Sabtu, 06 Jun 2026 01:28 WIB

Istri Kader Merasa Ditindas Suami, Begini Sikap PDIP Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 11 Okt 2025 14:47 WIB
Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa
Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa

selalu.id – DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menanggapi unggahan viral dokter gigi drg. Cindy Callista Saconk yang meminta bantuan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Cindy mengaku mengalami penindasan dari suaminya, Hadrean Renanda, yang disebut sebagai kader PDIP Surabaya.

Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa, menegaskan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius. “Kami sangat peduli dan sudah berupaya bertindak cepat. Kami sudah mendengar penjelasan kedua belah pihak, termasuk data pendukung yang ada,” ujar Yordan saat dikonfirmasi selalu.id, Jumat (11/10/2025).

Baca Juga: Demi Konten, Empat Remaja Kebut Kebutan di Jalan Tol Mojo

Menurut Yordan, partai juga telah menerima keterangan dari keluarga masing-masing pihak. Namun, hingga kini, keduanya masih menyampaikan versi yang berbeda. “Masing-masing punya versi tersendiri, versi yang berbeda. Sehingga harus kami dalami lagi,” lanjutnya.

Ia memastikan DPC PDIP Surabaya akan menggelar pertemuan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk mencari penyelesaian masalah rumah tangga tersebut. “Masih akan ada pertemuan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Yordan.

Sebelumnya, akun Instagram @drg.cindysaconk mengunggah video reels yang ramai diperbincangkan. Dalam unggahan itu, Cindy menulis pesan terbuka kepada Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPC PDIP Surabaya Tri Rismaharini, memohon keadilan serta pengembalian dokumen pribadinya yang disebut diambil secara paksa.

Baca Juga: Viral! Pedagang di Kodam Surabaya Pamer Kekayaan, Warganet: Mungkin dia CEO yang Menyamar

“Saya hanya memohonkan dikembalikannya sertifikat saya, beserta STR dokter, SIP, serta ijazah saya yang diambil secara paksa,” tulis Cindy.

Unggahan yang telah disukai lebih dari 21 ribu pengguna Instagram itu juga berisi penjelasan panjang tentang perjalanan rumah tangga Cindy yang disebut bermasalah sejak awal pernikahan pada 2012. Ia mengaku menunda memiliki anak hingga 2015, namun rumah tangganya tetap diwarnai perselingkuhan.

Baca Juga: Anak Jalanan Bacok Pencari Rumput Lansia di Jombang, Pelaku Bonyok Dimassa

“2012–2015 terus-terusan nakal, dengan berbagai perempuan, pelacur, hingga saya kabur dari rumah. Tahun 2015 saya sudah sempat ajukan cerai tapi dibujuk untuk rujuk lagi,” tulisnya.

Cindy mengatakan, kehadiran anak pertama pada 2016 tidak mengubah keadaan. Menurutnya, kebiasaan buruk suaminya berlanjut hingga setelah kelahiran anak ketiga. Ia menegaskan tidak mencari sensasi, melainkan hanya ingin memperjuangkan hak atas dokumen pribadinya dan memperoleh keadilan sebagai perempuan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.