Senin, 02 Feb 2026 00:55 WIB

Tak Lagi Jalur Masuk Kampus, Skema Beasiswa Surabaya Mulai 2026 Bakal Berubah Total

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Jan 2026 15:49 WIB
Foto: Kepala Disbudporapar Surabaya, Erringgo Perkasa
Foto: Kepala Disbudporapar Surabaya, Erringgo Perkasa

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah skema Beasiswa Tangguh mulai 2026 dengan pendekatan baru berbasis data kesejahteraan. 

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Jika sebelumnya bantuan pendidikan banyak dikaitkan dengan jalur masuk perguruan tinggi, kini penentuan penerima difokuskan pada kategori ekonomi keluarga melalui data desil.

 

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Erringgo Perkasa, mengatakan perubahan ini dilakukan untuk menjawab persoalan ketidaktepatan sasaran yang muncul pada pelaksanaan sebelumnya.

 

“Perwali yang lama sudah kami cabut. Skema baru ini kami arahkan agar penerima benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan,” ujar Erringgo, usai hearing Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (27/1/2026). 

 

Ia menjelaskan, penerima beasiswa akan diprioritaskan dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 5. Langkah tersebut dinilai lebih objektif karena berbasis data ekonomi, bukan sekadar status penerimaan di perguruan tinggi.

 

“Supaya bantuan ini tepat sasaran kepada anak-anak yang memang membutuhkan,” katanya.

 

Meski aturan berubah, Pemkot Surabaya memastikan mahasiswa penerima beasiswa lama yang belum lulus tetap mendapatkan bantuan. Mereka masih akan menerima dukungan biaya pendidikan sebesar Rp2,5 juta.

 

“Kami tetap bantu mahasiswa lama yang belum lulus, termasuk yang masuk melalui jalur mandiri,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

 

Dalam skema baru, Pemkot Surabaya juga memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Mahasiswa yang masuk PTS mitra tidak dikenakan uang gedung dan mendapat bantuan UKT sebesar Rp2,5 juta.

 

Menurut Erringgo, kerja sama ini menjadi solusi bagi calon mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang tidak lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN), sehingga tidak harus menempuh jalur mandiri dengan biaya lebih tinggi.

 

“Kami sudah sepakat dengan PTS, uang gedung nol dan UKT dibantu dua setengah juta,” jelasnya.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Ia menambahkan, sejumlah PTS selama ini menghadapi persoalan mahasiswa yang menunggak biaya kuliah karena keterbatasan ekonomi. Dengan skema baru, diharapkan beban tersebut dapat berkurang.

 

Sementara untuk mahasiswa di PTN, Pemkot Surabaya memastikan bantuan akan diberikan kepada mahasiswa dari keluarga desil 1 dan 2.

 

“Yang masuk kategori desil satu dan dua akan kami bantu,” kata Erringgo.

 

Untuk memastikan akurasi, pada 2026 Pemkot Surabaya hanya menggunakan satu basis data terpadu sebagai acuan penentuan penerima beasiswa.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.