Rabu, 22 Jul 2026 21:03 WIB

Tak Lagi Jalur Masuk Kampus, Skema Beasiswa Surabaya Mulai 2026 Bakal Berubah Total

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Jan 2026 15:49 WIB
Foto: Kepala Disbudporapar Surabaya, Erringgo Perkasa
Foto: Kepala Disbudporapar Surabaya, Erringgo Perkasa

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah skema Beasiswa Tangguh mulai 2026 dengan pendekatan baru berbasis data kesejahteraan. 

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Jika sebelumnya bantuan pendidikan banyak dikaitkan dengan jalur masuk perguruan tinggi, kini penentuan penerima difokuskan pada kategori ekonomi keluarga melalui data desil.

 

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Erringgo Perkasa, mengatakan perubahan ini dilakukan untuk menjawab persoalan ketidaktepatan sasaran yang muncul pada pelaksanaan sebelumnya.

 

“Perwali yang lama sudah kami cabut. Skema baru ini kami arahkan agar penerima benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan,” ujar Erringgo, usai hearing Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (27/1/2026). 

 

Ia menjelaskan, penerima beasiswa akan diprioritaskan dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 5. Langkah tersebut dinilai lebih objektif karena berbasis data ekonomi, bukan sekadar status penerimaan di perguruan tinggi.

 

“Supaya bantuan ini tepat sasaran kepada anak-anak yang memang membutuhkan,” katanya.

 

Meski aturan berubah, Pemkot Surabaya memastikan mahasiswa penerima beasiswa lama yang belum lulus tetap mendapatkan bantuan. Mereka masih akan menerima dukungan biaya pendidikan sebesar Rp2,5 juta.

 

“Kami tetap bantu mahasiswa lama yang belum lulus, termasuk yang masuk melalui jalur mandiri,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

 

Dalam skema baru, Pemkot Surabaya juga memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Mahasiswa yang masuk PTS mitra tidak dikenakan uang gedung dan mendapat bantuan UKT sebesar Rp2,5 juta.

 

Menurut Erringgo, kerja sama ini menjadi solusi bagi calon mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang tidak lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN), sehingga tidak harus menempuh jalur mandiri dengan biaya lebih tinggi.

 

“Kami sudah sepakat dengan PTS, uang gedung nol dan UKT dibantu dua setengah juta,” jelasnya.

 

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Ia menambahkan, sejumlah PTS selama ini menghadapi persoalan mahasiswa yang menunggak biaya kuliah karena keterbatasan ekonomi. Dengan skema baru, diharapkan beban tersebut dapat berkurang.

 

Sementara untuk mahasiswa di PTN, Pemkot Surabaya memastikan bantuan akan diberikan kepada mahasiswa dari keluarga desil 1 dan 2.

 

“Yang masuk kategori desil satu dan dua akan kami bantu,” kata Erringgo.

 

Untuk memastikan akurasi, pada 2026 Pemkot Surabaya hanya menggunakan satu basis data terpadu sebagai acuan penentuan penerima beasiswa.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.