Senin, 02 Feb 2026 19:12 WIB

Wali Kota Mojokerto Dorong Eliminasi Stunting Lewat Program Dashat

selalu.id – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus memperkuat program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) untuk menekan angka stunting dan wasting di wilayahnya. Penguatan program ini diberikan kepada Kader Motivator Kesehatan dan orang tua balita di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kamis (16/10/2025).

 

Baca Juga: Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

“Program Dashat ini sudah berjalan sejak 2022. Penyedia dapur sehat berasal dari UPPKA yang kami dampingi, lalu hasilnya dibagikan ke rumah ibu yang memiliki balita stunting atau wasting. Program ini hanya dijalankan di kelurahan dengan kasus yang memerlukan perhatian khusus,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

 

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, angka stunting di setiap kabupaten/kota tidak boleh melebihi 12 persen. Berdasarkan data EPPGBM tahun 2025, angka stunting di Kota Mojokerto kini turun drastis menjadi 1,24 persen.

 

“Meski hasilnya sudah bagus, kita tidak boleh lengah. Kita bukan hanya mengejar target pemerintah pusat, tapi menyiapkan SDM unggul. Kalau bisa, kita wujudkan zero stunting di Kota Mojokerto,” tegasnya.

 

Ning Ita menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar memenuhi target angka, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.

 

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

“Kita ingin SDM Kota Mojokerto unggul untuk mewujudkan cita pertama dalam panca cita. Bayi baru lahir harus sehat sampai dewasa bahkan lansia, agar mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan itu, Ning Ita juga berdialog langsung dengan para ibu yang memiliki balita stunting dan wasting. Ia berpesan agar orang tua lebih telaten merawat anak, terutama bagi balita yang tidak memiliki penyakit bawaan.

 

“Kami akan terus mendampingi. Anak-anak ini harus dijaga dan dirawat sebaik-baiknya karena mereka adalah penerus masa depan bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai faktor penting dalam mencegah stunting. Pencegahan, kata Ning Ita, harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari asupan gizi, pola asuh, hingga lingkungan yang sehat.

 

“Kita harus menyiapkan generasi unggul, sehat, dan berkualitas. Kita eliminasi stunting dan wasting agar semua anak di Kota Mojokerto tumbuh sehat dan cerdas,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir, hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.