Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka
- Penulis : Dony Maulana
- | Kamis, 30 Okt 2025 09:40 WIB
selalu.id – Satu santri meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka setelah atap ruang asrama putri di Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, Kabupaten Situbondo, ambruk pada Rabu (29/10/2025) dini hari.
Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia
Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan Kantor Kemenag Situbondo, atap asrama berukuran 48 meter persegi itu roboh sekitar pukul 00.30 WIB akibat hujan deras disertai angin kencang. Saat kejadian, ruangan dihuni oleh 19 santri putri.
"Saat kejadian, para santri putri yang berada di dalam asrama langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat oleh KH. Muhammad Hasan Nailul Ilmi beserta pengurus pondok pesantren," ujar Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, Rabu (29/10/2025) malam.
Sebanyak 11 santri dilaporkan luka-luka. Enam di antaranya dirawat di Puskesmas Besuki, empat di RSUD Besuki, dua di antaranya harus menjalani rawat inap, dan satu santri lainnya di RSIA Jatimed.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, kami sangat berduka atas meninggalnya salah satu santri putri, Putri Helmikia Okta Viantika. Almarhumah menghembuskan nafas terakhir pada pukul 05.37 WIB di RSIA Jatimed dan telah dikebumikan pada pukul 08.00 WIB," tutur Suyitno.
Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi
Sebagai bentuk kepedulian, Kemenag akan memberikan bantuan Rp200 juta untuk renovasi asrama pesantren tersebut. Bantuan akan disalurkan langsung oleh Direktur Pesantren, Basnang Said, pada Kamis (30/10/2025).
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban pihak pesantren dan segera memperbaiki fasilitas yang rusak, sehingga para santri dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman," imbuh Suyitno.
Baca Juga: Total 58 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi, Tersisa Lima Kantong Jenazah
Ia menambahkan, Kemenag akan melakukan pendataan dan evaluasi terhadap kondisi bangunan pesantren di seluruh Indonesia untuk mencegah kejadian serupa.
"Kita doakan semoga almarhumah Putri Helmikia Okta Viantika mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan para santri yang luka segera diberikan kesembuhan. Aamiin," pungkasnya.
Editor : Ading
