Senin, 03 Agu 2026 15:55 WIB

Ibra Maulana, Anak Tukang Garam Bisa Kuliah Berkat Beasiswa Pemuda Tangguh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Okt 2025 11:59 WIB

selalu.id – Di gang sempit kawasan Morokrembangan, Kalianak, Surabaya, semangat seorang pemuda bernama Ibra Maulana (21) membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

 

Baca Juga: Beasiswa Pemuda Tangguh SMA-MA di Surabaya Kini Tak Lagi Masuk Rekening Siswa

Anak dari penjual garam bernama Rawi (50) ini kini bisa menempuh kuliah berkat Beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

 

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya (Unesa) semester 5 itu sempat gagal saat pertama kali mendaftar beasiswa, namun kegigihannya berbuah hasil pada kesempatan berikutnya.

 

“Awalnya ikut SNBT, terus kuliah. Waktu semester tiga saya daftar beasiswa tapi belum keterima. Alhamdulillah, semester empat akhirnya lolos,” kata Ibra, Senin (13/10/2025).

 

Bagi Ibra, beasiswa ini lebih dari sekadar bantuan biaya kuliah. Ia merasa beban ayahnya kini jauh berkurang.

 

“Yang paling terasa, ayah jadi nggak perlu mikir uang kuliah. Dulu waktu SMP dan SMK masih gratis, tapi pas kuliah harus bayar sendiri. Sekarang terbantu banget,” ungkapnya.

 

Sebagian uang saku dari beasiswa ia tabung untuk membeli laptop dan membayar Wi-Fi rumah, agar bisa mendukung aktivitas kuliah.

 

“Saya sisihkan sebagian uang beasiswa buat nabung beli laptop. Alhamdulillah, bisa punya sendiri buat kuliah,” ujarnya bangga.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas Beasiswa Pemuda Tangguh, Jangkauan Capai 24 Ribu Mahasiswa PTN Negeri-Swasta

 

Meski berasal dari keluarga sederhana, prestasi akademik Ibra cukup membanggakan. Ia mampu mempertahankan IPK 3,78 dan bertekad menjaga nilainya agar tetap memenuhi syarat penerima beasiswa.

 

“Kalau mau lanjut beasiswanya, IPK harus di atas 3. Jadi saya harus rajin belajar,” ucapnya.

 

Selain berprestasi di kampus, Ibra juga aktif di Karang Taruna kampungnya. Ia ikut menggerakkan kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar.

 

Baca Juga: Tak Lagi Jalur Masuk Kampus, Skema Beasiswa Surabaya Mulai 2026 Bakal Berubah Total

Kini, Ibra menatap masa depan dengan semangat baru. Ia berharap bisa lulus tepat waktu dan mewujudkan cita-citanya bekerja di luar negeri.

 

“Saya ingin jadi engineer dan kerja di Jepang,” ujarnya.

 

Sang ayah, Rawi, mengaku bangga sekaligus terharu atas pencapaian anaknya.

 

“Alhamdulillah, sangat meringankan. Dulu saya pengin sekolah tapi susah. Sekarang anak saya bisa kuliah sampai tinggi, itu kebanggaan buat saya,” tutur Rawi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam.

Pindah Kapal Berkali-kali, Begini Kesaksian Korban KMP Mutiara Sentosa II Sebelum Tiba di Surabaya

Sebagian lainnya dipindahkan ke kapal niaga, kapal SAR, hingga kapal perang milik TNI Angkatan Laut.

Menhub Bongkar Kejanggalan Manifest KMP Mutiara Sentosa 2, Lima Anak Ternyata Tak Tercatat

Temuan itu dicurigai setelah lima anak yang berhasil dievakuasi ternyata tidak tercatat dalam dokumen resmi kapal.

Kesaksian Sopir Logistik KMP Mutiara Sentosa 2: Tak Bisa Menunggu, Semua Harus Melompat

Ketiganya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri setelah kobaran api melahap sebagian besar badan kapal.

Perjuangan Keluarga Cari Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Begini Suasana Live Posko Antemortem

Keluarga korban tidak hanya berjuang melawan ketidakpastian, tetapi juga kesulitan menemukan nama anggota keluarganya di dalam daftar manifes.

Gelar Istigasah Jelang IGIC 2026, Kemenag Jatim Tekankan Fungsi Masjid sebagai Pusat Perdamaian

Puncak acara akan diisi langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang memimpin Tabligh Akbar di hadapan ribuan jemaah.