Emak-emak di Jawa Timur Lebih Pilih Risma daripada Khofifah untuk Pilpres 2024
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 23 Feb 2022 20:54 WIB
selalu.id - Nama Menteri Sosial Tri Rismaharini muncul di peringkat 3 besar dalam survei kandidat pilihan presiden 2024 yang digelar Surabaya Survey Center (SSC).
Survei dengan responden 1.070 ibu-ibu di Jawa Timur ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Nama mantan Wali Kota Surabaya ini bahkan mengungguli Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah
Direktur SSC, Mochtar Wahyu Oetomo mengungkapkan hasil survey elektabilitas Capres pilihan emak-emak kali ini nama Tri Rismaharini memuncaki perolehan yakni 10,8 persen.
"Justru emaknya Jatim, Khofifah Indar Parawansa hanya mengantongi 5 persen, baru disusul Puan Maharani 1,3 persen," ujarnya dalam konfrensi pers di Surabaya, Rabu (23/2/2022).
Data lengkap SSC untuk kandidat Pilpres 2024 menyebutkan, Ganjar Pranowo dengan capaian 16,3 persen, Prabowo dengan perolehan 15,6 persen.
Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu
"Sementara, nama-nama lain yang muncul seperti Anies Baswedan dengan 4,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono dengan 4,8 persen, Sandiaga Uno ada 3 persen, dan Ridwan Kamil meraih 2,3 persen. Bahkan nama-nama lainnya masih di bawah lagi, seperti Erik Thohir dengan 2 persen, Muhaimin Iskandar 1,5 persen, Airlangga Hartarto dengan 0,8 persen, serta Moeldoko 0,6 persen. Sementara yang memilih lainnya ada 1,2 persen," imbuhnya.
Risma dianggap sebagai tipe pekerja keras dan tangguh. Sebagai politisi teknokrat perempuan, Risma dirasa cocok dikonteskan di level-level yang berat.
Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya
Meski demikian, pria yang juga dosen di Universitas Trunojoyo Madura ini mengungkapkan jika ceruk di kalangan emak-emak untuk bursa capres masih begitu terbuka.
"Di survey elektabilitas kali ini, 29,9 persen memilih tidak tahu dan tidak menjawab. Ini ceruk yang sangat potensial mengingat Pilpres masih di tahun 2024," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi