Jumat, 05 Jun 2026 01:37 WIB

997 Orang Diamankan dalam Demo Anarkis Jatim, 415 Anak di Bawah Umur

selalu.id – Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi demonstrasi anarkis yang terjadi sejak 29 Agustus hingga 16 September 2025. Dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (18/9/2025), Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyebut kerugian akibat aksi tersebut mencapai lebih dari Rp 256 miliar.

 

Baca Juga: Black Owl Akui Kelalaian Supervisor dalam Kasus Dugaan Pelecehan Anak

"Banyak anak-anak yang di bawah umur yang terlibat pada aksi demo anarkis," kata Irjen Pol Nanang Avianto.

 

Kerugian ratusan miliar itu ditimbulkan dari kerusakan fasilitas umum di sejumlah wilayah Jawa Timur. Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan 997 orang, terdiri dari 582 orang dewasa dan 415 anak di bawah umur. Dari jumlah itu, 682 orang telah dipulangkan, sedangkan 315 lainnya masih menjalani proses hukum.

Baca Juga: Komplotan Begal Karah Surabaya Dibekuk, 3 Anak Bawah Umur, 6 Lainnya DPO

 

"Ada yang dipulangkan karena anak di bawah umur dan tentunya kami akan menyerahkan langsung kepada orang tua," ujar Kapolda.

Baca Juga: Rekrutmen Anak oleh Jaringan Terorisme Terbongkar, 110 Anak di 26 Provinsi Teridentifikasi

 

Ia menambahkan, sebagian besar orang tua tidak mengetahui keterlibatan anak-anak mereka. Polda Jatim menyesalkan hal tersebut dan mengimbau agar orang tua lebih mengawasi aktivitas anaknya supaya tidak terjerumus pada tindakan melanggar hukum.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.