Rabu, 04 Feb 2026 02:27 WIB

Eri Cahyadi Siapkan Rumah Eks Moroseneng Jadi Pusat Karang Taruna

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Okt 2025 17:09 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan kawasan eks lokalisasi Moroseneng di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, tidak akan dibiarkan kembali menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Pemkot Surabaya tengah menyiapkan langkah revitalisasi kawasan dengan menjadikannya pusat kegiatan Karang Taruna dan pemberdayaan warga.

 

Baca Juga: Dari Moroseneng ke Dolly, Cak Yebe Beberkan Pusat Prostitusi Surabaya

“Rumah-rumah yang sudah kita beli akan dijadikan pusat Karang Taruna dan kegiatan warga lainnya. Jadi kawasan itu akan kita hidupkan dengan kegiatan positif,” ujar Eri di Balai Kota, Senin (13/10/2025).

 

Menurutnya, penanganan kawasan eks lokalisasi tidak bisa hanya sebatas penutupan. Pemerintah harus memberi alternatif aktivitas dan ekonomi bagi warga sekitar agar tidak kembali ke usaha lama. “Kita tidak bisa hanya menutup. Harus ada kegiatan pengganti supaya warga punya aktivitas. Kalau tidak, nanti bisa kembali seperti dulu,” tegasnya.

 

Eri menambahkan, Pemkot telah memperkuat pengawasan di kawasan tersebut dengan menempatkan pos penjagaan bersama TNI dan Polrestabes Surabaya. “Posnya di tengah-tengah kawasan. Itu saran dari TNI dan Polri supaya pengawasan lebih efektif. Sekarang kita jaga penuh dua minggu terakhir,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa revitalisasi melalui kegiatan Karang Taruna akan dilakukan bersamaan dengan pengamanan kawasan. “Kita jaga terus bangunannya agar tidak digunakan untuk kegiatan terlarang. Tapi yang penting, kawasan itu harus hidup kembali lewat kegiatan positif,” tambahnya.

 

Baca Juga: Soal Eks Lokalisasi Moroseneng Hidup Lagi, Begini Tanggapan Wali Kota Eri

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, menilai kondisi Moroseneng mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah di lapangan. Ia membandingkan langkah Eri dengan keberanian mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menutup lokalisasi Dolly.

 

“Dulu Bu Risma dengan segala keberanian dan ketegasannya bisa menutup Dolly dan menjadikannya kawasan produktif. Tapi semangat itu seperti hilang di Moroseneng,” ujar politisi Partai Gerindra itu, Kamis (9/10/2025).

 

Cak Yebe menilai, munculnya kembali praktik prostitusi menunjukkan lemahnya pengawasan dari tingkat wilayah. “Kalau ini dibiarkan, berarti aparat wilayah tutup mata. Pengawasan itu tugas harian mereka, dari RT, RW, lurah, sampai camat,” tegasnya.

Baca Juga: Moroseneng Tak Pernah Padam, Rahasia Esek-esek Murah Rp200 Ribu di Surabaya

 

Ia juga mengingatkan agar rencana menjadikan Moroseneng sebagai pusat Karang Taruna dijalankan secara serius. “Kalau mau dilanjutkan lewat Karang Taruna, harus benar-benar dijalankan. Jangan hanya bangunannya dipakai acara, tapi di sekitarnya masih ada prostitusi,” ujarnya.

 

“Kalau ada rumah terkunci tapi mencurigakan, segel saja. Ada dasar hukum yang jelas,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.