Jumat, 23 Okt 2026 16:15 WIB

Deni Wicaksono: Marsinah Layak Jadi Pahlawan Nasional, Simbol Perjuangan Buruh dan Perempuan

Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono
Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Marsinah, aktivis buruh perempuan yang memperjuangkan hak-hak pekerja hingga kehilangan nyawanya. Dukungan ini disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanannya dalam memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh.

 

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa perjuangan Marsinah bukan sekadar catatan sejarah, melainkan teladan dalam melawan ketidakadilan struktural yang masih dihadapi kaum buruh hingga kini.

 

“Perjuangan Marsinah bukan sekadar catatan sejarah, tapi juga teladan perjuangan terhadap ketidakadilan struktural yang masih membelit kaum buruh hingga kini,” kata Deni.

 

Menurut Deni, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Marsinah akan menjadi simbol penting bagi kaum pekerja yang terus memperjuangkan hak-haknya untuk hidup layak. Teladan Marsinah juga mencerminkan perjuangan kesetaraan perempuan dalam ruang publik, terutama di dunia kerja.

 

“Marsinah juga menyimbolkan perjuangan kesetaraan kaum perempuan dalam ruang publik, khususnya di dunia kerja,” ujarnya.

 

Marsinah lahir pada 10 April 1969 dan ditemukan meninggal dunia pada 8 Mei 1993 di hutan Dusun Jegong, Wilangan, Nganjuk. Jasadnya ditemukan penuh luka lebam, diduga menjadi korban penculikan dan penyiksaan karena membela hak-hak pekerja di pabrik tempatnya bekerja di Sidoarjo. Kasus ini sempat menarik perhatian nasional dan internasional.

 

Meski sudah lebih dari tiga dekade berlalu, Deni meyakini semangat perjuangan Marsinah tetap hidup di tengah kaum pekerja.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

 

“Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Marsinah akan memperkuat kesadaran dan solidaritas publik dalam memperjuangkan hak-hak pekerja,” ujarnya.

 

Wacana pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional telah bergulir sejak 2022 oleh Pemkab Nganjuk di bawah kepemimpinan Bupati Marhaen Djumadi. Pemerintah daerah telah mengumpulkan data dan dokumen pendukung serta membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk meneliti dan mengkaji usulan tersebut sebelum diajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

 

Dukungan juga datang dari berbagai kelompok buruh dan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

 

Deni berharap momentum ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan DPRD Jatim untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan buruh.

 

“Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Marsinah bukan akhir dari perjuangan, melainkan suntikan semangat baru untuk pembenahan struktural dan sistemik dalam dunia ketenagakerjaan kita,” ucapnya.

 

Ia menekankan, hal-hal yang perlu diperhatikan ke depan adalah peningkatan kesejahteraan, jaminan sosial, kesehatan, dan keselamatan kerja. Selain itu, posisi tawar pekerja terhadap perusahaan besar juga harus diperkuat agar keadilan di dunia kerja dapat terwujud.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Tilang manual akan difokuskan pada pelanggaran kasat mata, antara lain pengendara yang melawan arus, menggunakan knalpot brong.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.

Pemkab Mojokerto Gelontorkan Rp812 Juta Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dan Berprestasi

Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.