Rabu, 22 Jul 2026 23:47 WIB

TPU Ngagel Rejo Darurat Lahan, Banyak Makam Tumpang Tindih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2025 15:52 WIB
TPU Ngagel Rejo
TPU Ngagel Rejo

selalu.id – Kepala Taman Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo Rudi Hartono mengungkapkan bahwa kuota makam di Makam Ngagel Rejo sudah mencapai batas penuh.

Rudy menyebut saat ini banyak makam yang terpaksa harus ditumpang tindih karena keterbatasan lahan.

“Ya, makam di sini sudah penuh. Sekarang banyak yang tumpang-tumpang, ada yang dua, tiga, bahkan kemarin ada yang sampai lima orang dalam satu makam,” ujar Rudy, saat dihubungi selalu.id, Jumat (28/2/2025).

Tumpang tindih ini, menurut Rudy, terjadi karena permintaan dari pihak keluarga untuk menumpang jenazah dalam satu makam. Hal tersebut diputuskan sesuai dengan amanah dari keluarga yang bersangkutan.

“Ada yang tumpang empat orang, bahkan kemarin ada yang sampai lima orang. Itu tergantung dari pihak keluarga, karena ini amanah mereka,” tambahnya.

Meskipun demikian, Rudy menegaskan bahwa ada aturan terkait dengan makam yang hanya dapat digunakan untuk keluarga yang sama.

“Makam di sini adalah makam keluarga, jadi tumpang tindihnya hanya satu kotak saja, artinya untuk keluarga yang bersangkutan saja,” jelasnya.

Terkait dengan durasi tumpang tindih, Rudy menjelaskan bahwa masa pemakaian makam bervariasi, tergantung pada kondisi dan permintaan keluarga.

Beberapa makam dapat digunakan dalam waktu satu hingga dua tahun, sementara yang lainnya bisa lebih lama.

“Tergantung dari kondisi tanah dan cuaca. Kadang ada yang harus lebih cepat diganti, karena kalau hujan tanah bisa amblas dan makamnya bisa rusak,” ungkapnya.

Mengenai kemungkinan untuk memindahkan jenazah ke makam lain, Rudy mengatakan pihaknya sering mengarahkan keluarga ke makam Keputih, yang memiliki lahan lebih luas.

“Kalau sudah penuh, kita arahkan ke makam Keputih, karena lahan di sana masih cukup luas,” ujarnya.

Meski saat ini Makam Ngagel Rejo sudah sangat penuh, Rudy menyebutkan bahwa pihaknya masih belum bisa memprediksi kapan kuota makam akan benar-benar habis.

Namun, ia menambahkan bahwa ada solusi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait dengan penambahan lahan pemakaman.

“DLH sudah merencanakan penambahan lahan di lapangan bola Benowo, jadi nanti kalau sudah penuh di sini, kita bisa arahkan ke sana,” tutup Rudy.

Baca Juga: Surabaya Krisis Lahan Pemakaman, Wali Kota Eri Dorong Tradisi Makam Keluarga

Editor : Ading
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.