Wali Kota Eri Tolak Pengunduran Diri Admin Instagramnya: Tetap Saya Pertahankan
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 03 Nov 2025 17:26 WIB
selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menolak pengunduran diri admin media sosialnya, Hening, yang videonya sempat viral dan menimbulkan sorotan publik. Ia menilai kejadian tersebut sebagai pembelajaran bagi anak muda.
Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya
“Saya tidak akan membunuh karakter anak muda hanya karena mereka berbuat salah. Kesalahan itu justru awal dari keberhasilan,” tegas Eri, Senin (3/11/2025).
Eri menjelaskan, dirinya tidak mengetahui kejadian itu saat berlangsung karena sedang berada di luar kota untuk menghadiri konferensi Asia-Afrika di Blitar. Ia baru mengetahui peristiwa tersebut setelah kembali ke Surabaya dan menerima surat pengunduran diri dari Hening.
“Saya baru tahu setelah ada surat pengunduran diri di meja saya. Tapi saya tidak izinkan. Biarkan dia memperbaiki diri,” ujarnya.
Menurut Eri, Hening merupakan bagian dari tim muda yang selama ini mengelola akun media sosial miliknya. Ia menilai semangat dan kreativitas anak muda perlu didukung.
“Mereka itu anak-anak muda Surabaya yang punya potensi luar biasa. Saya ajak mereka bukan untuk cari popularitas, tapi untuk menebar kebaikan lewat media sosial,” katanya.
Eri menyebut insiden tersebut sebagai bentuk keteledoran manusiawi. Ia mengapresiasi keberanian Hening yang telah mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.
“Saya sampai nangis. Karena dia tahu dampaknya bukan ke dirinya, tapi ke saya. Tapi dia berani tanggung jawab, minta maaf di depan umum. Itu luar biasa,” ujar Eri.
Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya
Ia juga membantah tudingan bahwa insiden tersebut merupakan rekayasa politik. Eri menegaskan tidak akan menjadikan kesalahan bawahannya sebagai alat pencitraan.
“Kalau karena politik lalu anak muda dikorbankan, itu salah besar. Saya tidak akan membiarkan potensi mereka mati hanya gara-gara kepentingan popularitas,” tegasnya.
Eri berharap peristiwa ini menjadi refleksi bagi anak muda dan jajaran Pemkot Surabaya agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial.
“Kalau anak muda salah, jangan diserang habis-habisan. Bantu mereka bangkit. Karena kalau mereka takut salah, nanti tidak ada lagi yang berani ambil risiko,” tuturnya.
Baca Juga: Kapolda Jatim Ingatkan Warga Tak Viralkan Konten Provokatif: Jangan Membikin Situasi Tidak Kondusif!
Meski sempat ingin mundur, Eri memastikan Hening tetap menjadi bagian dari tim media sosialnya. Namun sementara waktu, ia diminta menenangkan diri.
“Dia tetap saya pertahankan. Cuma sementara biar menenangkan diri dulu. Saya dengar dia mau umrah. Nanti kalau sudah tenang, kembali bekerja,” jelas Eri.
Eri berharap publik dapat melihat sisi pembelajaran dari peristiwa ini. Ia menutup pernyataannya dengan pesan spiritual.
“Gusti Allah itu Maha Luas pangapura-nya. Masa kita gak bisa memaafkan? Anak muda harus tetap kuat, berani menghadapi kesalahan, dan terus menebar kebaikan,” pungkasnya.
Editor : Ading
