Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Workshop Unair-BPDP Dorong UMKM Jawa Timur Olah Sawit Jadi Produk Kreatif

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Nov 2025 12:41 WIB

selalu.id – Sawit tak lagi sekadar bahan baku minyak goreng. Melalui tangan kreatif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komoditas ini kini bisa diolah menjadi malam batik, sabun, hingga bahan pengganti cokelat.

 

Baca Juga: Karang Taruna Trisula Padangasri Mojokerto Lolos Verifikasi Nasional, Andalkan Kopi Excelsa, Helm dan Jok

Gagasan tersebut muncul dalam Workshop dan Aksi Nyata Hilirisasi Kelapa Sawit dan Kakao yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Universitas Airlangga (Unair) pada 11–13 November 2025. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya.

 

Ketua pelaksana, Akhmad Jayadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberi pelatihan kepada UMKM agar mampu mengolah produk turunan sawit menjadi bahan baku maupun produk akhir bernilai tinggi.

 

“Acara ini pemanfaatan produk turunan sawit atau olahan sawit untuk menjadi bahan baku atau produk akhir bagi UMKM,” ujar Jayadi kepada selalu.id, Selasa (11/11/2025).

 

Menurutnya, potensi hilirisasi sawit sangat luas dan dapat diterapkan di berbagai sektor industri kreatif.

 

“Turunan sawit itu banyak ya, bukan hanya minyak goreng. Hilirisasinya bisa untuk sektor makanan, minuman, kosmetik seperti malam dan sabun, bahkan juga untuk kerajinan seperti anyaman,” jelasnya.

 

Jayadi menuturkan, bahan baku sawit dan kakao menjadi fokus utama karena mampu menciptakan efek berantai (multiplier effect) terhadap industri kecil di Jawa Timur.

 

“Kalau bisa dimanfaatkan UMKM, turunan sawit ini bisa jadi tambahan untuk industri lain dan harganya bisa bersaing sebagai bahan baku,” katanya.

 

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Workshop hasil kolaborasi BPDP dan Unair itu tidak berhenti pada sesi seminar. Peserta juga mendapat pendampingan langsung hingga pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin usaha.

 

“Ada tiga fokus kegiatan. Pertama, materi seminar seperti branding dan media sosial. Kedua, pelatihan pemanfaatan olahan sawit untuk kakao, lidi sawit untuk kerajinan, dan malam untuk batik. Ketiga, aksi nyata bagi UMKM baru untuk mendapatkan legalitas usaha, akses kredit perbankan, dan peluang ekspor,” terangnya.

 

Jayadi menambahkan, dari sekitar 100 peserta yang ditargetkan, sebagian besar merupakan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan produk baru berbasis bahan alam.

 

“Tiga hari ini bukan cuma bicara teori, tapi juga praktik nyata mulai dari urus izin, bikin akun marketplace, sampai tahu cara mengakses pembiayaan dan peluang ekspor,” ujarnya.

 

Baca Juga: Gebyar UMKM 2026 jadi Sarana Promosi Produk Unggulan Sidoarjo

Ia mengakui, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui luasnya peluang dari turunan sawit.

 

“Kendalanya pertama, masyarakat belum terinformasi. Banyak yang masih mengira sawit hanya bisa jadi minyak goreng. Kedua, akses terhadap produk turunan sawit juga belum banyak di marketplace,” ungkapnya.

 

Jayadi berharap pelatihan ini dapat membuka jalan bagi UMKM untuk berinovasi dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

 

“Harapannya UMKM bisa jadi pengguna bahan turunan sawit untuk produk makanan, kosmetik, atau kerajinan. Jadi bukan cuma tahu, tapi bisa langsung mengolah,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.