Minggu, 01 Nov 2026 10:23 WIB

Jaringan Alumni Airlangga: Sejarah Bukan Alat Pembenaran untuk Soeharto

selalu.id – Jaringan Ksatria Airlangga (JAKA), yang beranggotakan para alumnus Universitas Airlangga, menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto.

 

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Dalam pernyataan sikap resmi yang diterima redaksi, JAKA menilai rencana tersebut berpotensi mencederai nilai keadilan sejarah, moralitas publik, serta semangat reformasi 1998.

 

“Penolakan ini bukan didasarkan pada kebencian pribadi, melainkan pada penilaian rasional dan tanggung jawab moral,” tulis JAKA dalam pernyataannya yang ditandatangani Teguh Prihandoko sebagai perwakilan jaringan.

 

JAKA mengurai empat alasan utama penolakan terhadap rencana pemberian gelar tersebut. Pertama, masa kepemimpinan Soeharto dinilai sarat pelanggaran hak asasi manusia dan praktik otoritarianisme, seperti peristiwa 1965–1966, kasus Tanjung Priok dan Lampung, penculikan aktivis prodemokrasi 1997–1998, hingga penembakan mahasiswa Trisakti.

 

Kedua, era Orde Baru disebut menjadi simbol praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang terstruktur dan mengakar dalam birokrasi negara. “Mengangkat tokoh yang identik dengan KKN sebagai pahlawan berarti memberikan legitimasi moral terhadap praktik korupsi,” tegas JAKA.

 

Ketiga, JAKA menilai gelar pahlawan memiliki makna pendidikan sejarah bagi generasi mendatang. Pemberian gelar kepada Soeharto, menurut mereka, berisiko menormalisasi kekuasaan yang korup dan pelanggaran HAM di mata publik.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

 

Keempat, mereka menegaskan pemberian gelar kepada Soeharto berarti mengkhianati semangat reformasi dan perjuangan rakyat 1998 yang menumbangkan rezim Orde Baru.

 

Melalui pernyataan tersebut, JAKA menyampaikan tiga sikap resmi:

1. Menolak rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

2. Mendesak pemerintah dan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan untuk mempertimbangkan secara objektif jejak pelanggaran HAM dan korupsi pada masa kepemimpinan Soeharto.

3. Mengajak masyarakat, akademisi, dan alumni Universitas Airlangga untuk menjaga integritas sejarah dan nilai kemanusiaan.

 

“Sejarah harus menjadi pelajaran, bukan alat pembenaran,” tutup pernyataan itu.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal