Senin, 02 Feb 2026 00:44 WIB

Aspirasi Dasa Cita Disampaikan Karang Taruna, Wali Kota Eri Langsung Teruskan ke Program 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 16 Nov 2025 16:09 WIB

Selalu.id – Puncak Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) Kota Surabaya 2025 berlangsung meriah di Taman Surya, Minggu (16/11/2025). 

Tidak hanya Fun Walk dan Bazar UMKM, gelaran ini menjadi momentum penting ketika Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima Dasa Cita 10 aspirasi pemuda yang disusun Karang Taruna dari tingkat RT hingga kota.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

Seluruh poin dalam Dasa Cita langsung direspons oleh Eri. Bahkan, sejumlah aspirasi langsung diakomodasi dalam program Pemkot Surabaya tahun 2026.

Salah satu poin yang diadopsi adalah dukungan anggaran untuk pemuda tingkat RW. Eri menegaskan anggaran Rp5 juta per RW akan dicairkan langsung kepada pemuda, dengan syarat proposal kegiatan telah disiapkan.

“Penggunaannya sesuai proposal dari pemuda RW. Setelah diajukan, langsung kami cairkan melalui Karang Taruna,” kata Eri.

Ia menegaskan, alokasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai ruang bagi pemuda untuk menunjukkan peran nyata di lingkungannya.

Dalam Dasa Cita, pemuda juga menyoroti masih minimnya warga Surabaya yang bekerja di hotel, restoran, dan industri. Menurut Cak Eri, ini harus diubah.

“Ada banyak hotel dan restoran, tapi pekerjanya bukan arek Surabaya. Ini tidak boleh,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta pelaku usaha memprioritaskan warga lokal minimal dalam rantai pasok, seperti laundry, sleeper hotel, sandal, hingga sayur-mayur.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

“Tolong berikan ke arek-arek Surabaya. Tugas kami memastikan kualitas UMKM lokal sesuai standar,” ujarnya.

Di depan ribuan pemuda, Eri juga menyampaikan pesan tegas: pemuda Surabaya tidak boleh hanya menuntut, tapi harus mau berjuang.

“Jangan jadi anak manja. Kerja panas pindah, kerja susah pindah, maunya yang AC-an. Tidak bisa seperti itu. Orang berhasil mulai dari bawah,” katanya.

Untuk memastikan aspirasi benar-benar berjalan, Eri meminta Karang Taruna membentuk Tim Khusus (Timsus). Tim ini akan bekerja dari Senin hingga Jumat bersama perangkat daerah (PD) untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan, swasta, dan investasi.

“Sehingga ketika investasi masuk, yang bergerak adalah orang Surabaya. Ini untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Kebijakan ini saya jalankan di 2026,” tegasnya.

Baca Juga: Prihatin Anak Driver Ojol Ikut Keliling, Eri Siapkan PAUD dan Penitipan Gratis

Ketua Karang Taruna Surabaya, Febryan Kiswanto, menjelaskan Dasa Cita adalah rangkuman aspirasi pemuda yang dihimpun melalui media sosial, diskusi, hingga penyampaian tertulis.

“Momen Bulan Bhakti yang dekat dengan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan ini kami jadikan waktu yang tepat untuk menyampaikan Dasa Cita,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi respons cepat Cak Eri dan memastikan Karang Taruna siap bergerak.

“Kami diberi waktu satu minggu untuk koordinasi dengan PD terkait. Kami akan bekerja intens,” ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.