Selasa, 03 Feb 2026 23:24 WIB

Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Nilai Langkah Eri Cahyadi Realistis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Okt 2025 15:11 WIB

selalu.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangun rumah sakit di kawasan Surabaya Selatan dipastikan ditunda hingga 2026 akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD).

 

Baca Juga: Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Soroti Rencana Gandeng Investor India

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menilai keputusan Wali Kota Eri Cahyadi menunda proyek tersebut merupakan langkah realistis di tengah tekanan keuangan daerah.

 

“Tidak dihilangkan, tapi ditunda. Kenapa kok ditunda? Karena Rumah Sakit Surabaya Timur yang tadinya ditargetkan pendapatannya 100 sekian miliar, itu hanya tercapai 20 sekian miliar. Jadi belum mampu memberikan kontribusi nyata bagi warga,” ujar Aning kepada selalu.id, Selasa (21/10/2025).

 

Aning menilai Pemkot sebaiknya fokus memperkuat dua rumah sakit daerah yang sudah ada, yakni RSUD Surabaya Timur (Eka Candrarini) dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).

 

“Keduanya masih perlu penguatan dari sisi layanan dan pendapatan sebelum memulai pembangunan rumah sakit baru. Harapannya nanti kalau RS Surabaya Timur sudah stabil, BDH juga berkembang, baru kemudian RS Surabaya Selatan kita anggarkan. Tapi tidak dari hutang, tetap dari APBD, hanya saja bukan di tahun 2026,” tegasnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penundaan RS Selatan, Fokuskan Perbaikan RSUD Eka Candrarini

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD itu menambahkan, hingga kini belum ada kesepakatan antara DPRD dan Pemkot terkait skema pembangunan RS Surabaya Selatan, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta.

 

“Di Komisi D belum disepakati, di Banggar juga belum disepakati. Modelnya nanti seperti apa, apakah dengan pihak ketiga atau sistem Build, Operate, Transfer (BOT), itu masih akan kita bahas,” jelas Aning.

 

Politisi PKS itu menegaskan, kondisi keuangan daerah saat ini harus dikelola secara hati-hati, terutama setelah adanya pemotongan TKD sebesar Rp730 miliar yang memaksa Pemkot menentukan prioritas pembangunan.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tunda Pembangunan RS Surabaya Selatan karena Pemotongan TKD

 

“Realistis saja, dengan kondisi sekarang kita fokus dulu memperkuat rumah sakit yang sudah ada dan infrastruktur dasar. RS Surabaya Selatan nanti bisa dibangun di tahun berikutnya,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa pembangunan RS Surabaya Selatan ditunda hingga kondisi fiskal daerah membaik. Pemkot kini memprioritaskan proyek infrastruktur jalan dan fasilitas publik yang dinilai lebih mendesak untuk mendukung pergerakan ekonomi warga.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.