Senin, 02 Feb 2026 03:01 WIB

Mufti Anam: Bumikan Empat Pilar Kebangsaan, Jaga Persaudaraan dan Gotong Royong

selalu.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut ia sampaikan saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 9 Oktober 2025, yang dihadiri berbagai komunitas dan tokoh masyarakat setempat.

 

Baca Juga: Mufti Anam Dorong Warga Hidupkan Semangat Kolektif Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh dialog itu, Mufti menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, keempat pilar tersebut merupakan penopang utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah terbukti mampu menjaga keutuhan Indonesia hingga kini.

 

Mufti mengatakan, Empat Pilar Kebangsaan ini adalah warisan pemikiran yang luar biasa. Konsolidasi konsep ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Bapak Taufiq Kiemas saat beliau menjabat Ketua MPR RI. “Semangat itu harus terus kita hidupkan,” ujar Mufti di hadapan para peserta.

 

Politisi muda itu menilai, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari gejolak geopolitik global, perubahan iklim, krisis pangan, hingga tekanan ekonomi, masyarakat Indonesia membutuhkan fondasi nilai yang kokoh untuk tetap teguh dan optimistis.

 

“Sekarang dunia berubah cepat sekali. Banyak negara terguncang oleh konflik, ketimpangan, dan krisis ekonomi. Tapi kita beruntung punya Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI. Inilah penopang moral dan ideologis bangsa kita,” jelas mantan Ketua HIPMI Jawa Timur itu.

 

Lebih lanjut, Mufti menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar bukan sekadar simbol atau hafalan, melainkan harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata di masyarakat. Salah satu wujudnya adalah dengan menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial, dua nilai luhur yang kini mulai luntur di tengah individualisme masyarakat modern.

 

“Coba kita tengok lingkungan sekitar. Kalau ada tetangga yang kesulitan, kita bantu. Kalau ada yang kekurangan, kita sisihkan rezeki. Dari situ Pancasila hidup dalam tindakan, bukan hanya dalam pidato,” tuturnya.

Baca Juga: Mufti Anam Dorong Generasi Muda Pasuruan Hidupkan Nilai Empat Pilar Kebangsaan

 

Mufti juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat rasa kebersamaan lintas suku, agama, dan latar belakang sosial. Ia menegaskan bahwa keberagaman justru merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia.

 

“Indonesia ini rumah besar kita bersama. Jangan biarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan. Kalau kita bertengkar karena beda agama, suku, atau pilihan politik, maka bangsa ini akan kehilangan arah,” pesannya.

 

Dalam kesempatan itu, Mufti juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong dan ujaran kebencian yang marak di media sosial. Menurutnya, di era digital, tantangan kebangsaan bukan hanya dalam bentuk ancaman fisik, tetapi juga serangan informasi yang bisa memecah belah persatuan.

Baca Juga: Empat Pilar Kebangsaan Dinilai Relevan Hadapi Krisis, Mufti Anam Sapa Warga Pasuruan

 

“Bijaklah bermedia sosial. Saring dulu sebelum sharing. Karena menjaga kebenaran dan kedamaian juga bagian dari pengamalan Empat Pilar,” katanya.

 

Kegiatan sosialisasi tersebut diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan Mufti Anam. Banyak peserta yang mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menghidupkan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif.

 

Dengan nada optimistis, Mufti menutup kegiatan itu dengan pesan singkat namun penuh makna, “Empat Pilar Kebangsaan adalah jangkar yang menjaga kita tetap berdiri tegak di tengah badai zaman. Selama nilai-nilainya kita bumikan, Indonesia akan tetap kokoh dan maju.”

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.