Workshop Unair-BPDP Dorong UMKM Jawa Timur Olah Sawit Jadi Produk Kreatif
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 11 Nov 2025 12:41 WIB
selalu.id – Sawit tak lagi sekadar bahan baku minyak goreng. Melalui tangan kreatif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komoditas ini kini bisa diolah menjadi malam batik, sabun, hingga bahan pengganti cokelat.
Baca Juga: Sering Begadang hingga Sahur? Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan
Gagasan tersebut muncul dalam Workshop dan Aksi Nyata Hilirisasi Kelapa Sawit dan Kakao yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Universitas Airlangga (Unair) pada 11–13 November 2025. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya.
Ketua pelaksana, Akhmad Jayadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberi pelatihan kepada UMKM agar mampu mengolah produk turunan sawit menjadi bahan baku maupun produk akhir bernilai tinggi.
“Acara ini pemanfaatan produk turunan sawit atau olahan sawit untuk menjadi bahan baku atau produk akhir bagi UMKM,” ujar Jayadi kepada selalu.id, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, potensi hilirisasi sawit sangat luas dan dapat diterapkan di berbagai sektor industri kreatif.
“Turunan sawit itu banyak ya, bukan hanya minyak goreng. Hilirisasinya bisa untuk sektor makanan, minuman, kosmetik seperti malam dan sabun, bahkan juga untuk kerajinan seperti anyaman,” jelasnya.
Jayadi menuturkan, bahan baku sawit dan kakao menjadi fokus utama karena mampu menciptakan efek berantai (multiplier effect) terhadap industri kecil di Jawa Timur.
“Kalau bisa dimanfaatkan UMKM, turunan sawit ini bisa jadi tambahan untuk industri lain dan harganya bisa bersaing sebagai bahan baku,” katanya.
Baca Juga: Upaya Gerakkan UMKM, Walikota Mojokerto Ning Ita Buka Pasar Takjil Ramadan 1447 H
Workshop hasil kolaborasi BPDP dan Unair itu tidak berhenti pada sesi seminar. Peserta juga mendapat pendampingan langsung hingga pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin usaha.
“Ada tiga fokus kegiatan. Pertama, materi seminar seperti branding dan media sosial. Kedua, pelatihan pemanfaatan olahan sawit untuk kakao, lidi sawit untuk kerajinan, dan malam untuk batik. Ketiga, aksi nyata bagi UMKM baru untuk mendapatkan legalitas usaha, akses kredit perbankan, dan peluang ekspor,” terangnya.
Jayadi menambahkan, dari sekitar 100 peserta yang ditargetkan, sebagian besar merupakan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan produk baru berbasis bahan alam.
“Tiga hari ini bukan cuma bicara teori, tapi juga praktik nyata mulai dari urus izin, bikin akun marketplace, sampai tahu cara mengakses pembiayaan dan peluang ekspor,” ujarnya.
Baca Juga: Perbedaan Puasa Ramadan dan Intermittent Fasting Menurut Ahli Gizi Unair
Ia mengakui, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui luasnya peluang dari turunan sawit.
“Kendalanya pertama, masyarakat belum terinformasi. Banyak yang masih mengira sawit hanya bisa jadi minyak goreng. Kedua, akses terhadap produk turunan sawit juga belum banyak di marketplace,” ungkapnya.
Jayadi berharap pelatihan ini dapat membuka jalan bagi UMKM untuk berinovasi dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
“Harapannya UMKM bisa jadi pengguna bahan turunan sawit untuk produk makanan, kosmetik, atau kerajinan. Jadi bukan cuma tahu, tapi bisa langsung mengolah,” pungkasnya.
Editor : Ading
