Senin, 02 Feb 2026 05:23 WIB

Erma Susanti DPRD Jatim: Perang Masa Depan Adalah Perang Pangan

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti

selalu.id – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menggelar sosialisasi bertema “Memperkuat Kedaulatan Pangan Menuju Keamanan Nasional” di Aula Barn Meeting dan Convention Tulungagung, Minggu (19/10/2025). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai program kerja pemerintah pusat dan provinsi yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

 

Baca Juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

"Ini adalah kegiatan untuk memberikan informasi terkait program Pemprov yang bisa diakses masyarakat," ujar Erma.

 

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tugas anggota DPRD Provinsi dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Erma, yang juga menjabat sebagai Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, menyampaikan bahwa sebelumnya ia juga menggelar sosialisasi akses permodalan bersama Bank UMKM Jatim.

 

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Jawa Timur, dengan jumlah mencapai lebih dari 9 juta unit dan menjadi sektor yang mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional. "Pada Bank UMKM ada program Prokesra dengan bunga 3 persen per tahun. Program bunga rendah ini karena ada subsidi dari Pemprov Jatim," terangnya.

 

Dalam kesempatan itu, Erma menjelaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan Indonesia mandiri di bidang pangan pada tahun 2027. Ia mengutip peringatan dari FAO bahwa perang masa depan bukan lagi soal perebutan senjata, melainkan pangan.

 

"Perang ke depan bukan perang senjata, tapi perang embargo. Negara yang tidak mandiri di bidang pangan akan mengalami kelangkaan pangan," ungkapnya.

 

Baca Juga: Pengakuan Istri Siri Kusnadi dalam Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim: Dapat Rumah hingga Mobil Mewah

Erma juga menyoroti pentingnya mengubah praktik pertanian agar lebih ramah lingkungan. Penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat merusak unsur hara tanah dan menurunkan produktivitas pertanian. Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk akan memperbesar kebutuhan pangan, dan jika tidak terpenuhi dapat mengancam keamanan nasional.

 

"Tingginya jumlah penduduk akan diikuti meningkatnya kebutuhan pangan. Jika kebutuhan pangan tidak terpenuhi, maka akan mengancam keamanan nasional," ujarnya.

 

Erma menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar Indonesia berhenti impor pangan pada tahun 2027. Pemerintah kini menggalakkan gerakan ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan teknologi pertanian.

 

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

"Teknologi pertanian Indonesia harus ditingkatkan, dan kita harus menyadari bahwa perang ke depan adalah perang pangan. Bahkan konglomerat besar dunia saat ini investasinya juga pada sektor pangan," tuturnya.

 

Ia menambahkan bahwa Indonesia dikenal sebagai lumbung pangan dunia sehingga tidak boleh tertinggal dari negara lain yang bukan penghasil pangan. Menurut Erma, PDI Perjuangan memiliki komitmen kuat dalam mengawal isu kedaulatan pangan.

 

"PDI Perjuangan tidak hanya datang saat pemilu saja, tapi juga serius dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.