Senin, 02 Feb 2026 00:55 WIB

DPRD Jatim Siapkan Strategi Atasi Dampak Pemotongan Dana Rp2,8 Triliun dari Pusat

selalu.id – DPRD Jawa Timur tengah mencari solusi atas dampak pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp2,8 triliun. Kondisi ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026.

 

Baca Juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

Deni menegaskan pentingnya mengelola situasi ini agar tidak menambah beban masyarakat. "Kuncinya adalah bagaimana kemudian ini bisa kita kerjakan sebaik-baiknya, tidak menambah beban rakyat," ujar legislator PDI Perjuangan itu.

 

DPRD Jatim akan menggali potensi pendapatan daerah melalui internalisasi dan optimalisasi sumber-sumber yang ada. Deni menekankan perlunya pengurangan kegiatan rutin yang tidak mendesak, dengan tetap memprioritaskan kepentingan publik.

 

Menanggapi keluhan sejumlah provinsi atas pemotongan dana transfer, Deni menyebut kondisi ini perlu diterima sementara waktu. Ia berharap ada kebijakan atau langkah kearifan yang dapat memperbaiki situasi ke depan.

Baca Juga: Pengakuan Istri Siri Kusnadi dalam Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim: Dapat Rumah hingga Mobil Mewah

 

“Rakyat di atas kepentingan negara, jangan sampai dengan beban yang sudah ada ini kemudian rakyat merasakan tambahan beban,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang sedang tidak stabil pada usia Jawa Timur ke-80 tahun ini. DPRD Jatim, kata dia, akan memperkuat fungsi pengawasan agar program prioritas seperti kesehatan tetap berjalan dan selaras dengan kebijakan pemerintah provinsi.

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

 

DPRD Jatim berkomitmen memastikan efisiensi program dan menekan kegiatan nonprioritas. Pembahasan RAPBD 2026 terus dilakukan agar program berjalan efektif dan kepentingan rakyat tetap menjadi fokus utama.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.