Sabtu, 06 Jun 2026 08:30 WIB

Erupsi Semeru Level Awas, 467 Warga Lumajang Mengungsi di Tiga Kecamatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 20:49 WIB
Pengungsi erupsi Gunung Semeru di Kantor Desa Candipuro
Pengungsi erupsi Gunung Semeru di Kantor Desa Candipuro

selalu.id - Erupsi Gunung Semeru kembali memaksa ratusan warga di lerengnya mengungsi pada Rabu 19 November 2025. Kolom abu setinggi dua ribu meter membumbung dari kawah sebelum awan panas guguran meluncur ke arah permukiman sekitar pukul 16.00 WIB.

 

Baca Juga: Polres Lumajang Ringkus Spesialis Pencuri Baterai Tower Antarkota

Data Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 467 warga dievakuasi ke sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, dan Penanggal.

 

“Mereka terdiri dari 198 laki-laki dan 269 perempuan, termasuk 45 balita, 47 anak-anak, serta 228 lansia,” tertulis dalam laporan tersebut.

 

Balai Desa Oro oro Ombo menampung sekitar 200 pengungsi. SD Supiturang dan SD Sumberurip menampung total 170 warga. Di Candipuro, 74 pengungsi ditempatkan di kantor kecamatan dan sebagian lainnya di balai desa setempat. Di Kecamatan Penanggal, 23 warga mengamankan diri di Balai Desa Penanggal.

 

Erupsi Semeru terekam dengan amplitudo maksimum 40 mm dengan durasi hampir 17 menit. Aktivitas yang meningkat membuat otoritas menaikkan status gunung dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas.

 

Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari puncak serta menjaga jarak minimal lima ratus meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan yang berpotensi dilanda awan panas maupun aliran lahar.

 

Hingga pukul 20.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung dan pemantauan terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Baca Juga: Tragedi Tengah Malam: Tronton Rem Blong Hantam Sedan, 4 Korban Tewas Termasuk Balita

 

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status Semeru menjadi Level IV Awas pada pukul 17.00 WIB setelah rangkaian awan panas terjadi beruntun sejak siang.

 

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyatakan bahwa peningkatan status dilakukan karena seluruh instrumen pemantauan menunjukkan eskalasi signifikan.

 

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” kata Wafid.

Baca Juga: Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

 

Ia menjelaskan bahwa kegempaan mencatat peningkatan aktivitas dari gempa letusan, gempa guguran, hingga gempa harmonik. Peningkatan paling menonjol terlihat pada gempa guguran yang berkaitan dengan intensitas lava pijar menuju Besuk Kobokan.

 

“Gempa gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” ujarnya.

 

Variasi kecepatan gelombang dv per v menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober sebagai indikator peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunungapi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.