Sabtu, 06 Jun 2026 12:46 WIB

Surabaya Krisis Lahan Pemakaman, Wali Kota Eri Dorong Tradisi Makam Keluarga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Okt 2025 14:09 WIB

selalu.id - Krisis lahan pemakaman mulai menghantui Kota Surabaya. Kepadatan penduduk membuat ketersediaan ruang pemakaman semakin terbatas. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencari solusi dengan menghidupkan kembali tradisi lama makam keluarga.

 

Baca Juga: Surabaya Darurat Lahan Makam! 13 TPU Hampir Penuh dan Sebagian Sudah Ditutup

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengakui persoalan makam menjadi tantangan tersendiri di kota besar.

 

“Kalau lahan makam dengan bertambahnya orang pasti tambah kurang. Karena itu, kita fungsikan lagi lahan makam yang ada di perkampungan,” ujar Eri, Selasa (28/10/2025).

 

Menurutnya, pemkot menggandeng pengurus kampung untuk menata dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan makam agar lebih efisien. Pola lama yang mengandalkan makam keluarga atau makam kampung, kata dia, perlu dihidupkan kembali.

 

“Kalau setiap orang minta satu lahan makam, ya habis semua tanahnya,” tegasnya.

 

Eri menjelaskan, lonjakan penduduk menjadi penyebab utama berkurangnya ruang pemakaman di Surabaya.

 

“Kemarin penduduk 2,7 juta, sekarang sudah lebih dari 3 juta. Kan tidak mungkin semua lahan di kota ini dijadikan makam,” ujarnya.

Baca Juga: Lahan Makam di TPU Keputih Terus Menyempit, Hanya Tersisa 32 Ribu Unit

 

Eri mencontohkan tradisi keluarga sendiri yang masih menerapkan sistem makam keluarga di kawasan Tembok Dukuh.

 

“Kalau makam keluarga saya, itu makam mbahku. Waktu abahku meninggal, dimakamkan di situ juga. Kalau masing-masing mau punya lahan sendiri, lahannya siapa?” ucapnya.

 

Ia menilai tradisi makam keluarga bukan hanya solusi keterbatasan lahan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.

Baca Juga: TPU Ngagel Rejo Darurat Lahan, Banyak Makam Tumpang Tindih

 

“Pemerintah kota tidak bisa terus-menerus menyiapkan lahan makam baru. Karena itu, kita kolaborasi dengan pengelola makam kampung. Warga yang tinggal di situ, ya keluarganya dimakamkan di situ juga,” jelasnya.

 

Eri menegaskan, sistem pengelolaan makam berbasis komunitas menjadi langkah realistis untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ruang hidup dan ruang pemakaman di tengah keterbatasan lahan kota.

 

“Kalau mbah sudah lama meninggal, terus abah meninggal, ya dimakamkan di situ. Jadi satu liang bisa dipakai beberapa anggota keluarga,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.