Jumat, 05 Jun 2026 23:41 WIB

Cegah Drop Out Massal, Pemkot Surabaya Siap Tanggung UKT Mahasiswa PTS Keluarga Miskin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 26 Jan 2026 10:49 WIB
Foto: Wali Kota Eri
Foto: Wali Kota Eri

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan bantuan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta yang berasal dari keluarga prasejahtera atau masuk kategori Desil 1 hingga 5. Kebijakan ini disiapkan untuk mencegah mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan biaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan kebijakan tersebut setelah menerima laporan dari sejumlah rektor perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Jawa Timur. Dalam pertemuan itu terungkap banyak mahasiswa PTS dari keluarga miskin terancam drop out karena menunggak UKT.

Baca Juga: DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

“Yang seharusnya saya sentuh sesuai sumpah saya sebagai wali kota adalah mengentaskan kemiskinan. Itu berarti saya juga harus membantu mahasiswa di PTS agar mereka bisa menjadi sarjana dan mengubah nasib keluarganya,” kata Eri, Senin (26/1/2026).

Eri menyebutkan, berdasarkan data sementara dari para rektor, jumlah mahasiswa PTS yang berasal dari keluarga Desil 1 hingga 5 mencapai ratusan orang. Di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya, jumlah mahasiswa dari keluarga prasejahtera tercatat sekitar 300 orang.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Eri meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya untuk melakukan sinkronisasi data mahasiswa PTS dengan basis data Pemkot Surabaya.

“Nanti data mahasiswa dari PTS yang masuk Desil 1–5 akan kami cocokkan dengan data pemkot. Setelah itu, akan diberikan bantuan UKT,” ujarnya.

Menurut Eri, bantuan UKT tidak hanya diberikan kepada mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa aktif yang mengalami kesulitan membayar biaya kuliah. Program ini menjadi bagian dari penguatan kebijakan Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana di Kota Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas Beasiswa Pemuda Tangguh, Jangkauan Capai 24 Ribu Mahasiswa PTN Negeri-Swasta

“Bukan hanya yang baru kuliah, tetapi yang masih aktif dan tidak mampu membayar UKT akan kita tutup. Jangan sampai ada mahasiswa yang kehilangan semangat kuliah hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Eri menambahkan, bantuan UKT bagi mahasiswa PTS dari keluarga Desil 1 hingga 5 tidak dibatasi kuota. Pemkot Surabaya juga memberikan kebebasan bagi calon mahasiswa untuk memilih PTS di Surabaya selama memenuhi kriteria dan lolos proses seleksi.

Sementara itu, Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Budi Endarto, menilai langkah Pemkot Surabaya sebagai terobosan dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin. Menurutnya, mahasiswa dari keluarga prasejahtera justru banyak menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.

Baca Juga: Tak Lagi Jalur Masuk Kampus, Skema Beasiswa Surabaya Mulai 2026 Bakal Berubah Total

“Ini bisa menjadi gerakan yang revolusioner. Fakta di lapangan menunjukkan keluarga Desil 1–5 justru banyak berada di perguruan tinggi swasta,” ujar Budi yang juga Rektor Universitas Wijaya Putra.

Ia berharap bantuan pendidikan dari Pemkot Surabaya tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat miskin melalui peran aktif perguruan tinggi swasta.

“Kami siap berkontribusi dan mengawal agar target Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana benar-benar tercapai,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.