber dayanya kita tinggal manfaatkan dari wilayah setempat. Baik pengelolaan lahan parkir, wisata kuliner dan oleh-oleh khas Suroboyo serta hal lain yang bisa diwujudkan. Tapi jangan lupa, warganya juga harus upgrade diri, upgrade skill," jelas Bulek. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.

Jatanras Polda Jatim Gulung Komplotan Curanmor Lintas Kota, Ini Tampang Pelakunya

Saat ini, polisi terus melakukan pendalaman lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau selalu waspada dengan segala bentuk modus kejahatan.

Arah Baru Pengembangan Rumah Sakit di Sidoarjo

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan medis yang proporsional dan tidak menumpuk di satu titik.