Selasa, 21 Jul 2026 16:42 WIB

Jaringan Alumni Airlangga: Sejarah Bukan Alat Pembenaran untuk Soeharto

selalu.id – Jaringan Ksatria Airlangga (JAKA), yang beranggotakan para alumnus Universitas Airlangga, menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto.

 

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Dalam pernyataan sikap resmi yang diterima redaksi, JAKA menilai rencana tersebut berpotensi mencederai nilai keadilan sejarah, moralitas publik, serta semangat reformasi 1998.

 

“Penolakan ini bukan didasarkan pada kebencian pribadi, melainkan pada penilaian rasional dan tanggung jawab moral,” tulis JAKA dalam pernyataannya yang ditandatangani Teguh Prihandoko sebagai perwakilan jaringan.

 

JAKA mengurai empat alasan utama penolakan terhadap rencana pemberian gelar tersebut. Pertama, masa kepemimpinan Soeharto dinilai sarat pelanggaran hak asasi manusia dan praktik otoritarianisme, seperti peristiwa 1965–1966, kasus Tanjung Priok dan Lampung, penculikan aktivis prodemokrasi 1997–1998, hingga penembakan mahasiswa Trisakti.

 

Kedua, era Orde Baru disebut menjadi simbol praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang terstruktur dan mengakar dalam birokrasi negara. “Mengangkat tokoh yang identik dengan KKN sebagai pahlawan berarti memberikan legitimasi moral terhadap praktik korupsi,” tegas JAKA.

 

Ketiga, JAKA menilai gelar pahlawan memiliki makna pendidikan sejarah bagi generasi mendatang. Pemberian gelar kepada Soeharto, menurut mereka, berisiko menormalisasi kekuasaan yang korup dan pelanggaran HAM di mata publik.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

 

Keempat, mereka menegaskan pemberian gelar kepada Soeharto berarti mengkhianati semangat reformasi dan perjuangan rakyat 1998 yang menumbangkan rezim Orde Baru.

 

Melalui pernyataan tersebut, JAKA menyampaikan tiga sikap resmi:

1. Menolak rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

Baca Juga: Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

2. Mendesak pemerintah dan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan untuk mempertimbangkan secara objektif jejak pelanggaran HAM dan korupsi pada masa kepemimpinan Soeharto.

3. Mengajak masyarakat, akademisi, dan alumni Universitas Airlangga untuk menjaga integritas sejarah dan nilai kemanusiaan.

 

“Sejarah harus menjadi pelajaran, bukan alat pembenaran,” tutup pernyataan itu.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.