Minggu, 18 Okt 2026 20:54 WIB

Wali Kota Mojokerto Dorong Eliminasi Stunting Lewat Program Dashat

selalu.id – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus memperkuat program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) untuk menekan angka stunting dan wasting di wilayahnya. Penguatan program ini diberikan kepada Kader Motivator Kesehatan dan orang tua balita di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kamis (16/10/2025).

 

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

“Program Dashat ini sudah berjalan sejak 2022. Penyedia dapur sehat berasal dari UPPKA yang kami dampingi, lalu hasilnya dibagikan ke rumah ibu yang memiliki balita stunting atau wasting. Program ini hanya dijalankan di kelurahan dengan kasus yang memerlukan perhatian khusus,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

 

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, angka stunting di setiap kabupaten/kota tidak boleh melebihi 12 persen. Berdasarkan data EPPGBM tahun 2025, angka stunting di Kota Mojokerto kini turun drastis menjadi 1,24 persen.

 

“Meski hasilnya sudah bagus, kita tidak boleh lengah. Kita bukan hanya mengejar target pemerintah pusat, tapi menyiapkan SDM unggul. Kalau bisa, kita wujudkan zero stunting di Kota Mojokerto,” tegasnya.

 

Ning Ita menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar memenuhi target angka, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.

 

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

“Kita ingin SDM Kota Mojokerto unggul untuk mewujudkan cita pertama dalam panca cita. Bayi baru lahir harus sehat sampai dewasa bahkan lansia, agar mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan itu, Ning Ita juga berdialog langsung dengan para ibu yang memiliki balita stunting dan wasting. Ia berpesan agar orang tua lebih telaten merawat anak, terutama bagi balita yang tidak memiliki penyakit bawaan.

 

“Kami akan terus mendampingi. Anak-anak ini harus dijaga dan dirawat sebaik-baiknya karena mereka adalah penerus masa depan bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga: Kisah Tragis Pasangan Muda di Mojokerto jadi Spesialis Maling Motor

 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai faktor penting dalam mencegah stunting. Pencegahan, kata Ning Ita, harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari asupan gizi, pola asuh, hingga lingkungan yang sehat.

 

“Kita harus menyiapkan generasi unggul, sehat, dan berkualitas. Kita eliminasi stunting dan wasting agar semua anak di Kota Mojokerto tumbuh sehat dan cerdas,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.