Sabtu, 07 Feb 2026 20:46 WIB

PT PMT Layani Pengapalan Internasional Perdana MSC Group di Kuala Tanjung

selalu.id – PT Prima Multi Terminal (PT PMT) mencatat pencapaian baru dalam pelayanan kapal internasional. Untuk pertama kalinya, PT PMT melayani pengapalan perdana kapal Mediterranean Shipping Company (MSC) Group, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia. Kapal MSC Zaina III sandar di dermaga PMT Kuala Tanjung pada Kamis (6/11/2025).

 

Kapal berbendera Jenewa, Swiss itu memiliki panjang 213 meter dengan kapasitas 2.646 TEUs. Dalam pelayaran perdananya, kapal membawa sekitar 500 boks peti kemas. Rute pelayaran MSC Zaina III mencakup Singapura–Belawan–Kuala Tanjung–Singapura, membuka jalur tetap di Selat Malaka.

 

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan MSC Zaina III di Pelabuhan Kuala Tanjung. Dengan dukungan KSOP Kuala Tanjung, Bea Cukai Kuala Tanjung, serta seluruh pemangku kepentingan, kapal dapat bersandar dengan lancar dan aman,” ujar Direktur Utama PT PMT, Rudi Susanto.

 

Rudi menilai, pencapaian ini menjadi langkah strategis bagi PMT dalam memperkuat posisi Kuala Tanjung sebagai pelabuhan internasional yang kompetitif. “Kami menargetkan lebih banyak kapal besar akan melakukan kegiatan di sini. Ini wujud komitmen kami meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan,” lanjutnya.

 

Ia menambahkan, berbagai komoditas seperti minyak nabati, produk kimia, serta barang konsumsi dari kawasan industri di hinterland Kuala Tanjung akan diangkut melalui jalur peti kemas internasional.

 

Managing Director MSC Group, Renaud Durteste, menyampaikan bahwa pelayaran internasional dari Kuala Tanjung ke Singapura akan dilakukan secara rutin empat kali dalam sebulan atau satu kali setiap minggu.

 

“Kami berkomitmen melayani rute ini secara reguler. Dengan kapasitas kapal lebih dari 2.000 TEUs, kami membuka peluang bagi pelaku industri di Sumatera Utara untuk memanfaatkan ruang muatan yang tersedia,” ujarnya.

 

Durteste menilai Kuala Tanjung memiliki potensi besar karena lokasinya dekat dengan pusat industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei. Kolaborasi dengan PT PMT dinilai menjadi bagian dari strategi MSC memperluas jaringan pelayaran di Indonesia.

 

Acara penyambutan kapal perdana berlangsung di dermaga PMT Kuala Tanjung, dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Tanjung, Bea Cukai, asosiasi industri, serta sejumlah perusahaan pemilik barang dari kawasan hinterland dan KEK Sei Mangkei.

 

“Dengan konektivitas langsung ke Singapura, pelaku industri kini memiliki jalur ekspor yang lebih efisien. Ini bukan sekadar pencapaian bagi PMT, tetapi awal dari transformasi logistik kawasan,” tutup Rudi.

 

Kehadiran layanan kapal internasional MSC secara reguler menandai kesiapan Kuala Tanjung memasuki fase pertumbuhan baru dalam rantai logistik global. Kolaborasi berkelanjutan antara pelaku industri, otoritas maritim, dan mitra pelayaran diharapkan mendorong efisiensi ekspor serta memperkuat daya saing ekonomi kawasan.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

2026, PGN Perkuat Kompetensi SDM dan Soliditas Ekosistem Kerja 

Kepercayaan pekerja pada keberlanjutan perusahaan juga terlihat dari tingkat perputaran pekerja (turn over) kurang dari 3%.

Izin Belum Lengkap, Outlet HWG23 di Kota Mojokerto Ditutup

Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 mengatur jarak minimal 400 meter dari sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

KBS Diproses Kejati, DPRD Surabaya Ingatkan Perawatan Satwa

"Jangan sampai satwa KBS kena dampak. Makanannya dan kesehatannya jangan sampai terlantar,” ujar Buleks.

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Eri mengungkapkan, dugaan persoalan pengelolaan keuangan di tubuh KBS tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota.