Minggu, 06 Sep 2026 17:52 WIB

Kasus Ambruknya Ponpes di Sidoarjo, Polda Jatim Libatkan Ahli Konstruksi dan Forensik

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) melanjutkan penyidikan kasus robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo. Pemeriksaan saksi dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan proses penyidikan masih berfokus pada pemeriksaan saksi untuk mendalami dugaan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

 

“Penyidikan ini melibatkan ahli dari berbagai bidang, termasuk ahli pidana, konstruksi, dan forensik, untuk memastikan penyelidikan berjalan komprehensif dan berbasis keilmuan,” ujarnya di RS Bhayangkara Surabaya, Selasa (14/10/2025) malam.

 

Abast menjelaskan, sebelumnya sebanyak 17 saksi telah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan. Sejak masuk tahap penyidikan pada Senin (13/10/2025), penyidik mulai memeriksa saksi tambahan guna menguatkan bukti adanya unsur pidana, baik karena kelalaian maupun kesengajaan.

 

“Seluruh proses pemeriksaan dilakukan berdasarkan aturan hukum yang berlaku, sesuai ketentuan hukum acara pidana dan KUHAP,” tegasnya.

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

 

Menurut Abast, penyidik juga menjalankan prosedur pemanggilan saksi sesuai mekanisme dan tenggang waktu yang diatur. Setelah pemeriksaan selesai, penyidik akan menganalisis seluruh keterangan, dokumen, dan bukti untuk menentukan arah penyidikan selanjutnya.

 

Abast belum mengungkapkan identitas saksi yang telah diperiksa, baik dari pihak pondok maupun pihak luar yang terkait pembangunan. Ia menegaskan penyidik tetap berhati-hati dalam setiap tahapan, termasuk mempertimbangkan kondisi keluarga korban yang masih berduka serta proses identifikasi jenazah oleh tim DVI Polda Jatim.

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

“Penyidik akan berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan, termasuk mempertimbangkan kondisi keluarga korban yang masih berduka serta proses identifikasi jenazah yang masih berlangsung oleh tim DVI Polda Jatim,” katanya.

 

Polda Jatim memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan analisis rampung dilakukan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.