Rabu, 23 Sep 2026 22:38 WIB

Mikroplastik Ditemukan pada Air Hujan Surabaya, Pakis Gelora Tertinggi

selalu.id – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa air hujan di Surabaya terkontaminasi mikroplastik. Temuan ini mendorong masyarakat untuk menghindari konsumsi air hujan secara langsung.

 

Baca Juga: Mulai Bulan Depan ASN Surabaya Ngantor di Balai RW, Ini Perintah Tegas Wali Kota Eri

Riset dilakukan oleh Jaringan Gen Z Jatim Tolak Plastik Sekali Pakai Jejak, Komunitas Growgreen, River Warrior, dan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton pada 11 sampai 14 November 2025. Seluruh lokasi pengamatan menunjukkan adanya partikel mikroplastik.

 

Peneliti GrowGreen yang juga mahasiswa Unesa Surabaya, Shofiyah, menyatakan bahwa temuan ini perlu menjadi perhatian warga. “Kami menghimbau agar warga tidak menelan air hujan karena dapat meningkatkan kontaminasi mikroplastik dalam tubuh,” ujarnya kepada selalu.id, Sabtu 15 November 2025.

 

Shofiyah menegaskan perlunya mengurangi pembakaran sampah terbuka, pembuangan sampah ke sungai, serta konsumsi plastik sekali pakai.

 

Metode penelitian dilakukan dengan penempatan wadah aluminium, stainless steel, dan mangkuk kaca berdiameter 20 sampai 30 sentimeter pada ketinggian lebih dari 1,5 meter selama 1 sampai 2 jam di lima titik. Hasilnya, Pakis Gelora tercatat memiliki kontaminasi tertinggi dengan 356 partikel mikroplastik PM per liter. Tanjung Perak berada di posisi berikutnya dengan 309 PM per liter.

Baca Juga: Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya Resmi Digelar, Berhadiah Puluhan Juta dan Bantuan Menarik

Koordinator penelitian mikroplastik Kota Surabaya, Alaika Rahmatullah, menjelaskan bahwa pencemaran di Pakis Gelora dipicu pembakaran sampah dan kedekatannya dengan pasar serta jalan raya. Mikroplastik berasal dari pembakaran plastik dan gesekan ban kendaraan dengan aspal.

 

Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut jenis mikroplastik yang dominan adalah fiber. “Hanya dua jenis mikroplastik yang ditemukan di udara kota Surabaya yaitu jenis fiber atau jenis filamen,” pungkas Sofi.

 

Tim peneliti menyatakan bahwa pencemaran plastik di laut juga berkontribusi. Evaporasi air laut yang tercemar mikroplastik dapat membawa partikel ke atmosfer lalu turun bersama hujan.

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

 

Rekomendasi tim peneliti mencakup penghentian pembakaran sampah terbuka, tidak membuang sampah plastik di sungai dan pesisir, pengurangan plastik sekali pakai, pemberian sanksi sosial bagi pelaku pembuangan dan pembakaran sampah ilegal, serta uji rutin mikroplastik pada udara Surabaya.

 

Peneliti meminta Pemerintah Kota Surabaya menindaklanjuti temuan tersebut untuk menjaga kesehatan warga dan kualitas lingkungan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Soiree Rooftop Bar Gelar Soiree Gigs Vol 2 Akhir Pekan Ini, Ada Silampukau hingga DJ Gatra

Agenda musik akhir pekan ini bakal berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Pantauan di lokasi, terdapat empat mobil Avanza berwarna hitam terparkir di halaman Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto. Diduga mobil itu dikendarai oleh tim KPK.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan aliran uang atau keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di atasnya, kasus tersebut harus ditelusuri sesuai ketentuan.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat. 

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.