Selasa, 21 Jul 2026 06:44 WIB

Istri Kader Merasa Ditindas Suami, Begini Sikap PDIP Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 11 Okt 2025 14:47 WIB
Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa
Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa

selalu.id – DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menanggapi unggahan viral dokter gigi drg. Cindy Callista Saconk yang meminta bantuan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Cindy mengaku mengalami penindasan dari suaminya, Hadrean Renanda, yang disebut sebagai kader PDIP Surabaya.

Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa, menegaskan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius. “Kami sangat peduli dan sudah berupaya bertindak cepat. Kami sudah mendengar penjelasan kedua belah pihak, termasuk data pendukung yang ada,” ujar Yordan saat dikonfirmasi selalu.id, Jumat (11/10/2025).

Baca Juga: Viral Lansia Gasak Tiang Rambu Dishub di Surabaya, Ditangkap Usai Kabur ke Lamongan

Menurut Yordan, partai juga telah menerima keterangan dari keluarga masing-masing pihak. Namun, hingga kini, keduanya masih menyampaikan versi yang berbeda. “Masing-masing punya versi tersendiri, versi yang berbeda. Sehingga harus kami dalami lagi,” lanjutnya.

Ia memastikan DPC PDIP Surabaya akan menggelar pertemuan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk mencari penyelesaian masalah rumah tangga tersebut. “Masih akan ada pertemuan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Yordan.

Sebelumnya, akun Instagram @drg.cindysaconk mengunggah video reels yang ramai diperbincangkan. Dalam unggahan itu, Cindy menulis pesan terbuka kepada Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPC PDIP Surabaya Tri Rismaharini, memohon keadilan serta pengembalian dokumen pribadinya yang disebut diambil secara paksa.

Baca Juga: Demi Konten, Empat Remaja Kebut Kebutan di Jalan Tol Mojo

“Saya hanya memohonkan dikembalikannya sertifikat saya, beserta STR dokter, SIP, serta ijazah saya yang diambil secara paksa,” tulis Cindy.

Unggahan yang telah disukai lebih dari 21 ribu pengguna Instagram itu juga berisi penjelasan panjang tentang perjalanan rumah tangga Cindy yang disebut bermasalah sejak awal pernikahan pada 2012. Ia mengaku menunda memiliki anak hingga 2015, namun rumah tangganya tetap diwarnai perselingkuhan.

Baca Juga: Viral! Pedagang di Kodam Surabaya Pamer Kekayaan, Warganet: Mungkin dia CEO yang Menyamar

“2012–2015 terus-terusan nakal, dengan berbagai perempuan, pelacur, hingga saya kabur dari rumah. Tahun 2015 saya sudah sempat ajukan cerai tapi dibujuk untuk rujuk lagi,” tulisnya.

Cindy mengatakan, kehadiran anak pertama pada 2016 tidak mengubah keadaan. Menurutnya, kebiasaan buruk suaminya berlanjut hingga setelah kelahiran anak ketiga. Ia menegaskan tidak mencari sensasi, melainkan hanya ingin memperjuangkan hak atas dokumen pribadinya dan memperoleh keadilan sebagai perempuan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.