Ibra Maulana, Anak Tukang Garam Bisa Kuliah Berkat Beasiswa Pemuda Tangguh
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 13 Okt 2025 11:59 WIB
selalu.id – Di gang sempit kawasan Morokrembangan, Kalianak, Surabaya, semangat seorang pemuda bernama Ibra Maulana (21) membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
Baca Juga: Tak Lagi Jalur Masuk Kampus, Skema Beasiswa Surabaya Mulai 2026 Bakal Berubah Total
Anak dari penjual garam bernama Rawi (50) ini kini bisa menempuh kuliah berkat Beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya (Unesa) semester 5 itu sempat gagal saat pertama kali mendaftar beasiswa, namun kegigihannya berbuah hasil pada kesempatan berikutnya.
“Awalnya ikut SNBT, terus kuliah. Waktu semester tiga saya daftar beasiswa tapi belum keterima. Alhamdulillah, semester empat akhirnya lolos,” kata Ibra, Senin (13/10/2025).
Bagi Ibra, beasiswa ini lebih dari sekadar bantuan biaya kuliah. Ia merasa beban ayahnya kini jauh berkurang.
“Yang paling terasa, ayah jadi nggak perlu mikir uang kuliah. Dulu waktu SMP dan SMK masih gratis, tapi pas kuliah harus bayar sendiri. Sekarang terbantu banget,” ungkapnya.
Sebagian uang saku dari beasiswa ia tabung untuk membeli laptop dan membayar Wi-Fi rumah, agar bisa mendukung aktivitas kuliah.
“Saya sisihkan sebagian uang beasiswa buat nabung beli laptop. Alhamdulillah, bisa punya sendiri buat kuliah,” ujarnya bangga.
Baca Juga: Cegah Drop Out Massal, Pemkot Surabaya Siap Tanggung UKT Mahasiswa PTS Keluarga Miskin
Meski berasal dari keluarga sederhana, prestasi akademik Ibra cukup membanggakan. Ia mampu mempertahankan IPK 3,78 dan bertekad menjaga nilainya agar tetap memenuhi syarat penerima beasiswa.
“Kalau mau lanjut beasiswanya, IPK harus di atas 3. Jadi saya harus rajin belajar,” ucapnya.
Selain berprestasi di kampus, Ibra juga aktif di Karang Taruna kampungnya. Ia ikut menggerakkan kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Bantuan Beasiswa Pemkot Surabaya Tak Menutup UKT, DPRD Ingatkan Kampus Tak Membebani
Kini, Ibra menatap masa depan dengan semangat baru. Ia berharap bisa lulus tepat waktu dan mewujudkan cita-citanya bekerja di luar negeri.
“Saya ingin jadi engineer dan kerja di Jepang,” ujarnya.
Sang ayah, Rawi, mengaku bangga sekaligus terharu atas pencapaian anaknya.
“Alhamdulillah, sangat meringankan. Dulu saya pengin sekolah tapi susah. Sekarang anak saya bisa kuliah sampai tinggi, itu kebanggaan buat saya,” tutur Rawi.
Editor : Ading