Sabtu, 13 Jun 2026 18:18 WIB

Empat Pilar Kebangsaan Dinilai Relevan Hadapi Krisis, Mufti Anam Sapa Warga Pasuruan

selalu.id - Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membumikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar pada 12 Desember 2025 dan diikuti oleh perwakilan berbagai komunitas warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

 

Baca Juga: Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Ajak Publik Perkuat Toleransi

Dalam paparannya, Mufti Anam menegaskan bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, persoalan ketahanan pangan, hingga tekanan sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan tetap relevan sebagai pedoman untuk melewati tantangan tersebut.

 

“Situasi ekonomi yang tidak mudah belakangan ini membutuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi penting agar bangsa ini tetap kokoh,” ujar Mufti.

 

Ia menjelaskan bahwa konsolidasi Empat Pilar Kebangsaan pertama kali digagas oleh almarhum Taufiq Kiemas saat menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Mufti menekankan bahwa Pancasila memiliki posisi sentral sebagai ideologi bangsa, dasar negara, sekaligus falsafah hidup masyarakat Indonesia. “Pancasila digali langsung oleh Bung Karno dari nilai budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia, dan pertama kali disampaikan dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila benar-benar lahir dari rakyat Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Mufti: Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan

 

Lebih lanjut, Mufti mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan nilai gotong royong dan kepedulian sosial. Ia mencontohkan pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tidak ada warga yang mengalami kesulitan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan.

 

“Coba tengok tetangga kanan dan kiri. Jangan sampai ada yang kesusahan atau bahkan tidak bisa makan. Mari kita saling bantu dan saling peduli,” imbuh mantan Ketua HIPMI Jawa Timur tersebut.

Baca Juga: Mufti Anam Dorong Warga Hidupkan Semangat Kolektif Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan

 

Selain itu, Mufti juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan menghormati perbedaan suku, agama, serta latar belakang sosial. Menurutnya, persatuan adalah kunci utama kemajuan bangsa dan daerah.

 

“Perbedaan adalah keniscayaan. Kita semua adalah bagian dari rumah besar Indonesia. Kalau kita bertengkar karena perbedaan agama atau suku, negara dan daerah kita tidak akan bisa maju,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Porkab Karate Sidoarjo Dibuka, Ratusan Atlet Disiapkan untuk Porprov 

Pembukaan Porkab Sidoarjo 2026 Cabang Olahraga Karate di GOR Delta Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Armuji, menegaskan bahwa Gen-Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan partai maupun bangsa.

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.