Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

Kasus Ambruknya Ponpes di Sidoarjo, Polda Jatim Libatkan Ahli Konstruksi dan Forensik

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) melanjutkan penyidikan kasus robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo. Pemeriksaan saksi dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan proses penyidikan masih berfokus pada pemeriksaan saksi untuk mendalami dugaan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

 

“Penyidikan ini melibatkan ahli dari berbagai bidang, termasuk ahli pidana, konstruksi, dan forensik, untuk memastikan penyelidikan berjalan komprehensif dan berbasis keilmuan,” ujarnya di RS Bhayangkara Surabaya, Selasa (14/10/2025) malam.

 

Abast menjelaskan, sebelumnya sebanyak 17 saksi telah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan. Sejak masuk tahap penyidikan pada Senin (13/10/2025), penyidik mulai memeriksa saksi tambahan guna menguatkan bukti adanya unsur pidana, baik karena kelalaian maupun kesengajaan.

 

“Seluruh proses pemeriksaan dilakukan berdasarkan aturan hukum yang berlaku, sesuai ketentuan hukum acara pidana dan KUHAP,” tegasnya.

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

 

Menurut Abast, penyidik juga menjalankan prosedur pemanggilan saksi sesuai mekanisme dan tenggang waktu yang diatur. Setelah pemeriksaan selesai, penyidik akan menganalisis seluruh keterangan, dokumen, dan bukti untuk menentukan arah penyidikan selanjutnya.

 

Abast belum mengungkapkan identitas saksi yang telah diperiksa, baik dari pihak pondok maupun pihak luar yang terkait pembangunan. Ia menegaskan penyidik tetap berhati-hati dalam setiap tahapan, termasuk mempertimbangkan kondisi keluarga korban yang masih berduka serta proses identifikasi jenazah oleh tim DVI Polda Jatim.

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

“Penyidik akan berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan, termasuk mempertimbangkan kondisi keluarga korban yang masih berduka serta proses identifikasi jenazah yang masih berlangsung oleh tim DVI Polda Jatim,” katanya.

 

Polda Jatim memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan analisis rampung dilakukan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.