Jumat, 05 Jun 2026 09:10 WIB

Wali Kota Mojokerto Dorong Eliminasi Stunting Lewat Program Dashat

selalu.id – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus memperkuat program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) untuk menekan angka stunting dan wasting di wilayahnya. Penguatan program ini diberikan kepada Kader Motivator Kesehatan dan orang tua balita di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kamis (16/10/2025).

 

Baca Juga: Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

“Program Dashat ini sudah berjalan sejak 2022. Penyedia dapur sehat berasal dari UPPKA yang kami dampingi, lalu hasilnya dibagikan ke rumah ibu yang memiliki balita stunting atau wasting. Program ini hanya dijalankan di kelurahan dengan kasus yang memerlukan perhatian khusus,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

 

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, angka stunting di setiap kabupaten/kota tidak boleh melebihi 12 persen. Berdasarkan data EPPGBM tahun 2025, angka stunting di Kota Mojokerto kini turun drastis menjadi 1,24 persen.

 

“Meski hasilnya sudah bagus, kita tidak boleh lengah. Kita bukan hanya mengejar target pemerintah pusat, tapi menyiapkan SDM unggul. Kalau bisa, kita wujudkan zero stunting di Kota Mojokerto,” tegasnya.

 

Ning Ita menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar memenuhi target angka, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.

 

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

“Kita ingin SDM Kota Mojokerto unggul untuk mewujudkan cita pertama dalam panca cita. Bayi baru lahir harus sehat sampai dewasa bahkan lansia, agar mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan itu, Ning Ita juga berdialog langsung dengan para ibu yang memiliki balita stunting dan wasting. Ia berpesan agar orang tua lebih telaten merawat anak, terutama bagi balita yang tidak memiliki penyakit bawaan.

 

“Kami akan terus mendampingi. Anak-anak ini harus dijaga dan dirawat sebaik-baiknya karena mereka adalah penerus masa depan bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai faktor penting dalam mencegah stunting. Pencegahan, kata Ning Ita, harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari asupan gizi, pola asuh, hingga lingkungan yang sehat.

 

“Kita harus menyiapkan generasi unggul, sehat, dan berkualitas. Kita eliminasi stunting dan wasting agar semua anak di Kota Mojokerto tumbuh sehat dan cerdas,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.