Blunder Admin Medsos Wali Kota Eri Viral, DPRD Surabaya: Nyawa Medsos Ada di Admin
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 03 Nov 2025 14:24 WIB
selalu.id – Candaan admin media sosial Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat siaran langsung di Instagram menuai sorotan publik. Potongan video yang viral itu dianggap menimbulkan kesan tak pantas dan seolah menganggap kegiatan lapangan sang wali kota hanyalah rekayasa.
Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
Dalam video tersebut terdengar suara admin yang berbincang dengan rekannya di sela live yang sedang dijeda.
“Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak wali turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi kalau ada hujan,” ucap admin dalam rekaman yang kemudian beredar luas.
Saat kejadian, Eri Cahyadi tidak mengetahui percakapan itu karena sedang beraktivitas di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, menyebut insiden itu murni keteledoran admin media sosial, bukan kesalahan wali kota.
“Ini murni bukan kesalahannya Mas Erick, Mas Wali Kota. Tapi keteledoran admin medsos. Ke depan harus lebih hati-hati, karena medsos sekarang itu ‘sakti’ sekali. Salah sedikit bisa jadi konsumsi publik,” ujar Saifuddin, Senin (3/11).
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir
Ia menilai peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi tim komunikasi pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam mengelola media sosial.
“Nyawa dari media sosial itu ada di admin, bukan di bosnya. Karena pemimpin itu kan nggak setiap hari pegang handphone. Jadi admin harus sadar perannya besar,” katanya.
Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah
Saifuddin juga menyebut kinerja Eri Cahyadi sejauh ini masih cukup baik.
“Saya melihat kinerjanya masih real-real saja, cukup bagus. Tapi evaluasi itu penting, jangan sampai puas dulu. Kalau pemimpin sudah puas, pemerintah bisa stagnan,” tambahnya.
Sementara itu, admin media sosial Eri Cahyadi telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan memilih mundur dari tim. Ia mengaku khilaf dan menyesal atas ucapannya yang menimbulkan salah persepsi di masyarakat.
Editor : Ading
