Senin, 02 Feb 2026 10:03 WIB

Mikroplastik Ditemukan pada Air Hujan Surabaya, Pakis Gelora Tertinggi

selalu.id – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa air hujan di Surabaya terkontaminasi mikroplastik. Temuan ini mendorong masyarakat untuk menghindari konsumsi air hujan secara langsung.

 

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Riset dilakukan oleh Jaringan Gen Z Jatim Tolak Plastik Sekali Pakai Jejak, Komunitas Growgreen, River Warrior, dan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton pada 11 sampai 14 November 2025. Seluruh lokasi pengamatan menunjukkan adanya partikel mikroplastik.

 

Peneliti GrowGreen yang juga mahasiswa Unesa Surabaya, Shofiyah, menyatakan bahwa temuan ini perlu menjadi perhatian warga. “Kami menghimbau agar warga tidak menelan air hujan karena dapat meningkatkan kontaminasi mikroplastik dalam tubuh,” ujarnya kepada selalu.id, Sabtu 15 November 2025.

 

Shofiyah menegaskan perlunya mengurangi pembakaran sampah terbuka, pembuangan sampah ke sungai, serta konsumsi plastik sekali pakai.

 

Metode penelitian dilakukan dengan penempatan wadah aluminium, stainless steel, dan mangkuk kaca berdiameter 20 sampai 30 sentimeter pada ketinggian lebih dari 1,5 meter selama 1 sampai 2 jam di lima titik. Hasilnya, Pakis Gelora tercatat memiliki kontaminasi tertinggi dengan 356 partikel mikroplastik PM per liter. Tanjung Perak berada di posisi berikutnya dengan 309 PM per liter.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Koordinator penelitian mikroplastik Kota Surabaya, Alaika Rahmatullah, menjelaskan bahwa pencemaran di Pakis Gelora dipicu pembakaran sampah dan kedekatannya dengan pasar serta jalan raya. Mikroplastik berasal dari pembakaran plastik dan gesekan ban kendaraan dengan aspal.

 

Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut jenis mikroplastik yang dominan adalah fiber. “Hanya dua jenis mikroplastik yang ditemukan di udara kota Surabaya yaitu jenis fiber atau jenis filamen,” pungkas Sofi.

 

Tim peneliti menyatakan bahwa pencemaran plastik di laut juga berkontribusi. Evaporasi air laut yang tercemar mikroplastik dapat membawa partikel ke atmosfer lalu turun bersama hujan.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

 

Rekomendasi tim peneliti mencakup penghentian pembakaran sampah terbuka, tidak membuang sampah plastik di sungai dan pesisir, pengurangan plastik sekali pakai, pemberian sanksi sosial bagi pelaku pembuangan dan pembakaran sampah ilegal, serta uji rutin mikroplastik pada udara Surabaya.

 

Peneliti meminta Pemerintah Kota Surabaya menindaklanjuti temuan tersebut untuk menjaga kesehatan warga dan kualitas lingkungan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.