Rabu, 22 Jul 2026 20:11 WIB

Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Soroti Rencana Gandeng Investor India

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Okt 2025 13:04 WIB

selalu.id – Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Surabaya Selatan kembali jadi sorotan. Meski kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayah itu mendesak, proyek tersebut terancam tertunda karena keterbatasan anggaran daerah.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penundaan RS Selatan, Fokuskan Perbaikan RSUD Eka Candrarini

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo, mengatakan Pemkot sudah menyiapkan konsep pembangunan rumah sakit, namun dana di APBD belum mencukupi.

 

“Apakah dianggap rumah sakit itu perlu? Perlu. Tetapi dana yang disiapkan itu kurang,” kata Michael kepada selalu.id, Rabu (22/10/2025).

 

Menurutnya, jika pembangunan dipaksakan menggunakan APBD murni, beban fiskal Pemkot akan berat. Karena itu, muncul wacana menggandeng investor luar negeri, termasuk dari India, yang disebut tertarik menanamkan modal di proyek tersebut.

 

“Kalau kita memaksakan Rumah Sakit Surabaya Selatan ini diteruskan, maka kebijakan yang keluar adalah mencari investor luar. Dan seperti yang kita dengar, ada investor dari India yang tertarik,” ungkap politisi PSI itu.

 

Michael menilai opsi pinjaman daerah juga tidak ideal karena masa balik modal (Break Even Point/BEP) pembangunan rumah sakit bisa mencapai lebih dari 10 tahun.

 

“Kalau 10 tahun ganti wali kota, nanti kasihan wali kota yang baru. Hal-hal semacam inilah yang jadi kendala,” jelasnya.

Baca Juga: Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Nilai Langkah Eri Cahyadi Realistis

 

Ia menegaskan kebutuhan rumah sakit di Surabaya Selatan sangat mendesak. Warga di kawasan itu selama ini harus menempuh jarak jauh ke rumah sakit di Surabaya Timur atau Pusat.

 

“Perjalanan ke Surabaya Timur apalagi ke Surabaya Pusat itu cukup lama, belum lagi keluarga yang menjaga. Jadi, itu sangat dibutuhkan,” tegasnya.

 

Michael menambahkan, tahun 2025 ini Pemkot masih melakukan kajian kerja sama investasi dan studi kelayakan, termasuk pembebasan lahan lapangan sepak bola yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tunda Pembangunan RS Surabaya Selatan karena Pemotongan TKD

 

“Sebenarnya tahun 2026 sudah bisa mulai dibangun, karena tahun 2025 ini masih dalam tahap kajian. Jadi, kalau ada investor yang mau, maka itu tidak akan mengganggu APBD dan bisa segera dibangun,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan rencana pembangunan RS Surabaya Selatan masih menunggu pembahasan lebih lanjut dalam APBD 2026.

 

“Insyaallah kita lihat ya anggaran di tahun depan. Sebenarnya (pembangunannya) direncanakan tahun ini, tapi karena adanya pemotongan TKD yang cukup besar, maka kita harus menentukan prioritas-prioritas mana yang dikerjakan,” ujar Eri.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.