Kamis, 04 Jun 2026 23:21 WIB

Istri Kader Merasa Ditindas Suami, Begini Sikap PDIP Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 11 Okt 2025 14:47 WIB
Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa
Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa

selalu.id – DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menanggapi unggahan viral dokter gigi drg. Cindy Callista Saconk yang meminta bantuan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Cindy mengaku mengalami penindasan dari suaminya, Hadrean Renanda, yang disebut sebagai kader PDIP Surabaya.

Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa, menegaskan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius. “Kami sangat peduli dan sudah berupaya bertindak cepat. Kami sudah mendengar penjelasan kedua belah pihak, termasuk data pendukung yang ada,” ujar Yordan saat dikonfirmasi selalu.id, Jumat (11/10/2025).

Baca Juga: Demi Konten, Empat Remaja Kebut Kebutan di Jalan Tol Mojo

Menurut Yordan, partai juga telah menerima keterangan dari keluarga masing-masing pihak. Namun, hingga kini, keduanya masih menyampaikan versi yang berbeda. “Masing-masing punya versi tersendiri, versi yang berbeda. Sehingga harus kami dalami lagi,” lanjutnya.

Ia memastikan DPC PDIP Surabaya akan menggelar pertemuan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk mencari penyelesaian masalah rumah tangga tersebut. “Masih akan ada pertemuan lanjutan dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Yordan.

Sebelumnya, akun Instagram @drg.cindysaconk mengunggah video reels yang ramai diperbincangkan. Dalam unggahan itu, Cindy menulis pesan terbuka kepada Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPC PDIP Surabaya Tri Rismaharini, memohon keadilan serta pengembalian dokumen pribadinya yang disebut diambil secara paksa.

Baca Juga: Viral! Pedagang di Kodam Surabaya Pamer Kekayaan, Warganet: Mungkin dia CEO yang Menyamar

“Saya hanya memohonkan dikembalikannya sertifikat saya, beserta STR dokter, SIP, serta ijazah saya yang diambil secara paksa,” tulis Cindy.

Unggahan yang telah disukai lebih dari 21 ribu pengguna Instagram itu juga berisi penjelasan panjang tentang perjalanan rumah tangga Cindy yang disebut bermasalah sejak awal pernikahan pada 2012. Ia mengaku menunda memiliki anak hingga 2015, namun rumah tangganya tetap diwarnai perselingkuhan.

Baca Juga: Anak Jalanan Bacok Pencari Rumput Lansia di Jombang, Pelaku Bonyok Dimassa

“2012–2015 terus-terusan nakal, dengan berbagai perempuan, pelacur, hingga saya kabur dari rumah. Tahun 2015 saya sudah sempat ajukan cerai tapi dibujuk untuk rujuk lagi,” tulisnya.

Cindy mengatakan, kehadiran anak pertama pada 2016 tidak mengubah keadaan. Menurutnya, kebiasaan buruk suaminya berlanjut hingga setelah kelahiran anak ketiga. Ia menegaskan tidak mencari sensasi, melainkan hanya ingin memperjuangkan hak atas dokumen pribadinya dan memperoleh keadilan sebagai perempuan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.