Sabtu, 06 Jun 2026 08:44 WIB

Mikroplastik Ditemukan pada Air Hujan Surabaya, Pakis Gelora Tertinggi

selalu.id – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa air hujan di Surabaya terkontaminasi mikroplastik. Temuan ini mendorong masyarakat untuk menghindari konsumsi air hujan secara langsung.

 

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Riset dilakukan oleh Jaringan Gen Z Jatim Tolak Plastik Sekali Pakai Jejak, Komunitas Growgreen, River Warrior, dan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton pada 11 sampai 14 November 2025. Seluruh lokasi pengamatan menunjukkan adanya partikel mikroplastik.

 

Peneliti GrowGreen yang juga mahasiswa Unesa Surabaya, Shofiyah, menyatakan bahwa temuan ini perlu menjadi perhatian warga. “Kami menghimbau agar warga tidak menelan air hujan karena dapat meningkatkan kontaminasi mikroplastik dalam tubuh,” ujarnya kepada selalu.id, Sabtu 15 November 2025.

 

Shofiyah menegaskan perlunya mengurangi pembakaran sampah terbuka, pembuangan sampah ke sungai, serta konsumsi plastik sekali pakai.

 

Metode penelitian dilakukan dengan penempatan wadah aluminium, stainless steel, dan mangkuk kaca berdiameter 20 sampai 30 sentimeter pada ketinggian lebih dari 1,5 meter selama 1 sampai 2 jam di lima titik. Hasilnya, Pakis Gelora tercatat memiliki kontaminasi tertinggi dengan 356 partikel mikroplastik PM per liter. Tanjung Perak berada di posisi berikutnya dengan 309 PM per liter.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Koordinator penelitian mikroplastik Kota Surabaya, Alaika Rahmatullah, menjelaskan bahwa pencemaran di Pakis Gelora dipicu pembakaran sampah dan kedekatannya dengan pasar serta jalan raya. Mikroplastik berasal dari pembakaran plastik dan gesekan ban kendaraan dengan aspal.

 

Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut jenis mikroplastik yang dominan adalah fiber. “Hanya dua jenis mikroplastik yang ditemukan di udara kota Surabaya yaitu jenis fiber atau jenis filamen,” pungkas Sofi.

 

Tim peneliti menyatakan bahwa pencemaran plastik di laut juga berkontribusi. Evaporasi air laut yang tercemar mikroplastik dapat membawa partikel ke atmosfer lalu turun bersama hujan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

 

Rekomendasi tim peneliti mencakup penghentian pembakaran sampah terbuka, tidak membuang sampah plastik di sungai dan pesisir, pengurangan plastik sekali pakai, pemberian sanksi sosial bagi pelaku pembuangan dan pembakaran sampah ilegal, serta uji rutin mikroplastik pada udara Surabaya.

 

Peneliti meminta Pemerintah Kota Surabaya menindaklanjuti temuan tersebut untuk menjaga kesehatan warga dan kualitas lingkungan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.