Rabu, 30 Sep 2026 00:01 WIB

Polda Jatim Luncurkan Program Transformasi Keamanan Jalan Raya Dukung Ketahanan Pangan

selalu.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur meluncurkan program inovasi “Transformasi Sistem Penanganan Kejahatan Jalan Raya untuk Mendukung Stabilitas Keamanan dan Ketahanan Pangan Nasional.” Program ini digagas oleh Kasubdit II Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, sebagai upaya mendukung agenda nasional di bidang ketahanan pangan.

 

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Gulung Komplotan Curanmor Lintas Kota, Ini Tampang Pelakunya

AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan, gagasan tersebut muncul dari keprihatinan atas maraknya kejahatan di jalur distribusi logistik yang berdampak pada pasokan dan harga pangan. Menurutnya, keamanan distribusi menjadi bagian penting dari ketahanan nasional.

 

“Melalui surat perintah Ditreskrimum Polda Jatim, dibentuk tim kerja terpadu yang melibatkan Jatanras, Dinas Perhubungan, Satlantas, dan instansi terkait ketahanan pangan. Tim ini memperkuat sistem pengamanan dengan pemanfaatan platform digital serta mempercepat respon dan tata kelola penanganan ancaman di lapangan,” jelasnya.

 

Data Jatanras Polda Jatim mencatat lebih dari seratus kasus pencurian dengan kekerasan terjadi di jalur utama logistik Jawa Timur pada semester pertama 2024–2025. Modus kejahatan yang ditemukan beragam, mulai dari perampasan hingga penipuan. Wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan menjadi daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi.

 

Proyek perubahan ini mengusung strategi transformasi sistem keamanan jalan raya berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Tim kerja terpadu dibentuk dengan melibatkan Jatanras, Satlantas, Dinas Perhubungan, serta instansi pendukung lain. Tujuannya memperkuat pengamanan jalur distribusi dan mempercepat respon terhadap potensi ancaman.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

 

AKBP Arbaridi menambahkan, program ini tidak hanya menekankan langkah represif, tetapi juga penguatan budaya kerja prediktif dan preventif. Pelatihan lintas fungsi, workshop pengamanan jalan, serta pengembangan sistem digital menjadi bagian dari rencana aksi hingga 2026.

 

Polri juga meluncurkan kampanye publik “Jalan Aman, Pangan Terjamin” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan.

Baca Juga: Ditpolairud Polda Jatim Kerahkan 4 Kapal Sisir Perairan Sumenep-Masalembu Cari Korban KM Virgo Transport 8

 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko, menilai program ini sebagai langkah konkret dalam mendukung pembangunan nasional. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menjaga rantai pasok pangan.

 

“Ketahanan pangan tidak akan stabil dan aman tanpa jalur distribusi yang aman. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga rantai pasok dari hulu ke hilir,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.