Selasa, 08 Sep 2026 07:19 WIB

Eri Cahyadi Siapkan Rumah Eks Moroseneng Jadi Pusat Karang Taruna

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Okt 2025 17:09 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan kawasan eks lokalisasi Moroseneng di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, tidak akan dibiarkan kembali menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Pemkot Surabaya tengah menyiapkan langkah revitalisasi kawasan dengan menjadikannya pusat kegiatan Karang Taruna dan pemberdayaan warga.

 

Baca Juga: Dari Moroseneng ke Dolly, Cak Yebe Beberkan Pusat Prostitusi Surabaya

“Rumah-rumah yang sudah kita beli akan dijadikan pusat Karang Taruna dan kegiatan warga lainnya. Jadi kawasan itu akan kita hidupkan dengan kegiatan positif,” ujar Eri di Balai Kota, Senin (13/10/2025).

 

Menurutnya, penanganan kawasan eks lokalisasi tidak bisa hanya sebatas penutupan. Pemerintah harus memberi alternatif aktivitas dan ekonomi bagi warga sekitar agar tidak kembali ke usaha lama. “Kita tidak bisa hanya menutup. Harus ada kegiatan pengganti supaya warga punya aktivitas. Kalau tidak, nanti bisa kembali seperti dulu,” tegasnya.

 

Eri menambahkan, Pemkot telah memperkuat pengawasan di kawasan tersebut dengan menempatkan pos penjagaan bersama TNI dan Polrestabes Surabaya. “Posnya di tengah-tengah kawasan. Itu saran dari TNI dan Polri supaya pengawasan lebih efektif. Sekarang kita jaga penuh dua minggu terakhir,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa revitalisasi melalui kegiatan Karang Taruna akan dilakukan bersamaan dengan pengamanan kawasan. “Kita jaga terus bangunannya agar tidak digunakan untuk kegiatan terlarang. Tapi yang penting, kawasan itu harus hidup kembali lewat kegiatan positif,” tambahnya.

 

Baca Juga: Soal Eks Lokalisasi Moroseneng Hidup Lagi, Begini Tanggapan Wali Kota Eri

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, menilai kondisi Moroseneng mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah di lapangan. Ia membandingkan langkah Eri dengan keberanian mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menutup lokalisasi Dolly.

 

“Dulu Bu Risma dengan segala keberanian dan ketegasannya bisa menutup Dolly dan menjadikannya kawasan produktif. Tapi semangat itu seperti hilang di Moroseneng,” ujar politisi Partai Gerindra itu, Kamis (9/10/2025).

 

Cak Yebe menilai, munculnya kembali praktik prostitusi menunjukkan lemahnya pengawasan dari tingkat wilayah. “Kalau ini dibiarkan, berarti aparat wilayah tutup mata. Pengawasan itu tugas harian mereka, dari RT, RW, lurah, sampai camat,” tegasnya.

Baca Juga: Moroseneng Tak Pernah Padam, Rahasia Esek-esek Murah Rp200 Ribu di Surabaya

 

Ia juga mengingatkan agar rencana menjadikan Moroseneng sebagai pusat Karang Taruna dijalankan secara serius. “Kalau mau dilanjutkan lewat Karang Taruna, harus benar-benar dijalankan. Jangan hanya bangunannya dipakai acara, tapi di sekitarnya masih ada prostitusi,” ujarnya.

 

“Kalau ada rumah terkunci tapi mencurigakan, segel saja. Ada dasar hukum yang jelas,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.