Jumat, 05 Jun 2026 07:22 WIB

Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah

selalu.id – Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyebut santri sebagai jati diri yang terbuka dan entitas kosmopolit. Santri, menurutnya, mampu menjadi jangkar perdamaian serta menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

 

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

Pernyataan itu disampaikan Said dalam rangka memperingati Hari Santri 2025 pada Rabu (22/10/2025). Ia menekankan pentingnya peran santri dalam merepresentasikan Islam moderat di mata publik.

 

Said menyoroti pandangan lama yang sering mengaitkan santri dan pesantren dengan kekolotan atau budaya feodal. Ia menegaskan, pesantren kini berkembang pesat dan berakselerasi mengikuti perkembangan zaman. Banyak pesantren berhasil menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri dan menunjukkan kemandirian ekonomi yang berdaya saing.

 

Sebagai contoh, Said menyebut Pesantren Sidogiri di Pasuruan yang memiliki jaringan toko ritel di 125 lokasi di Jawa dan Kalimantan. Pesantren itu juga aktif menyerap produk UMKM lokal dan memberdayakan masyarakat sekitar.

 

Ia juga menyinggung Pesantren Lirboyo di Kediri yang mengembangkan Lirboyo Bakery, pengolahan sampah plastik, dan depo air minum. “Dua contoh ini hanya sebagian kecil dari luasnya potensi ekonomi santri,” ujarnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

 

Said menjelaskan, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keahlian modern seperti komputer, bahasa asing, menjahit, beternak, fotografi, hingga jurnalisme. Ia menilai kehadiran ulama seperti Gus Baha, Gus Muwafiq, dan KH Anwar Zahid di media sosial menjadi bukti bahwa santri mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

 

Ia menambahkan, santri kini tersebar di berbagai bidang profesi tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaannya. Banyak santri berkarier di partai politik nasionalis, organisasi profesi, hingga TNI dan Polri. Beberapa bahkan mencapai posisi jenderal.

Baca Juga: Takut Zina, Guru Ngaji di Surabaya Pilih Cabuli Murid Laki-laki

 

Said mencontohkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai sosok santri yang menjadi pemimpin nasional dan kultural dunia. “Gus Dur menjadi bukti bahwa santri mampu memimpin di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

 

“Selamat Hari Santri 2025,” tutup Said Abdullah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.