Minggu, 01 Feb 2026 23:23 WIB

“Mrs. Struggle” Untag Surabaya, Perjalanan Panjang Dr. Sumiati dari DPRD hingga Wakil Rektor

  • Penulis : Ading
  • | Selasa, 07 Okt 2025 09:36 WIB

selalu.id - Tak banyak yang tahu, Dr. Sumiati, M.M., Wakil Rektor III Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, pernah berkiprah di dunia politik. Ia sempat mendampingi artis Krisdayanti dalam masa kampanye legislatif dan pernah menjadi anggota DPRD Jawa Timur periode 2009–2014. Namun di balik itu, Sumiati tetap setia menekuni dunia akademik.

 

Baca Juga: Kebocoran Data Mahasiswa, Bom Waktu di Dunia Pendidikan

Lahir di Kabupaten Gresik, 4 Januari 1969, Sumiati merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang bahan bangunan sekaligus pamong desa, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga yang memiliki tekad kuat agar anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi.

 

Sejak kecil, Sumiati bersekolah di SD Negeri 1 Tanjung, lalu SMP Negeri 1 Cerme, Gresik. Ia kemudian melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Namun selepas lulus, ia menolak dijodohkan orang tua dan memilih menentukan jalan hidup sendiri. Demi kuliah, ia bekerja sebagai guru les dan berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP.

 

Setelah lulus, Sumiati sempat meniti karier di dunia media. Ia bergabung dengan SCTV Surabaya pada 1992 hingga 1996 dan ditempatkan di Departemen Programming. Di sana ia menulis sinopsis film untuk koran dan mendapat pelatihan langsung dari budayawan Arswendo Atmowiloto.

 

Namun, kebijakan Menteri Penerangan saat itu yang mewajibkan seluruh stasiun televisi swasta berpusat di Jakarta membuat SCTV Surabaya berhenti beroperasi penuh. Kondisi keluarga yang membutuhkan perhatian membuat Sumiati pulang ke Gresik.

 

Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Untag Surabaya dan mulai mengajar pada Desember 1996. Sebelumnya, ia sempat menjabat Wakil Direktur III Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia (ASMI) Surabaya.

 

Kiprahnya di dunia pendidikan berjalan beriringan dengan aktivitas sosial. Ia pernah menjadi Sekretaris Koperasi Mega Gotong Royong (KOMEGORO) Jawa Timur dan Direktur Forum Perempuan Nasionalis Indonesia (FPNI) Jatim yang fokus pada pemberdayaan perempuan. Dari situ, Sumiati berkesempatan mengikuti berbagai pelatihan luar negeri, termasuk program International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat.

 

Pada 2005–2010, ia menjadi pengurus DPD PDIP Jawa Timur di bidang pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan rakyat. Lima tahun kemudian, Sumiati duduk di DPRD Jawa Timur Komisi E yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila

 

Selama menjabat legislator, ia tetap melanjutkan pendidikan S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya hingga meraih gelar doktor pada 2013. Ia mengaku politik memberinya pengalaman berharga, meski dunia pendidikan tetap menjadi panggilan jiwanya.

 

Sumiati juga dikenal pernah menjadi bagian dari tim kampanye Krisdayanti dalam pemilihan legislatif. Bersama sang suami, Raul Lemos, ia tergabung dalam Steering Committee (SC) dan turut mendampingi kampanye bertajuk “Perempuan Hebat, Indonesia Kuat.”

 

Usai masa politiknya berakhir, Sumiati memilih fokus kembali ke kampus. Pada 2016, ia memimpin pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Untag Surabaya yang kini menjadi benchmark nasional. Ia juga dipercaya sebagai Master Assessor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan memiliki sertifikat Instruktur Level 6.

 

Berkat pengalaman panjangnya, Sumiati dilantik sebagai Wakil Rektor III Untag Surabaya pada 19 Agustus 2025. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras dan teguh pada prinsip.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Global, Untag Surabaya Undang Akademisi Australia dan Filipina

 

“Pelajari sesuatu secara total, aplikasikan yang relevan, dan jadikan sisanya bekal pengalaman,” ujarnya.

 

Dari pernikahannya, Sumiati dikaruniai empat putra yang kini sukses di berbagai bidang. Keteguhan dan kerja kerasnya membuat rekan sejawat menjulukinya “Mrs. Struggle.” Bagi Sumiati, pendidikan dan ketekunan adalah kunci agar perempuan mampu berdiri sejajar dan mandiri.

 

Ia menutup dengan prinsip hidup yang selalu dipegang teguh, “Saya berusaha untuk menerima, bersyukur, dan berpikir positif. Orang mau berbicara apapun tentang saya, tidak peduli. Yang tahu diri saya adalah saya.”

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.