Rabu, 22 Jul 2026 14:18 WIB

TPU Ngagel Rejo Darurat Lahan, Banyak Makam Tumpang Tindih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2025 15:52 WIB
TPU Ngagel Rejo
TPU Ngagel Rejo

selalu.id – Kepala Taman Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo Rudi Hartono mengungkapkan bahwa kuota makam di Makam Ngagel Rejo sudah mencapai batas penuh.

Rudy menyebut saat ini banyak makam yang terpaksa harus ditumpang tindih karena keterbatasan lahan.

“Ya, makam di sini sudah penuh. Sekarang banyak yang tumpang-tumpang, ada yang dua, tiga, bahkan kemarin ada yang sampai lima orang dalam satu makam,” ujar Rudy, saat dihubungi selalu.id, Jumat (28/2/2025).

Tumpang tindih ini, menurut Rudy, terjadi karena permintaan dari pihak keluarga untuk menumpang jenazah dalam satu makam. Hal tersebut diputuskan sesuai dengan amanah dari keluarga yang bersangkutan.

“Ada yang tumpang empat orang, bahkan kemarin ada yang sampai lima orang. Itu tergantung dari pihak keluarga, karena ini amanah mereka,” tambahnya.

Meskipun demikian, Rudy menegaskan bahwa ada aturan terkait dengan makam yang hanya dapat digunakan untuk keluarga yang sama.

“Makam di sini adalah makam keluarga, jadi tumpang tindihnya hanya satu kotak saja, artinya untuk keluarga yang bersangkutan saja,” jelasnya.

Terkait dengan durasi tumpang tindih, Rudy menjelaskan bahwa masa pemakaian makam bervariasi, tergantung pada kondisi dan permintaan keluarga.

Beberapa makam dapat digunakan dalam waktu satu hingga dua tahun, sementara yang lainnya bisa lebih lama.

“Tergantung dari kondisi tanah dan cuaca. Kadang ada yang harus lebih cepat diganti, karena kalau hujan tanah bisa amblas dan makamnya bisa rusak,” ungkapnya.

Mengenai kemungkinan untuk memindahkan jenazah ke makam lain, Rudy mengatakan pihaknya sering mengarahkan keluarga ke makam Keputih, yang memiliki lahan lebih luas.

“Kalau sudah penuh, kita arahkan ke makam Keputih, karena lahan di sana masih cukup luas,” ujarnya.

Meski saat ini Makam Ngagel Rejo sudah sangat penuh, Rudy menyebutkan bahwa pihaknya masih belum bisa memprediksi kapan kuota makam akan benar-benar habis.

Namun, ia menambahkan bahwa ada solusi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait dengan penambahan lahan pemakaman.

“DLH sudah merencanakan penambahan lahan di lapangan bola Benowo, jadi nanti kalau sudah penuh di sini, kita bisa arahkan ke sana,” tutup Rudy.

Baca Juga: Surabaya Krisis Lahan Pemakaman, Wali Kota Eri Dorong Tradisi Makam Keluarga

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.