Senin, 09 Feb 2026 19:03 WIB

Surabaya Kebut Proyek Rumah Pompa, Wali Kota Eri Minta Kontraktor Lembur Siang Malam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Nov 2025 11:44 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) mempercepat penyelesaian proyek drainase dan pembangunan rumah pompa di sejumlah titik.

 

Baca Juga: Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Kepala DSDABM Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan Wali Kota Eri meminta kontraktor bekerja lembur, bahkan jika perlu 24 jam nonstop. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek pengendalian banjir rampung sebelum curah hujan mencapai puncaknya.

 

“Diminta lembur kontraktornya, kalau bisa 24 jam. Besok kita undang kontraktor yang proyeknya belum selesai, rata-rata pekerjaan besar seperti rumah pompa dan box culvert,” ujar Syamsul, Jumat (7/11/2025).

 

Menurutnya, sebagian proyek yang belum tuntas merupakan pembangunan infrastruktur besar seperti rumah pompa dan box culvert. Namun progresnya sudah menunjukkan hasil signifikan.

 

“Yang kecil-kecil insyaallah sudah 70 persen selesai. Kita targetkan 90 persen rampung di akhir November ini,” jelasnya.

 

Setidaknya ada lima lokasi pembangunan rumah pompa yang dikebut pengerjaannya, yakni di Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang Madya, Karah, dan Rungkut Menanggal.

 

Selain itu, proyek drainase besar juga sedang dikerjakan di kawasan diversi Gunungsari dan Babat Jerawat. Dua proyek tersebut dinilai penting untuk memperlancar aliran air saat hujan deras.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan yang Rawan Genangan saat Hujan

“Seperti di diversi Gunungsari, kita minta kontraktor kerja dari dua arah, barat dan timur, supaya bisa ketemu di tengah. Panjangnya sekitar 500 meter,” terang Syamsul.

 

Untuk mempercepat progres, DSDABM meminta kontraktor menambah tenaga kerja dan jam operasional di lapangan.

 

“Jadi selain lembur, juga tambah tenaga dan material. Targetnya, pertengahan Desember sudah bisa selesai,” imbuhnya.

 

Syamsul menegaskan percepatan proyek drainase menjadi langkah penting menghadapi cuaca ekstrem yang sudah mulai melanda Surabaya sejak awal November.

Baca Juga: DPRD Soroti Reklame di Taman Median Jalan Surabaya

 

“Biasanya awal hujan itu rintik-rintik dulu, tapi kemarin langsung hujan deras dari jam dua siang sampai malam. Ini jadi alarm buat kita semua,” katanya.

 

Berdasarkan peringatan dini BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Januari 2026. Karena itu, Pemkot Surabaya mengaktifkan langkah mitigasi sejak dini.

 

“Kita tidak hanya fokus membangun saluran, tapi juga menyiagakan satgas di lapangan agar siap kalau terjadi genangan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peredaran Pupuk Bersubsidi Ilegal di Ngawi Digagalkan, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus ini terbongkar setelah petugas menerima informasi pengiriman pupuk bersubsidi ilegal dari Kabupaten Lamongan ke Ngawi.

Jelang Imlek, Salon di Surabaya Diserbu Pelanggan

Banyak masyarakat memilih untuk merapikan penampilan sebagai bentuk persiapan menyambut tahun baru, dengan tren gaya rambut yang semakin beragam dan bebas.

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya yang menyedot anggaran hingga miliaran rupiah.

Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya dengan anggaran miliaran rupiah.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.