Kamis, 22 Okt 2026 13:59 WIB

Tak Lagi Jalur Masuk Kampus, Skema Beasiswa Surabaya Mulai 2026 Bakal Berubah Total

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Jan 2026 15:49 WIB
Foto: Kepala Disbudporapar Surabaya, Erringgo Perkasa
Foto: Kepala Disbudporapar Surabaya, Erringgo Perkasa

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah skema Beasiswa Tangguh mulai 2026 dengan pendekatan baru berbasis data kesejahteraan. 

 

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Jika sebelumnya bantuan pendidikan banyak dikaitkan dengan jalur masuk perguruan tinggi, kini penentuan penerima difokuskan pada kategori ekonomi keluarga melalui data desil.

 

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Erringgo Perkasa, mengatakan perubahan ini dilakukan untuk menjawab persoalan ketidaktepatan sasaran yang muncul pada pelaksanaan sebelumnya.

 

“Perwali yang lama sudah kami cabut. Skema baru ini kami arahkan agar penerima benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan,” ujar Erringgo, usai hearing Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (27/1/2026). 

 

Ia menjelaskan, penerima beasiswa akan diprioritaskan dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 5. Langkah tersebut dinilai lebih objektif karena berbasis data ekonomi, bukan sekadar status penerimaan di perguruan tinggi.

 

“Supaya bantuan ini tepat sasaran kepada anak-anak yang memang membutuhkan,” katanya.

 

Meski aturan berubah, Pemkot Surabaya memastikan mahasiswa penerima beasiswa lama yang belum lulus tetap mendapatkan bantuan. Mereka masih akan menerima dukungan biaya pendidikan sebesar Rp2,5 juta.

 

“Kami tetap bantu mahasiswa lama yang belum lulus, termasuk yang masuk melalui jalur mandiri,” ujarnya.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

 

Dalam skema baru, Pemkot Surabaya juga memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Mahasiswa yang masuk PTS mitra tidak dikenakan uang gedung dan mendapat bantuan UKT sebesar Rp2,5 juta.

 

Menurut Erringgo, kerja sama ini menjadi solusi bagi calon mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang tidak lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN), sehingga tidak harus menempuh jalur mandiri dengan biaya lebih tinggi.

 

“Kami sudah sepakat dengan PTS, uang gedung nol dan UKT dibantu dua setengah juta,” jelasnya.

 

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Ia menambahkan, sejumlah PTS selama ini menghadapi persoalan mahasiswa yang menunggak biaya kuliah karena keterbatasan ekonomi. Dengan skema baru, diharapkan beban tersebut dapat berkurang.

 

Sementara untuk mahasiswa di PTN, Pemkot Surabaya memastikan bantuan akan diberikan kepada mahasiswa dari keluarga desil 1 dan 2.

 

“Yang masuk kategori desil satu dan dua akan kami bantu,” kata Erringgo.

 

Untuk memastikan akurasi, pada 2026 Pemkot Surabaya hanya menggunakan satu basis data terpadu sebagai acuan penentuan penerima beasiswa.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.