Jumat, 05 Jun 2026 02:16 WIB

TPU Ngagel Rejo Darurat Lahan, Banyak Makam Tumpang Tindih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2025 15:52 WIB
TPU Ngagel Rejo
TPU Ngagel Rejo

selalu.id – Kepala Taman Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo Rudi Hartono mengungkapkan bahwa kuota makam di Makam Ngagel Rejo sudah mencapai batas penuh.

Rudy menyebut saat ini banyak makam yang terpaksa harus ditumpang tindih karena keterbatasan lahan.

“Ya, makam di sini sudah penuh. Sekarang banyak yang tumpang-tumpang, ada yang dua, tiga, bahkan kemarin ada yang sampai lima orang dalam satu makam,” ujar Rudy, saat dihubungi selalu.id, Jumat (28/2/2025).

Tumpang tindih ini, menurut Rudy, terjadi karena permintaan dari pihak keluarga untuk menumpang jenazah dalam satu makam. Hal tersebut diputuskan sesuai dengan amanah dari keluarga yang bersangkutan.

“Ada yang tumpang empat orang, bahkan kemarin ada yang sampai lima orang. Itu tergantung dari pihak keluarga, karena ini amanah mereka,” tambahnya.

Meskipun demikian, Rudy menegaskan bahwa ada aturan terkait dengan makam yang hanya dapat digunakan untuk keluarga yang sama.

“Makam di sini adalah makam keluarga, jadi tumpang tindihnya hanya satu kotak saja, artinya untuk keluarga yang bersangkutan saja,” jelasnya.

Terkait dengan durasi tumpang tindih, Rudy menjelaskan bahwa masa pemakaian makam bervariasi, tergantung pada kondisi dan permintaan keluarga.

Beberapa makam dapat digunakan dalam waktu satu hingga dua tahun, sementara yang lainnya bisa lebih lama.

“Tergantung dari kondisi tanah dan cuaca. Kadang ada yang harus lebih cepat diganti, karena kalau hujan tanah bisa amblas dan makamnya bisa rusak,” ungkapnya.

Mengenai kemungkinan untuk memindahkan jenazah ke makam lain, Rudy mengatakan pihaknya sering mengarahkan keluarga ke makam Keputih, yang memiliki lahan lebih luas.

“Kalau sudah penuh, kita arahkan ke makam Keputih, karena lahan di sana masih cukup luas,” ujarnya.

Meski saat ini Makam Ngagel Rejo sudah sangat penuh, Rudy menyebutkan bahwa pihaknya masih belum bisa memprediksi kapan kuota makam akan benar-benar habis.

Namun, ia menambahkan bahwa ada solusi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait dengan penambahan lahan pemakaman.

“DLH sudah merencanakan penambahan lahan di lapangan bola Benowo, jadi nanti kalau sudah penuh di sini, kita bisa arahkan ke sana,” tutup Rudy.

Baca Juga: Surabaya Krisis Lahan Pemakaman, Wali Kota Eri Dorong Tradisi Makam Keluarga

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.