Selasa, 03 Feb 2026 18:54 WIB

Eri Cahyadi Siapkan Rumah Eks Moroseneng Jadi Pusat Karang Taruna

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Okt 2025 17:09 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan kawasan eks lokalisasi Moroseneng di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, tidak akan dibiarkan kembali menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Pemkot Surabaya tengah menyiapkan langkah revitalisasi kawasan dengan menjadikannya pusat kegiatan Karang Taruna dan pemberdayaan warga.

 

Baca Juga: Dari Moroseneng ke Dolly, Cak Yebe Beberkan Pusat Prostitusi Surabaya

“Rumah-rumah yang sudah kita beli akan dijadikan pusat Karang Taruna dan kegiatan warga lainnya. Jadi kawasan itu akan kita hidupkan dengan kegiatan positif,” ujar Eri di Balai Kota, Senin (13/10/2025).

 

Menurutnya, penanganan kawasan eks lokalisasi tidak bisa hanya sebatas penutupan. Pemerintah harus memberi alternatif aktivitas dan ekonomi bagi warga sekitar agar tidak kembali ke usaha lama. “Kita tidak bisa hanya menutup. Harus ada kegiatan pengganti supaya warga punya aktivitas. Kalau tidak, nanti bisa kembali seperti dulu,” tegasnya.

 

Eri menambahkan, Pemkot telah memperkuat pengawasan di kawasan tersebut dengan menempatkan pos penjagaan bersama TNI dan Polrestabes Surabaya. “Posnya di tengah-tengah kawasan. Itu saran dari TNI dan Polri supaya pengawasan lebih efektif. Sekarang kita jaga penuh dua minggu terakhir,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa revitalisasi melalui kegiatan Karang Taruna akan dilakukan bersamaan dengan pengamanan kawasan. “Kita jaga terus bangunannya agar tidak digunakan untuk kegiatan terlarang. Tapi yang penting, kawasan itu harus hidup kembali lewat kegiatan positif,” tambahnya.

 

Baca Juga: Soal Eks Lokalisasi Moroseneng Hidup Lagi, Begini Tanggapan Wali Kota Eri

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, menilai kondisi Moroseneng mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah di lapangan. Ia membandingkan langkah Eri dengan keberanian mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menutup lokalisasi Dolly.

 

“Dulu Bu Risma dengan segala keberanian dan ketegasannya bisa menutup Dolly dan menjadikannya kawasan produktif. Tapi semangat itu seperti hilang di Moroseneng,” ujar politisi Partai Gerindra itu, Kamis (9/10/2025).

 

Cak Yebe menilai, munculnya kembali praktik prostitusi menunjukkan lemahnya pengawasan dari tingkat wilayah. “Kalau ini dibiarkan, berarti aparat wilayah tutup mata. Pengawasan itu tugas harian mereka, dari RT, RW, lurah, sampai camat,” tegasnya.

Baca Juga: Moroseneng Tak Pernah Padam, Rahasia Esek-esek Murah Rp200 Ribu di Surabaya

 

Ia juga mengingatkan agar rencana menjadikan Moroseneng sebagai pusat Karang Taruna dijalankan secara serius. “Kalau mau dilanjutkan lewat Karang Taruna, harus benar-benar dijalankan. Jangan hanya bangunannya dipakai acara, tapi di sekitarnya masih ada prostitusi,” ujarnya.

 

“Kalau ada rumah terkunci tapi mencurigakan, segel saja. Ada dasar hukum yang jelas,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.