Selasa, 08 Sep 2026 09:11 WIB

Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Nilai Langkah Eri Cahyadi Realistis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Okt 2025 15:11 WIB

selalu.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangun rumah sakit di kawasan Surabaya Selatan dipastikan ditunda hingga 2026 akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD).

 

Baca Juga: Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Soroti Rencana Gandeng Investor India

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menilai keputusan Wali Kota Eri Cahyadi menunda proyek tersebut merupakan langkah realistis di tengah tekanan keuangan daerah.

 

“Tidak dihilangkan, tapi ditunda. Kenapa kok ditunda? Karena Rumah Sakit Surabaya Timur yang tadinya ditargetkan pendapatannya 100 sekian miliar, itu hanya tercapai 20 sekian miliar. Jadi belum mampu memberikan kontribusi nyata bagi warga,” ujar Aning kepada selalu.id, Selasa (21/10/2025).

 

Aning menilai Pemkot sebaiknya fokus memperkuat dua rumah sakit daerah yang sudah ada, yakni RSUD Surabaya Timur (Eka Candrarini) dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).

 

“Keduanya masih perlu penguatan dari sisi layanan dan pendapatan sebelum memulai pembangunan rumah sakit baru. Harapannya nanti kalau RS Surabaya Timur sudah stabil, BDH juga berkembang, baru kemudian RS Surabaya Selatan kita anggarkan. Tapi tidak dari hutang, tetap dari APBD, hanya saja bukan di tahun 2026,” tegasnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penundaan RS Selatan, Fokuskan Perbaikan RSUD Eka Candrarini

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD itu menambahkan, hingga kini belum ada kesepakatan antara DPRD dan Pemkot terkait skema pembangunan RS Surabaya Selatan, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta.

 

“Di Komisi D belum disepakati, di Banggar juga belum disepakati. Modelnya nanti seperti apa, apakah dengan pihak ketiga atau sistem Build, Operate, Transfer (BOT), itu masih akan kita bahas,” jelas Aning.

 

Politisi PKS itu menegaskan, kondisi keuangan daerah saat ini harus dikelola secara hati-hati, terutama setelah adanya pemotongan TKD sebesar Rp730 miliar yang memaksa Pemkot menentukan prioritas pembangunan.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tunda Pembangunan RS Surabaya Selatan karena Pemotongan TKD

 

“Realistis saja, dengan kondisi sekarang kita fokus dulu memperkuat rumah sakit yang sudah ada dan infrastruktur dasar. RS Surabaya Selatan nanti bisa dibangun di tahun berikutnya,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa pembangunan RS Surabaya Selatan ditunda hingga kondisi fiskal daerah membaik. Pemkot kini memprioritaskan proyek infrastruktur jalan dan fasilitas publik yang dinilai lebih mendesak untuk mendukung pergerakan ekonomi warga.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.