Kamis, 03 Sep 2026 13:12 WIB

Wali Kota Mojokerto Dorong Eliminasi Stunting Lewat Program Dashat

selalu.id – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus memperkuat program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) untuk menekan angka stunting dan wasting di wilayahnya. Penguatan program ini diberikan kepada Kader Motivator Kesehatan dan orang tua balita di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kamis (16/10/2025).

 

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

“Program Dashat ini sudah berjalan sejak 2022. Penyedia dapur sehat berasal dari UPPKA yang kami dampingi, lalu hasilnya dibagikan ke rumah ibu yang memiliki balita stunting atau wasting. Program ini hanya dijalankan di kelurahan dengan kasus yang memerlukan perhatian khusus,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

 

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, angka stunting di setiap kabupaten/kota tidak boleh melebihi 12 persen. Berdasarkan data EPPGBM tahun 2025, angka stunting di Kota Mojokerto kini turun drastis menjadi 1,24 persen.

 

“Meski hasilnya sudah bagus, kita tidak boleh lengah. Kita bukan hanya mengejar target pemerintah pusat, tapi menyiapkan SDM unggul. Kalau bisa, kita wujudkan zero stunting di Kota Mojokerto,” tegasnya.

 

Ning Ita menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar memenuhi target angka, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.

 

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

“Kita ingin SDM Kota Mojokerto unggul untuk mewujudkan cita pertama dalam panca cita. Bayi baru lahir harus sehat sampai dewasa bahkan lansia, agar mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan itu, Ning Ita juga berdialog langsung dengan para ibu yang memiliki balita stunting dan wasting. Ia berpesan agar orang tua lebih telaten merawat anak, terutama bagi balita yang tidak memiliki penyakit bawaan.

 

“Kami akan terus mendampingi. Anak-anak ini harus dijaga dan dirawat sebaik-baiknya karena mereka adalah penerus masa depan bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai faktor penting dalam mencegah stunting. Pencegahan, kata Ning Ita, harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari asupan gizi, pola asuh, hingga lingkungan yang sehat.

 

“Kita harus menyiapkan generasi unggul, sehat, dan berkualitas. Kita eliminasi stunting dan wasting agar semua anak di Kota Mojokerto tumbuh sehat dan cerdas,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.