Senin, 02 Feb 2026 06:01 WIB

Erupsi Semeru Level Awas, 467 Warga Lumajang Mengungsi di Tiga Kecamatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 20:49 WIB
Pengungsi erupsi Gunung Semeru di Kantor Desa Candipuro
Pengungsi erupsi Gunung Semeru di Kantor Desa Candipuro

selalu.id - Erupsi Gunung Semeru kembali memaksa ratusan warga di lerengnya mengungsi pada Rabu 19 November 2025. Kolom abu setinggi dua ribu meter membumbung dari kawah sebelum awan panas guguran meluncur ke arah permukiman sekitar pukul 16.00 WIB.

 

Baca Juga: Pembacokan Aiptu Susanto Polres Lumajang, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Lain

Data Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 467 warga dievakuasi ke sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, dan Penanggal.

 

“Mereka terdiri dari 198 laki-laki dan 269 perempuan, termasuk 45 balita, 47 anak-anak, serta 228 lansia,” tertulis dalam laporan tersebut.

 

Balai Desa Oro oro Ombo menampung sekitar 200 pengungsi. SD Supiturang dan SD Sumberurip menampung total 170 warga. Di Candipuro, 74 pengungsi ditempatkan di kantor kecamatan dan sebagian lainnya di balai desa setempat. Di Kecamatan Penanggal, 23 warga mengamankan diri di Balai Desa Penanggal.

 

Erupsi Semeru terekam dengan amplitudo maksimum 40 mm dengan durasi hampir 17 menit. Aktivitas yang meningkat membuat otoritas menaikkan status gunung dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas.

 

Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari puncak serta menjaga jarak minimal lima ratus meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan yang berpotensi dilanda awan panas maupun aliran lahar.

 

Hingga pukul 20.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung dan pemantauan terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Baca Juga: Licin dan Brutal, Rekam Jejak Sadis Begal Pembacok Polisi Lumajang

 

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status Semeru menjadi Level IV Awas pada pukul 17.00 WIB setelah rangkaian awan panas terjadi beruntun sejak siang.

 

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyatakan bahwa peningkatan status dilakukan karena seluruh instrumen pemantauan menunjukkan eskalasi signifikan.

 

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” kata Wafid.

Baca Juga: Polisi Tembak Begal Sadis Pembacok Anggota Reskrim Lumajang

 

Ia menjelaskan bahwa kegempaan mencatat peningkatan aktivitas dari gempa letusan, gempa guguran, hingga gempa harmonik. Peningkatan paling menonjol terlihat pada gempa guguran yang berkaitan dengan intensitas lava pijar menuju Besuk Kobokan.

 

“Gempa gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” ujarnya.

 

Variasi kecepatan gelombang dv per v menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober sebagai indikator peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunungapi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.