Rabu, 22 Jul 2026 20:26 WIB

Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Nilai Langkah Eri Cahyadi Realistis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Okt 2025 15:11 WIB

selalu.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangun rumah sakit di kawasan Surabaya Selatan dipastikan ditunda hingga 2026 akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD).

 

Baca Juga: Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Soroti Rencana Gandeng Investor India

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menilai keputusan Wali Kota Eri Cahyadi menunda proyek tersebut merupakan langkah realistis di tengah tekanan keuangan daerah.

 

“Tidak dihilangkan, tapi ditunda. Kenapa kok ditunda? Karena Rumah Sakit Surabaya Timur yang tadinya ditargetkan pendapatannya 100 sekian miliar, itu hanya tercapai 20 sekian miliar. Jadi belum mampu memberikan kontribusi nyata bagi warga,” ujar Aning kepada selalu.id, Selasa (21/10/2025).

 

Aning menilai Pemkot sebaiknya fokus memperkuat dua rumah sakit daerah yang sudah ada, yakni RSUD Surabaya Timur (Eka Candrarini) dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).

 

“Keduanya masih perlu penguatan dari sisi layanan dan pendapatan sebelum memulai pembangunan rumah sakit baru. Harapannya nanti kalau RS Surabaya Timur sudah stabil, BDH juga berkembang, baru kemudian RS Surabaya Selatan kita anggarkan. Tapi tidak dari hutang, tetap dari APBD, hanya saja bukan di tahun 2026,” tegasnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penundaan RS Selatan, Fokuskan Perbaikan RSUD Eka Candrarini

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD itu menambahkan, hingga kini belum ada kesepakatan antara DPRD dan Pemkot terkait skema pembangunan RS Surabaya Selatan, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta.

 

“Di Komisi D belum disepakati, di Banggar juga belum disepakati. Modelnya nanti seperti apa, apakah dengan pihak ketiga atau sistem Build, Operate, Transfer (BOT), itu masih akan kita bahas,” jelas Aning.

 

Politisi PKS itu menegaskan, kondisi keuangan daerah saat ini harus dikelola secara hati-hati, terutama setelah adanya pemotongan TKD sebesar Rp730 miliar yang memaksa Pemkot menentukan prioritas pembangunan.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tunda Pembangunan RS Surabaya Selatan karena Pemotongan TKD

 

“Realistis saja, dengan kondisi sekarang kita fokus dulu memperkuat rumah sakit yang sudah ada dan infrastruktur dasar. RS Surabaya Selatan nanti bisa dibangun di tahun berikutnya,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa pembangunan RS Surabaya Selatan ditunda hingga kondisi fiskal daerah membaik. Pemkot kini memprioritaskan proyek infrastruktur jalan dan fasilitas publik yang dinilai lebih mendesak untuk mendukung pergerakan ekonomi warga.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.