Kamis, 04 Jun 2026 08:53 WIB

Erma Susanti DPRD Jatim: Perang Masa Depan Adalah Perang Pangan

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti

selalu.id – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menggelar sosialisasi bertema “Memperkuat Kedaulatan Pangan Menuju Keamanan Nasional” di Aula Barn Meeting dan Convention Tulungagung, Minggu (19/10/2025). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai program kerja pemerintah pusat dan provinsi yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

 

Baca Juga: Dorong Penguatan Mutu Pendidikan, DPRD Jatim Minta Pergub PSM Segera Disahkan

"Ini adalah kegiatan untuk memberikan informasi terkait program Pemprov yang bisa diakses masyarakat," ujar Erma.

 

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tugas anggota DPRD Provinsi dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Erma, yang juga menjabat sebagai Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, menyampaikan bahwa sebelumnya ia juga menggelar sosialisasi akses permodalan bersama Bank UMKM Jatim.

 

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Jawa Timur, dengan jumlah mencapai lebih dari 9 juta unit dan menjadi sektor yang mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional. "Pada Bank UMKM ada program Prokesra dengan bunga 3 persen per tahun. Program bunga rendah ini karena ada subsidi dari Pemprov Jatim," terangnya.

 

Dalam kesempatan itu, Erma menjelaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan Indonesia mandiri di bidang pangan pada tahun 2027. Ia mengutip peringatan dari FAO bahwa perang masa depan bukan lagi soal perebutan senjata, melainkan pangan.

 

"Perang ke depan bukan perang senjata, tapi perang embargo. Negara yang tidak mandiri di bidang pangan akan mengalami kelangkaan pangan," ungkapnya.

 

Baca Juga: DPRD Jatim Sebut UMKM Waktunya Naik Kelas di Tengah Rupiah Melemah

Erma juga menyoroti pentingnya mengubah praktik pertanian agar lebih ramah lingkungan. Penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat merusak unsur hara tanah dan menurunkan produktivitas pertanian. Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk akan memperbesar kebutuhan pangan, dan jika tidak terpenuhi dapat mengancam keamanan nasional.

 

"Tingginya jumlah penduduk akan diikuti meningkatnya kebutuhan pangan. Jika kebutuhan pangan tidak terpenuhi, maka akan mengancam keamanan nasional," ujarnya.

 

Erma menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar Indonesia berhenti impor pangan pada tahun 2027. Pemerintah kini menggalakkan gerakan ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan teknologi pertanian.

 

Baca Juga: Driver Online Malang Dukung Regulasi RUU dalam Demo di DPRD Jatim Besok

"Teknologi pertanian Indonesia harus ditingkatkan, dan kita harus menyadari bahwa perang ke depan adalah perang pangan. Bahkan konglomerat besar dunia saat ini investasinya juga pada sektor pangan," tuturnya.

 

Ia menambahkan bahwa Indonesia dikenal sebagai lumbung pangan dunia sehingga tidak boleh tertinggal dari negara lain yang bukan penghasil pangan. Menurut Erma, PDI Perjuangan memiliki komitmen kuat dalam mengawal isu kedaulatan pangan.

 

"PDI Perjuangan tidak hanya datang saat pemilu saja, tapi juga serius dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.