Surabaya Kebut Proyek Rumah Pompa, Wali Kota Eri Minta Kontraktor Lembur Siang Malam
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 07 Nov 2025 11:44 WIB
selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) mempercepat penyelesaian proyek drainase dan pembangunan rumah pompa di sejumlah titik.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Kepala DSDABM Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan Wali Kota Eri meminta kontraktor bekerja lembur, bahkan jika perlu 24 jam nonstop. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek pengendalian banjir rampung sebelum curah hujan mencapai puncaknya.
“Diminta lembur kontraktornya, kalau bisa 24 jam. Besok kita undang kontraktor yang proyeknya belum selesai, rata-rata pekerjaan besar seperti rumah pompa dan box culvert,” ujar Syamsul, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, sebagian proyek yang belum tuntas merupakan pembangunan infrastruktur besar seperti rumah pompa dan box culvert. Namun progresnya sudah menunjukkan hasil signifikan.
“Yang kecil-kecil insyaallah sudah 70 persen selesai. Kita targetkan 90 persen rampung di akhir November ini,” jelasnya.
Setidaknya ada lima lokasi pembangunan rumah pompa yang dikebut pengerjaannya, yakni di Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang Madya, Karah, dan Rungkut Menanggal.
Selain itu, proyek drainase besar juga sedang dikerjakan di kawasan diversi Gunungsari dan Babat Jerawat. Dua proyek tersebut dinilai penting untuk memperlancar aliran air saat hujan deras.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
“Seperti di diversi Gunungsari, kita minta kontraktor kerja dari dua arah, barat dan timur, supaya bisa ketemu di tengah. Panjangnya sekitar 500 meter,” terang Syamsul.
Untuk mempercepat progres, DSDABM meminta kontraktor menambah tenaga kerja dan jam operasional di lapangan.
“Jadi selain lembur, juga tambah tenaga dan material. Targetnya, pertengahan Desember sudah bisa selesai,” imbuhnya.
Syamsul menegaskan percepatan proyek drainase menjadi langkah penting menghadapi cuaca ekstrem yang sudah mulai melanda Surabaya sejak awal November.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
“Biasanya awal hujan itu rintik-rintik dulu, tapi kemarin langsung hujan deras dari jam dua siang sampai malam. Ini jadi alarm buat kita semua,” katanya.
Berdasarkan peringatan dini BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Januari 2026. Karena itu, Pemkot Surabaya mengaktifkan langkah mitigasi sejak dini.
“Kita tidak hanya fokus membangun saluran, tapi juga menyiagakan satgas di lapangan agar siap kalau terjadi genangan,” pungkasnya.
Editor : Ading